Jakarta -
Perjuangan mengandung setiap pasangan tak selalu mulus. Bahkan, ada yang sudah kepala empat tetap saja belum sukses mendapatkan kehamilan. Ternyata, tak semudah para artis, ketahui realitas jalani IVF di usia 45 tahun.
Teknologi in vitro fertilization menjadi angin segar bagi para pejuang garis dua untuk mempunyai anak. Dengan menempuh prosedur ini, pasangan yang berumur di atas 40 tahun pun tetap memungkinkan mendapatkan kesempatan mengandung meski semakin sedikit kemungkinannya.
Keberhasilan yang didapatkan pejuang IVF memang sungguh menggoda pasangan manapun untuk meniru kesuksesan tersebut. Namun, kenyataannya setelah dijalani, kemudahan tersebut bukanlah sebuah perihal yang semudah membalikkan tangan seperti halnya yang ditampakkan para figur publik yang juga menjalani IVF.
Seberapa susah mendapatkan anak lewat program IVF?
Kemajuan dalam teknologi reproduksi yang salah satunya kemunculan prosedur IVF menjadi perihal yang menggembirakan bagi pejuang kehamilan. Apalagi, pasien yang mengikuti prosedur tersebut dapat melakukannya hingga usia mereka di atas 40 tahun meski peluangnya tentu lebih kecil.
Ya, sebagai perempuan, peringatan bahwa jam biologis mereka mulai lenyap pada usia 35 tahun memang perlu menjadi sirine krusial yang dimanfaatkan sebaik-baiknya. Meski pada akhirnya, banyak masa emas tersebut terlewat dan belum juga sukses mendapatkan kehamilan.
Beruntungnya, seiring teknologi yang berkembang, banyak wanita yang tertolong untuk mempunyai bayi di usia 40 tahun daripada fase sebelumnya. Bahkan, ada juga yang memilikinya lebih lambat dari apa yang diperkirakan sebelumnya. Salah satunya ialah melalui program IVF.
Ya, keberhasilan yang didapatkan melalui prosedur IVF memang milik siapa saja, sosok-sosok yang beruntung tentunya dengan segala angan dan harapannya. Namun di sisi lain, potret dari deretan selebritas yang banyak menunjukkan keberhasilannya melalui program IVF menjadi secercah angan yang terus menyala pada setiap pejuang garis dua di luar sana.
Dari panggung selebriti, ada nama-nama besar seperti Anne Hathaway dan Natalie Portman yang sukses mengandung di usia 43 dan 45 tahun. Selain itu, ada juga perancang perhiasan berjulukan Jennifer Meyer yang baru saja melahirkan anak ketiganya di usia 49 tahun.
Selebritas lainnya yang juga sukses mempunyai anak di usia kepala 4 ialah Hillary Swank yang melahirkan anak kembar di usia 48 tahun, Halle Berry yang melahirkan anak keduanya di usia 47 tahun, dan Janet Jackson yang melahirkan bayi saat berumur 50 tahun.
Menanggapi kejadian IVF tersebut, Jaime Knopman, seorang mahir endokrinologi reproduksi di CCRM Fertility of New York, bahwa pasien sering datang dan bercerita tentang selebriti yang mereka baca kisahnya dan sukses mengandung setelah usia 45 tahun.
Sementara itu, ada juga seorang wanita yang melakukan IVF di usia 48 tahun mengatakan kepada saya bahwa membaca tentang kehamilan selebriti membikin dirinya seperti mendapatkan semangat dan harapan. “Setiap kali saya mendengar tentang orang lain yang melahirkan bayi di usia 49 alias 50 tahun, saya berpikir, Oh, syukurlah.”
Namun kenyataannya, bagi sebagian besar wanita yang mencoba program IVF dengan sel telur mereka sendiri setelah usia 45 tahun, kemungkinan mereka bakal mempunyai bayi sangat minim.
Menurut studi paling komprehensif hingga saat ini bahwa kurang dari 3 persen wanita yang memulai siklus IVF pada usia 45 tahun bakal melahirkan bayi hidup.
Pada usia 46 tahun, nomor tersebut turun mendekati nol. Tetapi ketika seseorang sangat menginginkan anak, apalagi kesempatan sekecil apa pun dapat terasa seperti secercah harapan. seperti dikutip dari laman The Cut.
Bagi wanita yang telah menemui jalan buntu dengan perawatan IVF tradisional, ada daftar tambahan eksperimental dan mahal yang semakin bertambah, yang menurut beberapa master dapat meningkatkan kesempatan mereka, seperti perawatan sel punca, terapi penggantian mitokondria, dan PRP ovarium.
Seorang pasien mengeluarkan USD3 ribu untuk prosedur yang terakhir di mana melibatkan pengambilan darah, memasukkannnya ke dalam sentrifugasi untuk mengekstrak trombosit, dan menyuntikkannya ke dalam ovarium. Secara teoritis, langkah tersebut dapat membantu mengaktifkan folikel yang tidak aktif.
Memahami tingkat keberhasilan IVF setelah usia 40 tahun
Meskipun ada banyak teknologi yang bisa dipilih, termasuk dengan IVF, menurut informasi yagn diterbitkan dalam The Journal of Assisted Reproduction and Genetics dari sebuah studi yang dilakukan menggunakan info pasien dari dua letak ialah Rumah Sakit Universitas Connecticut yang menemukan tingkat keberhasilan berikut untuk wanita yang menggunakan sel telur mereka sendiri:
1. Usia 43 - 44 tahun ialah sebesar 8-10 persen per siklus
2. Usia 45+ tahun ialah kurang dari 5 persen per siklus
Sementara itu, dengan sel telur alias embrio donor, tingkat keberhasilan meningkat secara dramatis. Menurut informasi teknologi reproduksi berbantuan dari CDC, wanita berumur 43 dan 45 tahun mengalami tingkat keberhasilan sekira 37 persen.
Angka-angka ini adalah rata-rata populasi, bukan prediksi individu. Hasil pribadi seseorang berjuntai pada persediaan ovarium, kesehatan secara keseluruhan, riwayat reproduksi, dan protokol perawatan yang dirancang oleh spesialis. Yang penting, menjalani beberapa siklus secara signifikan meningkatkan kesempatan keberhasilan kumulatif.
Berapa tingkat keberhasilan IVF pada usia 40 tahun?
Tingkat keberhasilan IVF pada usia 40 tahun rata-rata 5–20 persen kelahiran hidup per siklus menggunakan sel telur sendiri, menurut informasi Society for Assisted Reproductive Technology.
Pada perjalanannya, tingkat keberhasilan ini bakal menurun seiring bertambahnya usia ialah sebanyak 8–10 persen pada usia 43–44 tahun dan kurang dari 5 persen pada usia 45 tahun ke atas.
Perlu diketahui bahwa prosedur IVF dengan donor sel telur mempertahankan tingkat keberhasilan >37 persen terlepas dari usia penerima. Namun patut diingat bahwa hasil dari setiap perseorangan bakal bervariasi berasas kesehatan, persediaan ovarium, dan protokol perawatan masing-masing.
Mengapa usia memengaruhi keberhasilan IVF?
Memahami kenapa usia mempunyai peran krusial dalam keberhasilan program IVF memang sangat krusial guna mendukung keputusan yang tepat mengenai perawatan yang bakal ditempuh berbareng pasangan.
Ada dua aspek biologis utama yang berpengaruh pada keberhasilan IVF ialah penurunan persediaan ovarium dan penurunan kualitas sel telur. Keduanya bukanlah kegagalan pribadi tetapi keduanya merupakan proses alami.
Seperti diketahui bahwa setiap wanita dilahirkan dengan jumlah sel telur yang terbatas dan jumlah tersebut menurun secara alami seiring bertambahnya usia. Pada awal usia 40-an, persediaan ovarium secara terukur lebih rendah daripada di usia yang lebih muda.
Selain kuantitas, kualitas sel telur adalah aspek paling signifikan yang memengaruhi keberhasilan IVF setelah usia 40 tahun. Seiring pertambahan usia sel telur, kemungkinan kelainan kromosom bakal meningkat secara substansial.
Dalam perihal ini, embrio aneuploid condong kurang sukses menempel, lebih mungkin menyebabkan keguguran dini, dan tidak dapat berkembang menjadi kehamilan yang sehat seperti dikutip dari laman Pacificreproductivecenter.
Pilihan perawatan untuk tingkatkan keberhasilan IVF setelah usia 40 tahun
Meskipun tingkat keberhasilan sangatlah terbatas dalam program IVF setelah usia wanita menginjak 40 tahun, berita baiknya adalah pengobatan reproduksi telah mengalami kemajuan pesat di luar sana. Faktanya, ada banyak strategi yang dapat secara signifikan meningkatkan kesempatan kehamilan. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:
1. Preimplantation genetic testing (PGT-A)
Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) adalah salah satu perangkat paling efektif yang tersedia untuk pasien di atas usia 40 tahun.
Pada praktiknya, embrio dipindahkan ke rahim, sejumlah mini sel dibiopsi dan diperiksa untuk kelainan kromosom. Tindakan ini memungkinkan tim medis memiluh embrio yang paling sehat untuk dipindahkan. Secara langsung, perihal ini dapat mengatasi dan menjadi argumen utama kenapa tingkat keberhasilan IVF menurun seiring bertambahnya usia.
Dalam perihal ini, PGT-A dapat mengurangi akibat keguguran dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan implantasi. Ahli embriologi dan master mengenai mempunyai pengalaman luas dalam mengintegrasikan PGT-A ke dalam rencana perawatan yang dipersonalisasi.
2. Optimized stimulation protocols
Tidak setiap pasien merespons stimulasi ovarium dengan langkah yang sama, dan pendekatan satu ukuran untuk semua tidak pernah tepat untuk wanita di atas 40 tahun. Untuk pasien dengan persediaan ovarium yang lebih rendah, pilihan seperti mini-IVF alias IVF siklus alami, yang menggunakan dosis obat yang lebih rendah, mungkin sebaiknya melakukan obrolan dengan master terkait.
Tim medis nantinya bakal memantau respon tubuh pasien dengan jeli dan menyesuaikan protokol secara real time untuk memaksimalkan jumlah dan kualitas sel telur yang diambil.
3. IVF dengan sel telur donor
Untuk pasien berumur 43 tahun ke atas, mereka yang belum sukses dengan sel telur mereka sendiri, program sel telur donor menawarkan kemungkinan keberhasilan kehamilan tertinggi.
Karena sel telur donor berasal dari wanita yang lebih muda (biasanya berumur 20-an), tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dapat dicapai terlepas dari usia penerima.
Nah, itulah serba serbi menjalani program IVF di atas usia 40 tahun yang bisa menjadi referensi sebelum akhirnya memutuskan prosedur yang terbaik menurut keputusan berbareng pasangan ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·