Hasil Studi :obat-obatan Selama Kehamilan Berisiko Lebih Tinggi Sebabkan Anak Autisme

May 09, 2026 11:00 AM - 3 hari yang lalu 4120

Bunda, selama mengandung tentu kita perlu memperhatikan banyak hal, salah satunya mengenai penggunaan obat. Bahkan, obat-obatan yang diresepkan untuk ibu mengandung pun tetap berisiko membikin janin lahir dengan gangguan perkembangan saraf, lho. Dalam studi terbaru dikaitkan dengan akibat kelahiran anak autisme.

Obat memang mempunyai faedah untuk kesehatan tubuh. Namun, tidak semua kandungan obat dapat diterima dengan baik oleh ibu hamil, beberapa unsur dalam obat justru dapat berakibat pada kesehatan ibu maupun janin.

Terutama jika beberapa obat digunakan secara bersamaan. Kombinasi obat ini terkadang dapat meningkatkan akibat pengaruh samping alias kondisi yang tidak diinginkan, Bunda. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Nah, salah satu yang menjadi sorotan belakangan ini adalah kelahiran anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) alias autisme. Simak gimana temuan tersebut mengupas keterkaitan antara penggunaan obat selama kehamilan dengan akibat autisme pada anak.

Temuan terbaru mengenai obat-obatan ibu mengandung yang berangkaian dengan autisme pada anak

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Nebraska Medical Center (UNMC) mengonfirmasi hubungan antara penggunaan obat-obatan ibu mengandung dengan autisme pada anak. Penelitian ini setidaknya menganalisis 6,14 juta catatan medis ibu dan anak sejak 2014 hingga 2023.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mengelompokkan obat berasas kegunaan medisnya, tim UNMC memilih untuk mengelompokkan berasas pengaruhnya terhadap jalur pembentukan kolesterol dalam tubuh alias disebut juga biosintesis sterol.

Kelompok obat ini dikenal sebagai penghambat biosintesis sterol (SBIM) yang mencakup beragam jenis obat, seperti antidepresan, antipsikotik, anxiolitik, beta-blocker, dan statin tertentu. Nah, beberapa obat yang termasuk dalam kajian ini antara lain:

  • Aripiprazole
  • Fluoxetine
  • Sertraline
  • Bupropion
  • Trazodone
  • Haloperidol
  • Atorvastatin
  • Simvastatin
  • Rosuvastatin
  • Propranolol
  • Metoprolol
  • Nebivolol
  • Buspirone
  • Cariprazine
  • Pravastatin

Obat-obatan tersebut diketahui banyak diresepkan secara luas di Amerika Serikat, termasuk pada ibu hamil. Berdasarkan informasi UNMC, jika ditotal setidaknya terdapat lebih dari 400 juta resep yang dikeluarkan setiap tahunnya, Bunda.

Pemberian obat selama kehamilan berisiko tinggi terhadap autisme

Hasilnya rupanya cukup mengejutkan, Bunda. Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa ibu mengandung yang diresepkan satu obat dalam golongan SBIM mempunyai kemungkinan 1,47 kali lebih tinggi untuk melahirkan anak yang didiagnosis dengan autisme. 

Risiko tersebut juga meningkat seiring bertambahnya paparan, Bunda. Setiap tambahan penggunaan obat jenis SBIM dapat meningkatkan akibat sekitar 1,33 kali dan bakal mencapai 2,33 kali lebih tinggi, jika empat alias lebih obat digunakan secara bersamaan.

Melansir dari laman resmi penelitian tim UNMC, sekitar 15 persen dari 234.971 anak yang didiagnosis autisme diketahui telah terpapar SBIM sebelum lahir, Bunda. Selain itu, penggunaan obat-obatan pada ibu mengandung juga tercatat meningkat signifikan, yang awalnya hanya 4,6 persen di tahun 2014, sekarang menjadi 16,8 persen per tahun 2023.

Kolesterol juga menjadi aspek pendukung terjadinya gangguan perkembangan janin

Kolesterol mempunyai peran krusial dalam perkembangan janin, terutama pada otak yang mengandung kadar kolesterol tinggi dibanding organ lainnya. Otak janin sendiri diketahui mulai memproduksi sterolnya saat usia kehamilan menginjak 12 sampai 20 minggu.

Gangguan pada bagian ini dapat berakibat serius pada perkembangan bayi, termasuk kondisi sindrom Smith-Lemli-Opitz (SLOS). Sindrom tersebut juga menjadi salah satu karakter yang berangkaian dengan anak yang menderita autisme.

Peneliti menekankan bahwa banyak penggunaan obat yang diresepkan secara bebas dapat memengaruhi kondisi ini. Karena itu, dapat dikatakan bahwa paparan obat selama kehamilan betul-betul dapat memengaruhi perkembangan saraf pada anak, Bunda.

Pentingnya pengawasan terhadap penggunaan obat-obatan pada ibu hamil

Melihat adanya hubungan dengan autisme, penulis utama studi sekaligus dekan dan kepala Institut Munroe-Meyer UNMC, Karoly Mirnics, MD, PhD, menegaskan bahwa temuan ini membuktikan gimana pentingnya pengawasan obat-obatan terhadap ibu hamil.

Menurutnya, masa kehamilan merupakan fase yang sangat sensitif dan perlu perhatian khusus, Bunda. Perubahan sekecil apapun pada proses metabolisme tubuh dipercaya dapat berakibat besar pada perkembangan otak janin.

Para peneliti juga menekankan bahwa ibu mengandung tidak boleh menghentikan alias mengubah pengobatan tanpa pengarahan tenaga medis. Hal ini lantaran beberapa obat dalam golongan SBIM sangat krusial dan berfaedah bagi ibu hamil, jika digunakan dalam dosis yang tepat.

Demikian penjelasan gimana obat-obatan yang digunakan ibu mengandung bisa meningkatkan akibat kelahiran anak autisme. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya