Kincai Media, Angan-angan yang terus dipelihara dalam hati dan pikiran dapat menjadi pintu menuju kemaksiatan. Terlebih ketika gambaran tersebut berulang kali datang hingga berkembang menjadi khayalan batil dan cita-cita batil yang tidak benar, yang pada akhirnya dapat menguasai jiwa serta menjauhkan seseorang dari prinsip kebenaran.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya, Ad-Da' wa ad-Dawa menerangkan bahwa gambaran yang terlintas dalam hati dan pikiran lebih sukar dilepaskan. Ia merupakan permulaan dari kebaikan alias kejahatan, lantaran dari situlah muncul kehendak, angan-angan, dan kemauan yang kuat. Siapapun yang bisa menjaga dan memelihara gambaran yang terlintas dalam hati serta pikirannya, maka dia telah bisa menguasai dirinya dari kemarahan dan hawa nafsu.
Sebaliknya, orang yang dikuasai alias dikalahkan oleh gambaran dalam hati dan pikirannya, maka hawa nafsunya bakal mendominasi hingga dia mudah terjerat dalam kemaksiatan dan kekejian. Terlebih lagi jika gambaran itu terlintas secara berkali-kali dalam hati hingga akhirnya berubah menjadi khayalan batil dan cita-cita yang tidak benar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍۢ بِقِيْعَةٍ يَّحْسَبُهُ الظَّمْاٰنُ مَاۤءًۗ حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَهٗ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا وَّوَجَدَ اللّٰهَ عِنْدَهٗ فَوَفّٰىهُ حِسَابَهٗ ۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ۙ
Wal-lażīna kafarū a‘māluhum kasarābim biqī‘atiy yaḥsabuhuẓ-ẓam'ānu mā'ā(n), ḥattā iżā jā'ahū lam yajidhu syai'aw wa wajadallāha ‘indahū fa waffāhu ḥisābah(ū), wallāhu sarī‘ul-ḥisāb(i).
Orang-orang yang kufur, kebaikan perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar. Orang-orang yang dahaga menyangkanya air, hingga andaikan dia mendatanginya, dia tidak menjumpai apa pun. (Sebaliknya,) dia mendapati (ketetapan) Allah (baginya) di sana, lampau Dia memberikan kepadanya kalkulasi (amal-amal) dengan sempurna. Allah sangat sigap perhitungan-Nya. (QS An-Nur Ayat 39)