Mual dan muntah menjadi indikasi di awal kehamilan yang mengganggu. Bagaimana jika mengandung tapi tidak mual dan muntah, benarkah lebih berisiko keguguran? Ini faktanya.
Kehamilan memang identik dengan morning sickness ya, Bunda. Tetapi kenyataannya, ada juga lho, Bunda mengandung yang tidak mengalami fase tersebut. Kalau Bunda salah satunya, sepertinya tidak perlu cemas berlebihan. Sebab, kasus seperti ini juga banyak dialami wanita di luar sana.
Dalam penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita yang mengalami mual pagi mungkin mempunyai akibat keguguran yang lebih rendah. Penelitian tersebut dipublikasikan di Journal of the American Medical Association dan menemukan bahwa mengalami mual dan mual saat mengandung dikaitkan dengan penurunan akibat kehilangan kehamilan sebesar 50 hingga 75 persen.
Studi tersebut diketahui merupakan studi tunggal dan belum diketahui apakah aspek lain juga dapat memengaruhi hasil untuk kedua golongan wanita tersebut. Hal terpenting adalah jika Bunda tidak mengalami mual pagi, ini tidak berfaedah Bunda mempunyai akibat keguguran yang lebih tinggi seperti dikutip dari laman Tommys.
Sebab, indikasi kehamilan memang sangat bervariasi dari setiap wanita dan setiap kehamilan. Penting untuk diingat bahwa tidak ada yang namanya 'normal'. Penelitian lebih lanjut tentang keguguran selalu diterima, tetapi sangat krusial bagi wanita mengandung yang tidak mengalami mual alias muntah untuk tidak khawatir.
Studi ini hanya menunjukkan sebuah kaitan yang saat ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Jika Bunda mempunyai kekhawatiran tentang indikasi kehamilan, konsultasikan dengan perawat alias master untuk mendapatkan saran lebih lanjut.
Seberapa umum kasus keguguran dalam kehamilan?
Keguguran adalah kehilangan kehamilan selama 24 minggu pertama. Keguguran sering disebut sebagai keguguran awal alias atau keguguran terlambat. Keguguran awal terjadi antara tanggal menstruasi terlewat, hingga 13 minggu kehamilan.
Keguguran awal lebih sering terjadi daripada yang Bunda kira, sering terjadi sebelum ibu menyadari bahwa dia hamil. Akibatnya, banyak kehilangan darah awal terjadi pada ibu yang hanya menganggap perdarahan adalah menstruasi normal.
Sementara, keguguran terlambat terjadi antara minggu ke-14 hingga ke-24 kehamilan. Dan, kasus ini jauh lebih jarang terjadi. Meskipun banyak wanita mengalami keguguran dalam hidupnya, jangan lupa bahwa hanya 1 dari 100 yang mengalami keguguran berulang kali dan kebanyakan besar wanita kemudian mempunyai bayi yang sehat.
Benarkah mengandung tanpa mual muntah, akibat keguguran lebih rendah?
Mengutip dari laman Hehalth.harvad, lebih dari tiga perempat wanita melaporkan mual dengan alias tanpa muntah di awal kehamilan. Mual dan muntah selama kehamilan dapat merusak kenyamanan dan kualitas hidup perempuan. Banyak yang memperkirakan bahwa mual adalah tanda baik yang menunjukkan kehamilan yang sehat, tetapi sampai sekarang, bukti kuat yang mendukung pendapat ini tetap kurang.
Sebuah studi terbaru di JAMA Internal Medicine memberikan pencerahan baru tentang masalah ini. Studi ini sangat kuat lantaran pasien didaftarkan sebelum konsepsi, dan mereka mencatat indikasi mual dan muntah apalagi sebelum mereka tahu bahwa mereka hamil. Desain studi ini dikenal sebagai kohort prospektif dan prakonsepsi.
Perempuan yang berperan-serta dalam studi ini mempunyai satu alias dua kehilangan kehamilan sebelumnya. Hampir dua pertiga wanita melaporkan mual pada minggu kedelapan kehamilan, dan lebih dari seperempat mengalami mual dan muntah. Mual saja alias mual dengan muntah dikaitkan dengan penurunan akibat kehilangan kehamilan sebesar 50 persen hingga 75 persen.
Mual dan muntah selama kehamilan sering disebut morning sickness, tetapi lebih tepat disebut 'mual sepanjang hari' lantaran dapat terjadi kapan saja, termasuk di malam hari. Biasanya mulai pada minggu kedelapan kehamilan dan lenyap pada trimester kedua. Bagi beberapa wanita yang kurang beruntung, kondisi ini berjalan selama beberapa minggu alias bulan.
Tetapi, Bunda tidak perlu khawatir. Sebab, perubahan pola makan dan style hidup dapat membantu meringankannya. Kebanyakan wanita merasa makan roti panggang alias kerupuk di pagi hari, apalagi sebelum bangun dari tempat tidur, adalah trik yang baik, lantaran perut kosong justru memperburuk mual. Demikian pula, menggigit kerupuk secara berkala, minum cairan, dan makan dalam porsi mini dan sering daripada tiga kali besar juga dapat membantu.
Jahe, baik itu yang terbuat dari jahe asli, alias permen jahe telah terbukti dapat meredakan mual. Selain itu, vitamin B6 Suplemen dan doxylamine, obat yang ditemukan dalam obat tidur yang dijual bebas, juga dapat membantu meredakan mual yang muncul. Bunda juga bisa menggunakan obat resep yang menggabungkan vitamin B6 dan doxylamine. Tidak perlu cemas ya, Bunda, kombinasi alias campuran dari obat tersebut kondusif digunakan lantaran obat ini memang kondusif dikonsumsi selama kehamilan.
Jika tetap ragu, konsultasikan perihal tersebut dengan master sehingga Bunda mendapatkan info terbaik sesuai dengan kesehatan kehamilan Bunda. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)