Berat badan bayi baru lahir berjuntai pada sejumlah faktor, termasuk ukuran tubuh dan etnis orang tua, kesehatan serta usia Bunda, dan seberapa banyak kenaikan berat badan Bunda selama kehamilan. Faktor lainnya meliputi kesehatan bayi dan usia kehamilan (bayi prematur sering kali berukuran lebih kecil), jenis kelamin bayi.
Selain itu, urutan kelahiran (anak pertama alias berikutnya) turut berpengaruh, serta apakah bayi lahir tunggal alias kembar. Namun yang perlu Bunda pahami bahwa mempunyai tubuh mini alias besar saat lahir, tidak berfaedah bayi bakal tetap mini alias besar di kemudian hari. Jadi jangan berkecil hati dahulu, ya.
Memantau pertumbuhan tinggi dan berat badan bayi baru lahir dari waktu ke waktu dapat memberikan gambaran yang jelas bagi master mengenai kesehatan umum bayi. Selama tetap di rumah sakit, master alias perawat bakal menimbang berat badan bayi saat lahir dan setiap 24 jam setelahnya.
Tetapi, yang sering panik, bayi baru lahir mengalami penurunan berat badan. Padahal, itu adalah perihal yang sepenuhnya wajar. Berapa penurunan berat badan yang normal bagi bayi baru lahir pada hari-hari pertama setelah kelahiran? Sebagian besar bayi sehat yang lahir cukup bulan bakal mengalami penurunan berat badan antara 5 hingga 10 persen dari berat lahir mereka pada hari-hari pertama setelah kelahiran.
Alasan berat badan bayi turun setelah lahir
Dikutip dari BabyCenter, penurunan berat badan awal ini terjadi lantaran bayi lahir dengan kelebihan cairan yang kemudian dikeluarkan dari tubuh setelah kelahiran. Penurunan berat badan ini tidak perlu dikhawatirkan selain jika bayi kehilangan lebih dari 10 persen berat lahirnya.
Bayi baru lahir hanya memerlukan sedikit asupan makanan lantaran ukuran lambungnya sangat kecil, sehingga mungkin butuh waktu beberapa minggu bagi si mini untuk mendapatkan kembali berat badannya. Namun, dalam waktu lima hari, berat badannya kemungkinan besar sudah mulai naik.
Jika bayi mengalami penurunan berat badan yang drastis, sakit, alias lahir prematur, proses ini mungkin menyantap waktu lebih lama, ialah sekitar tiga minggu. Jadi, sebenarnya penurunan sedikit berat badan pada bayi awal kehidupan bayi baru lahir termasuk wajar ya, Bunda.
Namun, jika cemas dan mau berkonsultasi dengan master mengenai berat badan bayi, berikut beberapa aspek yang perlu didiskusikan:
1. Frekuensi bayi menyusu dalam sehari
Bayi yang diberi air susu ibu (ASI) biasanya menyusu 8 kali alias lebih dalam 24 jam. Sementara itu, bayi yang diberi susu formula biasanya makan lebih jarang, ialah sekitar setiap 3-4 jam.
2. Jumlah susu yang diminum bayi di setiap sesi
Bayi umumnya menyusu minimal 10 menit, terdengar menelan setelah 3-4 hisapan. Jika sudah merasa kenyang, bayi umumnya bakal merasa seperti agak mengantuk setelah menyusu.
3. Frekuensi buang air kecil
Bayi rata-rata buang air mini sekitar enam kali sehari pada usia 3-5 hari. Setelah itu, mereka minimal buang air mini 6-8 kali basah per hari.
4. Frekuensi buang air besar
Bayi baru lahir mungkin hanya buang air besar sekali sehari pada awalnya. Fesesnya berwarna gelap dan lengket pada beberapa hari pertama, lampau menjadi lembek alias lunak berwarna kuning kehijauan pada hari ke-3 alias ke-4. Bayi yang diberi ASI biasanya buang air besar lebih sering dibanding bayi yang diberi susu formula
Cara mengetahui berat badan bayi baru lahir Bertambah dengan Cukup?
Bunda mungkin tidak mempunyai timbangan yang cocok untuk menimbang bayi di rumah. Namun, menghitung popok kotor bayi adalah langkah lain yang baik untuk memastikan kondisi bayi sehat:
Popok basah
Pada lima hari pertama, bayi baru lahir mungkin hanya membasahi beberapa popok setiap harinya. Setelah itu, biasanya bayi bakal membasahi sekitar 6 hingga 8 popok per hari.
Popok berisi tinja
Pada beberapa hari pertama, sebagian bayi mungkin hanya buang air besar sekali sehari. Setelah itu, bayi biasanya bakal buang air besar setidaknya dua kali sehari. Bayi yang diberi ASI bakal lebih sering buang air besar, misalnya lima kali alias lebih.
Dikutip dari laman Eastern Idaho Public Health, berat badan mereka semestinya bertambah sekitar 1 ons (30 gram) per hari selama bulan pertama. Selain itu, tenaga medis yang menangani bayi bakal memantau berat badan bayi (beserta tinggi badan dan lingkar kepalanya) pada setiap kunjungan pemeriksaan.
Demikian pembahasan mengenai argumen berat badan turun setelah lahir, dan langkah memantau tumbuh kembang bayi di awal kelahirannya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·