Gejala Flu, COVID, dan Alergi pada Anak: Apa Bedanya?

Insight Bunda Masa Kini Aug 23, 2026 12:00 AM 27

Bingung membedakan indikasi flu, COVID, dan alergi pada anak? Kenali perbedaannya, kapan perlu tes, dan tanda ancaman yang perlu diperhatikan Mommies.

Hidung mulai meler, tenggorokan terasa gak nyaman, lampau anak bersin-bersin. Atau tiba-tiba badan terasa pegal, batuk muncul, dan suhu tubuh mulai naik.

Sebagai orang tua, situasi seperti ini mungkin sudah cukup sering terjadi. Masalahnya, gejala flu, COVID-19, dan alergi bisa terlihat mirip, terutama di awal, sehingga gak selalu mudah mengetahui penyebabnya hanya dari apa yang kita lihat.

Apalagi jika yang sakit anak. Baru bersin beberapa kali saja, pikiran Mommies mungkin sudah ke mana-mana.

“Ini hanya alergi, ya?”
“Jangan-jangan flu?”
“Atau COVID?”

Sebenarnya, ada beberapa pola indikasi yang bisa membantu Mommies mendapatkan gambaran awal. Namun, krusial diingat bahwa gejala saja gak selalu cukup untuk memastikan seseorang terkena flu alias COVID-19. WHO juga menjelaskan bahwa keduanya mempunyai banyak indikasi yang sama sehingga pemeriksaan dapat diperlukan untuk membedakannya.

Lantas, gimana langkah mengenali gejala flu, COVID, dan alergi?

BACA JUGA: 10 Obat Radang Tenggorokan dan Flu yang Bisa Dibeli di Apotek, Harga Mulai dari Rp3.000

Apa Bedanya Flu, COVID, dan Alergi?

Foto: Magnific

Secara sederhana, flu dan COVID-19 sama-sama merupakan jangkitan saluran pernapasan, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda. Sementara itu, alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap unsur tertentu yang dianggap sebagai ancaman, misalnya serbuk sari, debu, tungau, alias alergen lainnya.

Karena penyebabnya berbeda, gejalanya pun bisa mempunyai pola yang berbeda. Namun, ada cukup banyak indikasi yang tumpang tindih sehingga Mommies memang gak selalu bisa langsung membedakannya.

Salah satu petunjuk yang bisa diperhatikan adalah demam dan rasa pegal. Keduanya lebih sering muncul pada jangkitan seperti flu alias COVID dibandingkan alergi. Sebaliknya, bersin berulang yang disertai hidung alias mata terasa gatal dan berair lebih unik pada alergi. Data CDC terbaru juga menunjukkan bahwa seasonal allergy menjadi kondisi alergi yang paling umum didiagnosis pada anak usia 0–17 tahun dalam informasi tahun 2024.

Tapi tetap ingat, Mommies: ini hanya petunjuk, bukan langkah untuk mendiagnosis sendiri.

1. Kalau Flu, Biasanya Seperti Apa?

Flu alias influenza merupakan jangkitan saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza.

Salah satu karakter yang cukup unik adalah gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Seseorang yang sebelumnya tetap beraktivitas normal bisa mendadak merasa sangat lelah, demam alias meriang, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan pegal-pegal. WHO juga menyebut flu umumnya ditandai dengan onset yang mendadak, demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta rasa tidak lezat badan.

Hidung tersumbat alias berair juga bisa muncul. Pada anak, indikasi flu dapat disertai keluhan saluran pencernaan seperti muntah alias diare.

Jadi, jika anak tiba-tiba bilang badannya sakit semua, terlihat sangat lemas, lampau disusul demam dan batuk, flu bisa menjadi salah satu kemungkinan.

Tapi jangan langsung menyimpulkan flu hanya dari indikasi tersebut, ya, Mommies. COVID-19 juga dapat menyebabkan demam, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, sakit kepala, nyeri tubuh, dan hidung berair alias tersumbat.

2. Kalau COVID-19, Apa Gejalanya?

COVID-19 juga dapat menimbulkan indikasi yang sangat mirip dengan flu.

Menurut WHO, indikasi yang paling umum pada jenis SARS-CoV-2 yang saat ini beredar adalah demam, menggigil, dan sakit tenggorokan. Gejala lain yang dapat muncul antara lain kelelahan, nyeri otot, hidung tersumbat alias berair, bersin, sakit kepala, batuk, sesak napas, serta mual, muntah, alias diare.

Salah satu indikasi yang cukup dikenal sejak awal pandemi adalah hilangnya alias berubahnya keahlian mencium dan mengecap. Namun, jangan menjadikan indikasi ini sebagai satu-satunya patokan lantaran gak semua orang dengan COVID-19 mengalaminya.

Begitu juga dengan demam. Tidak mengalami demam bukan berfaedah seseorang pasti bukan COVID-19. Gejalanya dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Itulah kenapa ketika seseorang mengalami indikasi jangkitan saluran pernapasan, Mommies gak bisa memastikan “ini flu” alias “ini COVID” hanya dari gejala. WHO menegaskan bahwa kedua penyakit tersebut memang susah dibedakan berasas indikasi saja dan pemeriksaan dapat digunakan untuk mengetahui virus penyebabnya.

3. Kalau Alergi, Apa yang Biasanya Terjadi?

Nah, ini yang sering bikin bingung.

Anak bersin berkali-kali, hidungnya meler, lampau Mommies berpikir, “Wah, kayaknya flu.”

Padahal, bisa saja yang terjadi adalah alergi.

Pada rinitis alergi, indikasi yang umum antara lain bersin, hidung berair alias tersumbat, serta rasa gatal pada hidung. Mata juga dapat menjadi merah, berair, alias terasa gatal. CDC juga mencatat bahwa seasonal allergy pada anak dapat ditandai dengan bersin, batuk, hidung berair, dan mata gatal.

Rasa gatal ini bisa menjadi salah satu petunjuk yang cukup membantu.

Kalau anak terus bersin, hidung berair, matanya gatal dan berair, tetapi tidak disertai demam alias badan terasa sangat pegal, alergi bisa lebih mungkin dibandingkan jangkitan seperti flu.

Alergi juga biasanya berangkaian dengan paparan pemicu tertentu. Misalnya, indikasi muncul setelah anak berada di ruangan berdebu, berada di dekat hewan tertentu, alias terpapar alergen yang memang menjadi pemicunya.

Selain itu alergi sering terjadi di waktu tertentu, terutama malam (nokturnal) dan awal hari.

Namun, jangan menjadikan satu indikasi sebagai “tes alergi” sendiri. Kalau keluhannya sering berulang alias sampai mengganggu kegiatan dan tidur anak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

BACA JUGA: Panduan Lengkap Tes Alergi Anak: Jenis, Manfaat, dan Estimasi Biaya di Indonesia, Mommies Wajib Tahu!

Flu alias COVID, Memang Bisa Dibedakan dari Gejalanya?

Jawabannya: gak selalu.

Flu dan COVID-19 sama-sama dapat menyebabkan demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair alias tersumbat, sakit kepala, kelelahan, serta nyeri tubuh. WHO secara unik menjelaskan bahwa kedua penyakit ini mempunyai banyak indikasi yang sama sehingga susah dibedakan hanya berasas gejala.

Memang ada pola yang bisa memberikan petunjuk. Flu, misalnya, condong mempunyai onset yang lebih mendadak, sedangkan COVID-19 mempunyai ragam indikasi yang cukup luas.

Namun, pola tersebut bukan diagnosis.

Jadi, daripada sibuk menebak dari satu gejala, lebih baik Mommies memandang kondisi anak secara keseluruhan. Jika memang ada argumen untuk mencurigai COVID-19, pemeriksaan dapat membantu memastikan penyebabnya. WHO juga menyebut bahwa testing merupakan langkah untuk membedakan influenza dan COVID-19 ketika gejalanya serupa.

Bagaimana dengan Flu dan Alergi?

Foto: Magnific

Untuk flu dan alergi, perbedaannya terkadang lebih mudah terlihat, terutama ketika indikasi alergi yang unik muncul.

Anak dengan alergi lebih mungkin mengalami bersin berulang, hidung berair, serta mata dan hidung yang terasa gatal. Sementara itu, flu lebih sering disertai rasa sakit pada tubuh, kelelahan, sakit tenggorokan, batuk, dan demam alias meriang.

Mommies juga bisa memperhatikan pola munculnya gejala.

Kalau setiap kali anak berada di tempat tertentu alias terkena pemicu tertentu keluhannya kembali muncul, kemungkinan alergi bisa lebih besar. Sebaliknya, jika gejalanya muncul mendadak dan disertai demam serta badan terasa sakit, jangkitan seperti flu lebih mungkin menjadi penyebab.

Tapi lagi-lagi, gak semua orang mengalami pola yang sama.

Alergi juga bisa membikin anak merasa capek lantaran gejalanya mengganggu tidur. Jadi, rasa capek saja bukan berfaedah otomatis menunjukkan adanya infeksi.

Jadi, Kapan Sebaiknya Mommies Melakukan Tes?

Kalau gejalanya ringan, Mommies mungkin bisa memantau kondisi anak terlebih dulu sembari memastikan dia cukup minum dan mendapatkan waktu rehat yang cukup.

Namun, jika ada kemungkinan COVID-19 dan hasil pemeriksaan bakal memengaruhi langkah perawatan alias pencegahan penularan, tes COVID-19 dapat membantu memberikan kepastian. WHO juga menyarankan pemeriksaan lantaran indikasi COVID-19 dan flu susah dibedakan hanya dari keluhan yang dirasakan.

Untuk flu, pemeriksaan juga dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu, terutama ketika hasilnya bakal membantu master menentukan penanganan.

Mommies juga gak perlu menunggu kondisi menjadi sangat parah untuk berkonsultasi, terutama jika anak tetap sangat mini alias mempunyai kondisi kesehatan tertentu yang membuatnya lebih berisiko mengalami komplikasi.

Kapan Anak Harus Segera Dibawa ke Dokter?

Sebagian besar jangkitan saluran pernapasan dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya gak dianggap sebagai “cuma flu”.

Segera cari pertolongan medis jika anak mengalami kesulitan bernapas, napas terasa sangat berat, nyeri alias tekanan di dada, kebingungan, sangat mengantuk alias susah dibangunkan, alias menunjukkan perubahan warna kulit menjadi pucat alias kebiruan. WHO mencantumkan tanda-tanda tersebut sebagai indikasi berat yang memerlukan pertolongan medis segera.

Mommies juga perlu memperhatikan kondisi anak secara keseluruhan. Kalau anak terlihat semakin lemas, susah minum, alias kondisinya memburuk setelah sempat membaik, jangan ragu untuk menghubungi dokter.

Untuk reaksi alergi, pembengkakan pada bibir, lidah, wajah, alias tenggorokan, terutama jika disertai kesulitan bernapas, adalah kondisi yang perlu segera diatasi di rumah sakit.

BACA JUGA: Cara Membersihkan Rumah Setelah Isolasi Mandiri Covid-19

Jangan Terlalu Cepat Menebak dari Satu Gejala

Mommies mungkin gak bakal selalu bisa langsung tahu apakah anak sedang mengalami flu, COVID, alias alergi hanya dengan memandang satu alias dua gejala.

Hidung meler bisa muncul pada ketiganya. Batuk juga bisa. Begitu pula rasa capek dan sakit tenggorokan.

Yang bisa dilakukan adalah memperhatikan pola gejala, kapan keluhan mulai muncul, apakah ada demam, apakah mata alias hidung terasa gatal, apakah ada paparan terhadap pemicu alergi, serta gimana kondisi anak secara keseluruhan.

Dan jika tetap ragu, gak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter. Untuk flu dan COVID-19, pemeriksaan memang bisa diperlukan lantaran gejalanya sangat mirip dan keduanya apalagi bisa terjadi bersamaan.

Karena sebagai orang tua, kita memang sering mau punya jawaban secepat mungkin ketika anak sakit. Tapi untuk beberapa kondisi, jawaban yang paling kondusif bukan selalu hasil dari menebak indikasi sendiri.

Kadang, yang paling krusial justru tahu kapan cukup memantau di rumah dan kapan waktunya meminta support tenaga medis.

Artikel direview oleh: dr. Desiana Dharmayani Sp. A dari Primaya Evasari Hospital.

Cover: Magnific

Selengkapnya
Gejala Flu, COVID, dan Alergi pada Anak: Apa Bedanya?
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting