Hemat Air dalam Islam: Teladan Nabi Muhammad untuk Ibadah

Intisari Islam Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 1023x dilihat
Hemat Air dalam Islam: Teladan Nabi Muhammad untuk Ibadah

Lahan padi mulai mengering akibat kekurangan air di daerah Aceh Besar, Kamis (23/7/2026). Kekeringan berkepanjangan menyebabkan kerugian bagi para petani di daerah tersebut.

 Bencana kekeringan tengah melanda banyak daerah di Nusantara. Kemarau panjang membuat warga kesulitan air bersih, termasuk umat Islam yang memerlukan air untuk beribadah; oleh karena itu imbauan hemat air semakin penting meski beberapa lokasi masih memiliki sumber air.

Ajaran Islam sejak era Nabi Muhammad SAW telah memberi pedoman hidup hemat air, terutama saat berwudhu dan mandi wajib.Pakar pengetahuan tafsir dan norma Islam, Prof KH Ahsin Sakho Muhammad menyampaikan bahwa Islam melarang umatnya berlebih-lebihan termasuk dalam menggunakan air.

Kiai Ahsin menerangkan bahwa pelajaran dalam menghemat air adalah ketika Rasulullah SAW berwudhu hanya menggunakan air sebanyak satu mud alias atau sekitar satu botol air mineral ukuran 600 mililiter.

Ketika melakukan mandi wajib,  Rasulullah SAW hanya menggunakan air sebanyak sha alias empat mud. Karena itu, Nabi Muhammad sudah jauh-jauh hari memberi contoh kepada umatnya untuk irit air.

Kiai Ahsin mengajak umat Islam bersyukur Islam hadir di lingkungan yang kerap terbatas air, sehingga ajaran menjadi relevan, termasuk ketentuan tayamum ketika air benar-benar tidak tersedia.

Bayangkan jika Rasulullah turun di daerah dengan air yang melimpah. Bisa saja, umat Islam kesulitan dalam menerapkan hemat air ini.

Meski demikian, Rasulullah pun tetap mengingatkan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan air meski air yang tersedia melimpah. Hal ini yang terjadi di Indonesia, meski air melimpah hendaknya penduduk tetap menggunakan air sesuai dengan kebutuhan.

Artikel Lainnya Intisari Islam

Bagikan Postingan