Jakarta -
Tahukah Bunda? Gangguan pada indra penciuman mungkin merupakan salah satu tanda peringatan awal penyakit Alzheimer, yang muncul apalagi sebelum penurunan daya ingat terjadi.
Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum. Ini dikenal juga sebagai proses biologis yang dimulai dengan munculnya penumpukan protein dalam corak pal amiloid dan kekusutan neurofibril di otak.
Gejala awal penyakitnya meliputi melupakan kejadian alias percakapan yang terjadi baru-baru ini. Seiring waktu, Alzheimer menyebabkan penurunan daya ingat yang serius dan memengaruhi keahlian seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari.
Namun ternyata, sebuah penelitian mengungkap bahwa indikasi awal Alzheimer juga dapat dikenali melalui gangguan pada indra penciuman, Bunda.
Gangguan indra penciuman jadi tanda awal Alzhaimer
Dilansir dari laman Science Daily, penelitian baru dari para intelektual di DZNE dan Ludwig-Maximilians – Universität München (LMU) membuka wawasan baru tentang kenapa perihal ini terjadi.
Studi tersebut menunjukkan bahwa sistem kekebalan otak berkedudukan penting, dengan kemungkinan keliru menyerang serabut saraf yang berfaedah mendeteksi bau.
Diterbitkan di Nature Commnunications, penelitian ini menggabungkan bukti dari tikus dan manusia. Termasuk kajian jaringan otak dan apa yang disebut pemindaian PET. Temuan ini dapat membantu meningkatkan penemuan awal dan membuka jalan untuk pengobatan lebih awal.
Menurut para peneliti, masalah yang berangkaian dengan penciuman muncul ketika sel-sel imun di otak, yang dikenal sebagai “mikroglia”, mulai menghilangkan hubungan antara dua daerah penting, ialah bulbus olfaktorius dan locus coeruleus.
Bulbus olfaktorius, yang terletak di otak depan, memproses sinyal dari reseptor aroma di hidung. Locus coeruleus, yang ditemukan di batang otak, membantu mengatur proses ini melalui serabut saraf panjang yang memanjang ke bulbus olfaktorius.
“Locus coeruleus mengatur beragam sistem fisiologis. Ini termasuk, misalnya, aliran darah serebral, siklus tidur-bangun, dan pemrosesan sensorik. Yang terakhir berlaku, khususnya, juga untuk indra penciuman,” ujar intelektual di DZNE dan LMU, Dr. Lars Paeger.
“Studi kami menunjukkan bahwa pada tahap awal penyakit Alzheimer, terjadi perubahan pada serabut saraf yang menghubungkan locus coeruleus ke bulbus olfaktorius. Perubahan ini memberi sinyal kepada mikroglia bahwa serabut yang terpengaruh rusak alias berlebihan. Akibatnya, mikroglia menghancurkannya,” ujarnya.
Para peneliti menemukan bahwa masalah penciuman pada penyakit Alzheimer dan kerusakan saraf rupanya telah dibahas sejak lama, Bunda. Namun, penyebabnya tetap belum jelas hingga saat ini.
“Sekarang, temuan kami menunjukkan sistem imunolgis sebagai penyebab disfungsi tersebut, dan khususnya, bahwa kejadian tersebut sudah muncul pada tahap awal penyakit Alzheimer,” ungkap pemimpin golongan riset di DZNE dan LMU serta personil Klaster Keunggulan “SyNergy” yang berbasis di Munich, Joachim Herms.
Cara mencegah penyakit Alzheimer
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, ada beberapa aspek akibat Alzheimer yang tidak dapat diubah alias kendalikan, seperti usia dan genetika. Namun, Bunda mungkin dapat mengelola aspek lain untuk membantu mengurangi risikonya. Berikut beberapa di antaranya:
1. Ikuti rencana makan sehat
Mengonsumsi beragam makanan bergizi dapat membantu menjaga kesehatan otak dan secara keseluruhan.
2. Lakukan banyak kegiatan fisik
Olahraga dan kegiatan bentuk meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, yang dapat meningkatkan kesehatan sel otak. Bunda dapat melakukan kegiatan sederhana seperti melangkah kaki, bersepeda, alias kegemaran apa pun yang menggerakkan tubuh.
3. Jaga agar pikiran tetap aktif
Luangkan waktu untuk mengikuti permainan tertentu, membaca, mengerjakan teka-teki silang, memainkan perangkat musik, alias melakukan kegemaran lain yang menantang otak untuk menggunakan dan mempelajari keahlian baru.
4. Terhubung secara sosial
Berkomunikasi secara teratur dengan orang-orang terdekat, gabung dengan kegiatan kelompok, seperti ibadah keagamaan, kelas olahraga, klub buku, alias sukarelawan, yang dapat membantu menjaga otak tetap aktif.
Nah, itulah penjelasan mengenai gangguan indra penciuman yang menjadi tanda awal penyakit Alzheimer hingga beberapa langkah mencegah risikonya yang dapat Bunda lakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·