Harga Ram Ddr4 Diprediksi Naik 50%! Bahkan Bisa Lebih Mahal Dari Ddr5?

Jul 10, 2026 07:39 PM - 6 jam yang lalu 301

Jika Anda sedang berencana untuk upgrade RAM alias membeli PC baru dengan platform DDR4, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mempertimbangkannya.

Pasalnya nih guys, menurut laporan dari DigiTimes, nilai DDR4 diperkirakan melonjak lebih dari 50% pada kuartal ketiga (Q3) 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, para analis memperkirakan tren kenaikan nilai ini tetap bakal terus bersambung hingga 2028.

Tapi, kenapa teknologi yang sudah tergolong “lama” justru semakin mahal?

Harga Naiknya Jauh di Atas Prediksi

Nah awalnya, banyak analis memperkirakan bahwa nilai RAM hanya bakal naik sekitar 10 hingga 20 persen saja, namun kenyataannya berbeda, lantaran berasas laporan rantai pasok terbaru, nilai perjanjian chip DDR4 8Gb diproyeksikan naik lebih dari 50% selama Q3 2026, apalagi nomor tersebut tetap bisa berubah lantaran proses negosiasi nilai tetap berlangsung.

Yang artinya, kenaikannya tetap berpotensi lebih tinggi lagi.

AI Merupakan Penyebab Utama

Nah jika ditanya penyebab utamanya, jelas dong Anda sudah tahu semua bahwa AI merupakan penyebab utama, perihal ini lantaran sekarang produsen memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron lebih memprioritaskan produksi memori yang memberikan untung lebih tinggi, seperti HBM (High Bandwidth Memory) untuk GPU AI, DDR5 untuk server dan PC generasi terbaru dan LPDDR5X untuk smartphone flagship.

Imbasnya, kapabilitas produksi DDR4 terus berkurang dan disisi lain, permintaan terhadap DDR4 rupanya tetap sangat tinggi.

Mulai dari PC kelas menengah, workstation, server generasi lama, hingga SSD enterprise tetap banyak yang mengandalkan memori DDR4 dan lantaran permintaan tetap tinggi sementara produksi terus menurun, nilai pun ikut melonjak.

Produsen DDR4 Semakin Sedikit

Selain itu, saat ini sebagian produsen besar sekarang sudah nyaris meninggalkan DDR4, saat ini produksi DDR4 dalam jumlah besar lebih banyak ditopang oleh dua perusahaan asal Taiwan, ialah Nanya Technology dan Winbond.

Sayangnya, kapabilitas produksi keduanya tetap jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

Sementara Samsung sendiri tetap memproduksi DDR4 dalam jumlah terbatas, tetapi sebagian besar hanya dialokasikan untuk mitra upaya jangka panjang.

Untuk akibat bagi pengguna mungkin ini bakal secara langsung dirasanakan bagi perangkat yang tetap menggunakan DDR4, terutama pengguna yang mau berencana upgrade ke kapabilitas yang lebih besar alias mau merakit PC baru dengan jenis RAM tersebut.

Dan meskipun saat ini kabarnya Micron sudah kembali memproduksi DDR4 dan LPDDR4 menggunakan proses manufaktur 1α di fasilitasnya di Virginia, Amerika Serikat. Namun tambahan pasokan tersebut dinilai tetap belum cukup untuk menutupi kekurangan produksi secara global.

Karena itulah banyak analis memperkirakan nilai DDR4, DDR5, apalagi DDR3 tetap bakal berada di level tinggi setidaknya hingga tahun 2028.

Jadi jika Anda mau merakit PC baru, alias upgrade ke RAM kapabilitas besar, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat sebelum akhirnya nilai RAM kembali naik sehingga susah untuk dijangkau.

Nah gimana menurutmu mengenai perihal ini? komen dibawah guys.

Via : Gizchina


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya