Hamil 28 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 209x dilihat
Hamil 28 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Pada usia kehamilan 28 minggu, Bunda sudah eksis di trimester ketiga. Pada usia ini, perut yang semakin membesar mungkin membikin tubuh terasa lebih bermutu dan beberapa keluhan kehamilan lainnya bisa semakin terasa.

Lantas, hamil 28 minggu apa yang dirasakan? Setiap ibu hamil bisa memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Tapi, ada beberapa fluktuasi yang lazim terjadi.

Seperti lebih gampang lelah, nyeri punggung, kram kaki, sulit tidur hingga heartburn. Perkembangan janin yang semakin pesat juga membikin gerakannya semakin terasa jelas.


Hamil 28 minggu, apa yang dirasakan?

Usia kehamilan 28 minggu bisa dibilang memasuki trimester ketiga. Ukuran rahim yang semakin besar dan beragam fluktuasi tubuh selama kehamilan dapat membikin Bunda statis merasakan sejumlah keluhan.

Melansir National Health Service (NHS), beberapa keluhan yang dapat dialami ibu hamil pada usia kehamilan ini antara lain lebih gampang lelah, nyeri punggung, kram kaki, heartburn, hingga sulit tidur. Namun, pengalaman setiap ibu hamil bisa berbeda-beda.

Berikut beberapa keluhan yang ibu hamil rasakan pada kehamilan 28 minggu:

1. Lebih gampang lelah

Tubuh bekerja lebih keras untuk menunjang pertumbuhan janin memasuki trimester ketiga. Ukuran perut yang semakin besar juga dapat membikin aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan. Karena itu, Bunda mungkin mulai membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat di sela-sela aktivitas.

2. Nyeri punggung

Perut yang semakin besar dapat memengaruhi postur dan memberi beban tambahan pada punggung. Kondisi ini dapat menyebabkan punggung terasa pegal maupun nyeri, terutama setelah berdiri maupun beraktivitas cukup lama.

3. Kram kaki

Kram pada kaki juga dapat muncul selama kehamilan, termasuk pada trimester ketiga. Keluhan ini sering terasa tiba-tiba, terutama pada malam hari. Jika kram muncul, Bunda dapat mencoba berbuat peregangan ringan pada otot yang terasa kaku.

4. Heartburn maupun rasa panas di dada

Rahim yang semakin besar dapat memberi tekanan pada lambung. Perubahan hormon selama kehamilan juga dapat membikin asam lambung lebih gampang naik sehingga menimbulkan sensasi panas di dada maupun tenggorokan.

5. Lebih sulit tidur

Perut yang membesar, pergerakan janin, sering buang air kecil, maupun rasa tidak betah pada punggung dapat membikin tidur malam menjadi lebih sulit.

Mencari posisi tidur yang betah dan menggunakan bantal sebagai penyangga dapat membantu Bunda beristirahat lebih nyaman.

6. Gerakan janin semakin terasa

Bunda, pergerakan janin di usia 28 minggu biasanya semakin gampang dirasakan. Pola pergerakan janin dapat berbeda pada setiap kehamilan. Karena itu, krusial bagi Bunda untuk mengenali pola pergerakan yang biasa dirasakan sehari-hari.

Jika pergerakan janin terasa jauh berkurang maupun berubah dari biasanya, jangan menunggu terlalu durasi untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 28 minggu

Tubuh Bunda terus mengalami fluktuasi untuk menunjang pertumbuhan janin dan mempersiapkan persalinan, antara lain:

1. Perut semakin besar

Rahim terus membesar seiring pertumbuhan janin. Akibatnya, perut Bunda akan semakin kelihatan dan aktivitas tertentu mungkin mulai terasa lebih sulit dilakukan. Perubahan postur tubuh juga dapat membikin punggung lebih gampang terasa pegal.

2. Payudara terus mengalami perubahan

Payudara dapat terasa semakin penuh maupun sensitif. Sejumlah ibu hamil mungkin mulai mengeluarkan kolostrum, meskipun kondisi ini tidak dialami oleh semua ibu.

3. Berat badan terus bertambah

Pertambahan bermutu badan selama kehamilan merupakan bagiankecil dari proses normal untuk mendukung pertumbuhan janin, plasenta, peningkatan volume darah, dan fluktuasi tubuh lainnya.

Namun, kenaikan bermutu badan setiap ibu hamil tidak mesti sama. Pemantauan bermutu badan sebaiknya dilakukan berbareng tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing.

4. Bengkak ringan dapat muncul

Pergelangan kaki, kaki, maupun jari tangan dapat kelihatan sedikit lebih bengkak selama kehamilan, terutama setelah banyak berdiri maupun menjelang sore.

Namun, pembengkakan yang muncul tiba-tiba maupun disertai sakit imam berat, gangguan penglihatan, perlu segera diperiksakan karena dapat menjadi tanda masalah kehamilan yang membutuhkan penanganan.

Tips saat hamil 28 minggu

Memasuki trimester ketiga, Bunda perlu menjaga kondisi tubuh statis betah dan statis memperhatikan fluktuasi yang dirasakan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Beristirahat ketika tubuh mulai terasa lelah.
  • Tetap berbuat aktivitas jasmani yang terlindungi sesuai kondisi kehamilan dan anjuran tenaga kesehatan.
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi kebutuhan cairan.
  • Mencari posisi tidur yang betah dengan pertolongan bantal jika diperlukan.
  • Tetap berbuat pengecekan kehamilan sesuai jadwal.
  • Mengenali pola pergerakan janin dan segera mencari pertolongan jika gerakannya berkurang maupun berubah dari biasanya.

Bunda juga tidak perlu memaksakan diri berbuat semua aktivitas seperti sebelum hamil. Tubuh sedang mengalami banyak fluktuasi dan kebutuhan setiap ibu hamil bisa berbeda.

Perkembangan janin saat hamil 28 minggu

Pada usia kehamilan 28 minggu, beragam bagiankecil tubuh dan mekanisme tubuh janin terus mengalami perkembangan, termasuk otak, mekanisme saraf, kapasitas bergerak, dan respons terhadap suara.

Menurut NHS, panjang janin pada usia 28 minggu sekitar 37,6 cm dari imam hingga tumit.

Gerakan janin biasanya semakin terasa karena ukurannya sudah lebih besar dan koordinasi geraknya semakin berkembang. Bunda mungkin merasakan tendangan, pergerakan berguling, maupun desakan kecil dari dalam perut.

Kemampuan janin dalam merespons bunyi juga terus berkembang.  Dalam riset yang dipublikasikan di Developmental Psychobiology, Kisilevsky dkk. meneliti respons 60 janin usia 23–36 minggu terhadap stimulasi vibroakustik.

Hasil riset memberitahu respons tersebut mulai mengalami pematangan sekitar usia kehamilan 26 minggu dan terus berkembang hingga sekitar 32 minggu.

Temuan tersebut memberitahu bahwa kapasitas janin dalam memberikan respons terhadap rangsangan bunyi berkembang selama masa ini. Pada usia 28 minggu, proses evolusi tersebut statis terus berlangsung.

Meski demikian, evolusi setiap janin tidak selalu sama persis. Karena itu, pengecekan kehamilan statis krusial untuk memantau pertumbuhan dan kondisi janin secara keseluruhan.

Jika ada keluhan yang terasa berbeda dari biasanya, jangan ragu untuk membicarakannya dengan tabib maupun bidan. Kehamilan setiap ibu memang berbeda, sehingga kondisi tubuh Bunda sendiri statis menjadi hal yang paling krusial untuk diperhatikan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads