Perjumpaan dengan Allah: Rindu yang Meneladani Rasulullah

Intisari Islam Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 1 menit 1021x dilihat
Perjumpaan dengan Allah: Rindu yang Meneladani Rasulullah

Di antara nikmat terbesar yang Allah SWT siapkan bagi seorang mukmin adalah kesempatan untuk mengalami perjumpaan dengan Allah.

Bagi orang yang benar-benar mengenal Allah, kehidupan di dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan menuju pertemuan agung yang dinantikan.

Karena itulah, kerinduan untuk berjumpa Allah menjadi salah satu ciri orang yang memiliki keagamaan mendalam.

Kerinduan ini bukan khayalan kosong atau keinginan melarikan diri dari realitas; ia lahir dari cinta, ma'rifat, dan keyakinan yang teguh kepada Allah.

Semakin seseorang mengenal Rabb-nya, semakin besar pula hasratnya untuk berjumpa dengan-Nya.

Tidak mengherankan jika para nabi dan rasul, manusia pilihan yang paling mengenal Allah, termasuk mereka yang paling rindu terhadap perjumpaan dengan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

ما مِن نبيٍّ إلَّا وقد خُيِّرَ بينَ الدُّنيا وبينَ ما عِندَ اللَّهِ، فاختارَ ما عِندَ اللَّهِ

"Tidak ada seorang nabi pun selain telah diberi pilihan antara bumi dan apa yang ada di sisi Allah, lampau dia memilih apa yang ada di sisi Allah." (HR Al-Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa saat menjelang kewafatan, para nabi diberi pilihan oleh Allah antara melanjutkan kehidupan di dunia atau berangkat menuju kehidupan di sisi-Nya; dan seluruh nabi memilih untuk berjumpa dengan Allah tanpa ragu.

Artikel Lainnya Intisari Islam

Bagikan Postingan