Perlu kita ketahui bahwa tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kesehatan organ tubuhnya, salah satunya adalah gigi. Gigi merupakan organ krusial yang membantu anak dalam mengunyah makanan, memperoleh nutrisi, serta berbicara.
Apabila gigi tersebut rusak, dikhawatirkan pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil dapat terganggu, Bunda. Terlebih lagi, jika kerusakan terjadi sejak usia anak tetap sangat kecil, perihal ini dapat menyulitkannya untuk memperoleh nutrisi secara optimal.
Dokter ahli gigi anak, drg. Aulia N. Ainayah, Sp.KGA, MARS, sepakat bahwa kasus gigi berlubang tetap sering ditemukan pada anak-anak. Bahkan, sebagian besar kondisinya sudah begitu parah sehingga gigi tampak gigis alias rata dengan gusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini tentunya tidak boleh dianggap remeh bagi para orang tua, Bunda. Pasalnya, drg. Aulia pun mengatakan bahwa gigi yang berlubang parah sudah tidak dapat diperbaiki secara alami dengan pertumbuhan gigi baru.
“Biasanya memang nggak bisa tumbuh kembali lantaran gigi itu bukan jaringan yang mempunyai keahlian regenerasi seperti kulit, yang jika luka dia bisa sembuh, bisa kembali semula seperti awal,” kata Aulia kepada Kincai Media melalui wawancara beberapa waktu lalu.
Maka dari itu, sangatlah krusial untuk menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Nah, agar Bunda memahaminya lebih lanjut, simak info selengkapnya berikut ini, yuk.
Gigi berlubang pada gigi susu dan gigi permanen anak
Gigi berlubang parah yang sudah tidak dapat diperbaiki ini umumnya terjadi pada gigi permanen, Bunda. Sementara itu, jika terjadi pada gigi susu, gigi yang berlubang bakal tanggal (copot) dan digantikan oleh gigi permanen di kemudian hari.
“Tapi perlu dilihat juga apakah itu gigi susu alias gigi permanen. Kalau tetap dalam fase gigi susu memang nantinya bakal digantikan sama gigi permanen sesuai dengan waktunya,” jelas Aulia.
Meski terjadi pada gigi susu, kondisi ini tetap perlu diwaspadai lantaran dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen, Bunda. Oleh lantaran itu, gigi berlubang yang sudah parah tetap kudu ditangani dengan baik.
Dampak dari gigi susu yang berlubang parah
Gigi susu umumnya bakal tanggal dan digantikan oleh gigi permanen pada usia 6 sampai 7 tahun. Namun, jika kerusakan terjadi terlalu dini, seperti pada usia 2-3 tahun, kondisi ini dapat menimbulkan beragam akibat yang merugikan anak, Bunda.
Berikut beberapa akibat dari gigi susu yang berlubang parah berasas penjalasan drg. Aulia:
- Gangguan kegunaan makan: Gigi yang rusak membikin anak kesulitan mengunyah makanan dengan baik sehingga asupan nutrisi yang masuk ke tubuh menjadi tidak optimal.
- Gangguan kegunaan bicara: Gigi berkedudukan krusial pada balita yang sedang belajar berbincang lantaran membantu dalam pengucapan huruf-huruf tertentu. Jika gigi rusak parah, anak berisiko mengalami cadel alias gangguan artikulasi.
- Gigi permanen tidak rapi: Gigi susu sebagai pemberi ruang untuk gigi permanen tumbuh nantinya. Jika gigi susu rusak alias lenyap sebelum waktunya, ruang tersebut dapat berubah sehingga berisiko menyebabkan susunan gigi permanen tidak rapi.
Karenanya, gigi susu yang berlubang tidak boleh dibiarkan begitu saja, Bunda. penanganan sejak disini sangat krusial untuk mencegah akibat yang lebih luas terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Demikian penjelasan mengenai gimana gigi anak yang berlubang parah tidak dapat tumbuh kembali. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·