Studi Terbaru Soroti Peran Pola Makan Ayah sebelum Pembuahan terhadap Kehamilan

Jul 07, 2026 07:30 AM - 1 bulan yang lalu 26691

Persiapan kehamilan selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kondisi kesehatan perempuan. Padahal, laki-laki juga memegang peranan krusial dalam proses pembuahan agar istrinya mendapatkan kehamilan sehat.

Salah satu yang dikaitkan dengan peran ini adalah kebiasaan makan. Studi terbaru yang diterbitkan dari jurnal eLife ini mengungkap bahwa pola makan ayah sebelum pembuahan mungkin berpengaruh terhadap kehamilan.

Studi ini dipimpin oleh peneliti dari University of Sheffield, dengan kajian struktur plasenta 3D utama yang dipimpin oleh University of Bristol. Dalam studi, para peneliti menemukan bahwa meskipun perbedaan pola makan ayah sebelum pembuahan dapat membantu membentuk perkembangan plasenta dan pertumbuhan janin.


Seperti diketahui, plasenta mengatur pertukaran nutrisi antara ibu dan janin, Perubahan dalam perkembangannya berpotensi memengaruhi kesehatan di kemudian hari. Tak hanya itu, perkembangan plasenta yang jelek juga dikaitkan dengan komplikasi kehamilan seperti preeklamsia.

Lebih lanjut, penelitian ini berfokus pada tikus jantan sebagai subjek. Tikus ini diberi makanan berbeda selama delapan minggu sebelum menikah. Beberapa tikus menerima makanan standar, sementara yang lain diberi makanan rendah protein alias makanan 'gaya Barat' yang tinggi lemak dan tinggi gula. Pemberian makan tersebut dirancang untuk meniru makanan berbobot jelek yang umumnya dikonsumsi oleh laki-laki di seluruh dunia.

Meskipun pola makan tersebut tidak secara signifikan memengaruhi kesuburan, apa yang dikonsumsi seorang ayah dikaitkan dengan perubahan krusial pada plasenta yang sedang berkembang setelah kehamilan terjadi. Ketika para peneliti memeriksa jaringan plasenta pada awal kehamilan, mereka mengawasi perubahan dalam metabolisme dan struktur plasenta, khususnya pada kerucut ektoplasenta alias daerah yang krusial untuk pembentukan awal plasenta.

Pada tahap kehamilan selanjutnya, kajian kegiatan gen plasenta mengungkapkan perubahan pola ekspresi gen yang mengenai dengan pola makan ayah. Salah satu temuan kunci adalah perubahan kegiatan gen spesifik jenis kelamin di plasenta, yang dapat merespons kondisi lingkungan secara berbeda selama kehamilan.

"Kita telah lama mengetahui bahwa pola makan ibu adalah dasar dari kehamilan yang sehat, tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa para ayah jauh dari sekadar mitra pasif dalam proses ini," kata peneliti utama, Dr. Adam Watkins, dilansir laman University of Bristol.

"Apa yang dimakan seorang laki-laki pada periode menjelang pembuahan mungkin tidak hanya memengaruhi kesehatannya sendiri, tetapi juga dapat memainkan peran kunci dalam membentuk kesejahteraan pasangannya dan bayi yang sedang berkembang."

Menurut Watkins, meskipun penelitian ini dilakukan pada tikus, cetak biru biologis dasar untuk produksi sperma dan kegunaan plasenta sangat mirip dengan milik manusia. Penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk memetakan sistem spesifik ini.

Studi ini juga menemukan bahwa tikus jantan yang mengonsumsi diet ala Barat menghasilkan pengaruh metabolisme yang berarti secara biologis. Hal itu memperkuat dasar pemikiran untuk beberapa model, termasuk peningkatan lemak tubuh, peningkatan kolesterol dan masam lemak hati, serta perubahan komposisi mikrobiota usus.

Tim peneliti menekankan bahwa penelitian ini dilakukan pada tikus. Hasilnya tidak boleh diartikan sebagai saran klinis untuk pasangan secara individu.

Demikian studi yang mengungkap kaitan antara pola makan ayah sebelum pembuahan dengan kondisi kehamilan istrinya di masa datang. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya