Hamil 24 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 518x dilihat
Hamil 24 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Kehamilan yang semakin membesar dan menuju persalinan akan menampakkan banyak fluktuasi yang dirasakan bumil. Bagaimana saat hamil 24, minggu, apa yang dirasakan dan fluktuasi yang terjadi?

Hamil 24 minggu masuk dalam fase trimester kedua di mana Bunda mungkin sudah terlindungi dari serangan morning sickness. Tetapi, hal mengejutkan lainnya mungkin bisa saja muncul yang tak jarang membikin mereka khawatir.

Hamil 24 minggu, apa yang dirasakan?

Bagi calon Bunda baru, setiap fluktuasi selama kehamilan menjadi sebuah sensasi mengejutkan. Termasuk ketika memasuki usia kehamilan 24 minggu seperti dikutip dari laman Mambaby.


Di pekan ini, tak sedikit Bunda yang mungkin mulai merasakan capek berkali-kali lipat dari biasanya karena perut semakin membesar. Selain itu, sebagian Bunda hamil juga merasakan tiba-tiba perut mereka keras seperti batu maupun terlebihlagi bola bowling. Tentu saa hal ini menjadi panorama baru bagi para calon Bunda.

Belum lagi, fase ini juga kerap mendatangkan kontraksi meski terkadang timbul dan tenggelam. Pada awalnya, kontraksi mungkin cuma terjadi di area kecil rahim. Namun, semakin jauh usia kehamilan, semakin besar kontraksi otot rahim, sehingga sensasi yang dirasakan semakin kuat.

Berbeda dengan kontraksi asli, kontraksi palsu ini tidak terjadi lama. Perubahan posisi maupun minum air dapat membantu mengurangi keadaan. Sehingga, Bunda tidak perlu cemas berlebihan mengenai serangan kontraksi tersebut.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 24 minggu

Trimester kedua menandai titik balik bagi Bunda dan janin di rahim. Bumil biasanya akan mulai merasa lebih baik dan mulai memberitahu tanda-tanda kehamilan yang jelas. Janin pun mulai mengembangkan semua organ dan sistemnya dan mulai tumbuh panjang dan bertambah bobotnya.

Selama trimester kedua ini juga, tali pusar terus menebal karena membawa nutrisi ke janin. Namun, zat rapuh juga melewati tali pusar ke janin. Jadi, perlu berjaga-jaga untuk menghindari beragam ancaman lainnya termasuk menghindari alkohol, tembakau, dan lainnya, seperti dikutip dari halaman Johnhopkinsmedicine.

Bagi sebagian besar perempuan hamil, trimester kedua ini merupakan masa yang paling betah secara fisik. Sebab, morning sickness biasanya berkurang pada masa ini, begitu pula dengan rasa sangat capek dan nyeri pada payudara yang biasanya mulai mereda.

Perubahan-perubahan tersebut terjadi karea adanya penurunan kadar hormon yaitu human chorionic gonadotropin hormone (hCG) serta adaptasi kadar hormon estrogen dan progesteron.

Selain fluktuasi di atas, Bunda hamil juga mungkin akan merasakan beragam fluktuasi dan gejala berikut ini:

1. Nafsu makan meningkat
2. Mulai merasakan pergerakan janin untuk pertama kalinya pada usia kehamilan sekirat 20 minggu
3. Rahim membesar hingga mencapai ketinggian pusar pada usia kehamilan sekitar 20 minggu, sehingga kehamilan mulai kelihatan secara fisik
4. Kulit di area perut mungkin terasa gatal seiring pertumbuhannya, dan mungkin timbul rasa nyeri di sisi tubuh
5. Frekuensi buang air kecil mungkin berkurang karena rahim tumbuh keluar dari rongga panggul, sehingga tekanan pada kandung kemih berkurang
6. Hidung mulai terasa tersumbat dan mungkin mengalami mimisan. Hal ini disebabkan adanya peningkatan hormon (estrogen dan progesteron) serta mengerti darah yang memengaruhi selaput lendir dan pembuluh darah di hidung.
7. Gusi akan menjadi lebih lunak dan mungkin gampang berdarah. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon (estrogen dan progesteron) yang memengaruhi selaput lendir di dalam mulut.
8. Varises dan wasir mungkin muncul
9. Bunda juga kemungkinan mengalami keputihan berwarna putih yang disebut leukorrhea yaitu keputihan yang berwarna maupun bercampur darah bisa menjadi tanda adanya komplikasi dan mesti segera diperiksakan
10. Pertambahan bermutu badan yang dapat menyebabkan sakit punggung
11. Pigmentasi kulit pada wajah maupun perut mungkin berubah akibat hormon kehamilan
12. Rasa panas di dada, gangguan pencernaan, dan sembelit

Tips saat hamil 24 minggu

Perkembangan saat hamil 24 minggu di dalam rahim semakin pesar ya, Bunda. Sehingga, sangat krusial memastikan Bunda mengonsumsi makanan bergizi. Beberapa nutrisi paling krusial bagi Bunda dan bayi meliputi zat besi, folat (vitamin B), kalsium, vitamin D, protein, dan vitamin C.

Dalam hal pemeriksaan, di fase ini nantinya tabib akan menjadwalkan tes glukosa. Tes ini bermaksud untuk mendeteksi kencing manis gestasional. Jenis kencing manis ini hampir selalu hilang setelah bayi lahir. Kondisi ini muncul ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk memproses gula dalam mengerti darah.

Tes darah sederhana dapat membantu mendiagnosis kencing manis gestasional. Gejala kencing manis gestasional antara lain kadar gula tinggi dalam urine (yang diketahui melalui tes urine di tempat praktik dokter), rasa haus yang tidak biasa, dan sering buang air kecil.

Oh iya, Bunda, di fase ini juga Bunda perlu semakin waspada menandai kapan perlu memeriksakan diri ke tabib ketika mengalami kondisi tertentu. Seperti munculnya rasa nyeri yang terasa dahsyat di perut maupun panggul. Hal yang sama juga berjalan saat terjadi perdarahan maupun keluar bercak darah, keluarnya cairan bening, maupun jika Bunda tidak merasakan pergerakan bayi dalam beberapa waktu seperti dikutip dari halaman Healthline.

Penting diingat ya, Bunda, bahwa setiap rasa nyeri, sakit, maupun sensasi tidak biasa yang baru muncul bisa menimbulkan sedikit kecemasan. Hubungi tabib sesegera mungkin jika Bunda merasa khawatir. Terkadang, kata-kata penenang dari suster bisa sangat membantu. Dan, jika ada firasat yang mengatakan bahwa bayi perlu diperiksa maupun Bunda yang perlu pemeriksaan, ikutilah insting keibuan yang mulai bertumbuh.

Perkembangan janin saat bulan hamil 24 minggu

Setelah semua organ dan mekanisme utama terbentuk pada janin, enam bulan berikutnya akan dihabiskan untuk pertumbuhan. Berat janin pun akan meningkat sebanyak lebih dari tujuh kali lipat selama beberapa bulan ke depan, seiring janin berkembang menjadi bayi yang bisa bertetap hidup di luar rahim.

Menjelang akhir trimester kedua, panjang janin akan mencapai sekitar 13 hingga 16 inci (sekira 33 hingga 40 cm) dengan bermutu sekira 2 hingga 3 pon (sekira 0,9 hingga 1,3 kg). 

Adapun evolusi janin selama trimester kedua meliputi hal-hal berikut:

1. Janin menendang, bergerak, dan dapat berbalik dari satu sisi ke sisi lainnya
2. Mata secara berjenjang bergeser ke bagiankecil depan wajah, dan telinga telah bergeser dari leher ke sisi kepala. Janin dapat mendengar bunyi Bunda
3. Zat berwarna putih krem yang disebut vernix mulai muncul pada tubuh janin dan membantu melindungi kulit janin yang tipis. Vernix secara berjenjang diserap oleh kulit, namun sebagian mungkin statis kelihatan pada bayi terlebihlagi setelah lahir.
4. Janin mengembangkan refleks, seperti menelan dan mengisap
5. Janin dapat merespons rangsangan tertentu
6. Plasenta terbentuk sepenuhnya
7. Otak akan mengalami masa pertumbuhan paling krusial mulai dari bulan kelima dan seterusnya
8. Kuku telah tumbuh di ujung jari tangan dan kaki, serta jari-jari tangan dan kaki telah terpisah sepenuhnya
9. Janin menjalani siklus tidur dan bangun
10. Kulit tampak berkerut dan kemerahan, serta tertutup oleh rambut halus dan lembut
11. Rambut mulai tumbuh di imam janin
12. Lemak mulai menumpuk pada tubuh janin
13. Kelopak mata mulai terbuka, serta alis dan bulu mata mulai terlihat
14. Sidik jari tangan dan kaki telah terbentuk
15. Pertumbuhan ukuran dan bermutu janin terus terjadi dengan pesat
16. Minggu ke-130 menandai titik tengah masa kehamilan

Itulah serba-serbi kehamilan di 24 minggu yang perlu diketahui. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads