Fenomena Coffee Badging Jadi Tren Baru Di Dunia Kerja, Apa Itu?

May 18, 2026 08:40 PM - 6 hari yang lalu 7357

Jakarta -

Coffee badging menjadi kejadian baru yang ramai dibicarakan di bumi kerja, terutama sejak sistem kerja hybrid semakin banyak diterapkan. Tren ini menggambarkan kebiasaan tenaga kerja datang di instansi hanya untuk memenuhi kehadiran.

Sebagian pekerja memanfaatkan momen tersebut untuk berjumpa rekan kerja alias mengikuti rapat singkat sebelum kembali bekerja dari tempat lain. Fenomena ini pun dianggap sebagai corak elastisitas kerja modern.

Di sisi lain, coffee badging memunculkan perdebatan tentang produktivitas dan efektivitas kerja hybrid. Banyak perusahaan mulai menyoroti kembali pentingnya kehadiran bentuk di kantor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tren coffee badging

Dilansir dari laman BENZINGA, sejak puncak pandemi banyak perusahaan mulai kembali menerapkan patokan kerja dari instansi alias work from office (WFO). Dari kebijakan inilah muncul tren yang disebut coffee badging.

Aturan tersebut biasanya mewajibkan tenaga kerja datang ke instansi beberapa kali dalam seminggu, tetapi tidak selalu menjelaskan berapa lama mereka kudu berada di sana. Kondisi ini membikin sebagian pekerja memilih datang sejenak di instansi sebelum melanjutkan pekerjaan dari tempat lain.

Bagi karyawan, coffee badging dianggap sebagai langkah untuk menyeimbangkan tuntutan perusahaan dan elastisitas kerja. Sebab, perjalanan ke kantor, gangguan saat bekerja, hingga agenda yang kaku sering dianggap kurang efektif dibanding kerja jarak jauh yang tetap produktif bagi banyak orang.

Melalui coffee badging, pekerja tetap dapat memenuhi patokan perusahaan sembari mempertahankan pola kerja yang dirasa lebih nyaman. Fenomena ini pun menjadi corak kompromi antara tenaga kerja dan perusahaan mengenai elastisitas kerja.

Alasan pekerja mengikuti sistem kerja coffee badging

Mudah dipahami kenapa tenaga kerja menggunakan coffee badging, ialah orang bekerja lebih efisiensi dari rumah, di mana ruang kerja mereka dipersonalisasi sesuai kebutuhan dan bebas dari gangguan kantor.

Laporan Owl Labs menunjukkan bahwa pekerja kantoran penuh waktu mengalami tingkat stres yang jauh lebih tinggi dibandingkan rekan kerja mereka yang bekerja secara hybrid, ialah 59 persen dibandingkan 55 persen.

Sebagian besar pekerjaan seperti online meeting, panggilan telepon, dan kerjasama online dapat dilakukan dari jarak jauh, dengan sedikit alias tanpa perlu di kantor.

Jadi, ketika perusahaan mewajibkan kembali ke kantor, masuk logika bagi tenaga kerja untuk datang ke instansi sejenak lampau kembali ke rutinitas rumah mereka yang produktif dan irit biaya.

Keuntungan dan kerugian coffee badging

Mengikuti sistem kerja coffee badging tentu memberikan untung dan kerugian yang perlu Bunda ketahui.

Bagi para pekerja, ini adalah langkah untuk tetap terhubung dengan rekan kerja dan memenuhi persyaratan instansi tanpa kudu mengorbankan untung bekerja dari jarak jauh. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya.

Di sisi lain, melakukan perjalanan hanya untuk sekadar terlihat datang adalah pemborosan waktu dan duit dari perspektif efisiensi.

Banyak pemberi kerja juga menafsirkan coffee badging sebagai corak ketidakatifan, di mana tenaga kerja hanya melakukan perihal minimum untuk memenuhi persyaratan kehadiran.

Munculnya kejadian coffee badging menunjukkan adanya percakapan yang lebih luas tentang masa depan pekerjaan. Saat perusahaan bergulat dengan pengelolaan tenaga kerja hybrid dan jarak jauh, jelas bahwa pendekatan satu ukuran untuk semua tidak berhasil.

Para pemberi kerja yang mau mengurangi praktik coffee badging mungkin perlu memikirkan kembali langkah mereka mengukur produktivitas dan menawarkan insentif yang mendorong tenaga kerja untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kantor.

Nah, itulah beberapa perihal yang dapat Bunda ketahui tentang fenomena coffee badging di bumi kerja. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya