Selama ini, mungkin Bunda mengira bahwa masalah pada gigi anak hanya sebatas gigi berlubang alias kebiasaan sikat gigi yang buruk. Namun, siapa sangka, masalah gigi dan mulut dapat memengaruhi kesehatan jantung, apalagi sejak anak tetap kecil, lho.
Para mahir menyebut, kesehatan mulut yang kurang terjaga dapat memicu beragam masalah kesehatan yang lebih serius. Hal ini terjadi lantaran mulut merupakan tempat tinggal beragam macam kuman yang rentan berkembang dan menimbulkan infeksi.
“Setiap orang mempunyai kuman yang hidup di mulut mereka. Hal tersebut memang normal, tetapi bakal menjadi masalah jika kuman yang berkembang sudah di luar kendali,” kata ashli kardiolog anak, Nicholas Dreger, MD, dikutip dari laman Loma Linda University.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan sejumlah penelitian, kuman yang menginfeksi mulut diketahui dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyerang jantung, Bunda. Temuan ini tentunya menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap kondisi gigi dan mulut anak.
Untuk memahaminya lebih lanjut, simak gimana hubungan kondisi gigi anak saat mini dengan kesehatan jantungnya berikut ini, Bunda.
Bagaimana kesehatan gigi anak dapat memengaruhi jantung?
Masuknya kuman yang menginfeksi mulut ke dalam aliran darah dapat terjadi pada saat anak mengalami gigi berlubang, radang gusi, alias apalagi menyikat gigi saat kondisi mulut sedang tidak sehat. Kondisi ini umumnya bakal diperparah jika kekebalan tubuh anak sedang menurun, Bunda.
Pada anak dengan kondisi tubuh yang sehat, biasanya sistem imun dapat mengatasi kuman tersebut. Namun, pada beberapa anak dengan kondisi kesehatan khusus, kuman ini dapat menempel pada bagian jantung yang rentan dan menyebabkan jangkitan serius.
Salah satu jangkitan serius yang dapat terjadi adalah endokarditis alias jangkitan pada lapisan dalam jantung, Bunda. Jika anak terkena jangkitan ini, penanganan yang diberikan cukup intensif, seperti pemberian antibiotik dalam jangka panjang hingga tindakan medis lanjutan.
“Infeksi endokarditis dapat memerlukan antibiotik intravena selama berminggu-minggu, rawat inap yang lama, dan terkadang apalagi operasi jantung berulang. Meski jarang terjadi, kondisi ini dapat berakibat serius bagi penderitanya,” jelas Dreger.
Tidak hanya itu, sebaliknya, kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak awal juga membawa pengaruh pada kesehatan jangka panjang, Bunda. Beberapa penelitian lain menunjukkan, kesehatan mulut yang jelek dapat meningkatkan akibat penyakit kardiovaskular di masa dewasa.
Misalnya, penyakit gusi dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berasosiasi dengan penyumbatan pembuluh darah. Bahkan, jangkitan mulut yang tidak ditangani dengan baik sejak mini dapat memperbesar akibat penyakit jantung di kemudian hari.
Kondisi anak seperti apa yang berisiko lebih tinggi?
Meskipun jangkitan dan masuknya kuman ke dalam aliran darah dapat terjadi pada siapa saja, beberapa anak dengan kondisi unik dapat memperkuat risiko-risiko tersebut. Berikut penjelasannya, dikutip dari laman Care Quest:
- Memiliki penyakit jantung bawaan: Anak yang mempunyai abnormal jantung bawaan jauh lebih rentan untuk mengalami akibat tersebut.
- Menderita penyakit gusi: Sebanyak 28 persen orang yang menderita penyakit gusi lebih berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan orang yang tidak mempunyai masalah kesehatan gigi.
- Infeksi virus HPV: Orang dengan jangkitan human papillomavirus (HPV) mempunyai kesehatan mulut yang lebih buruk. Maka dari itu, mereka sangat rentan terkena serangan jantung.
- Pernah menjalani operasi jantung: Meskipun tidak semua anak dengan riwayat operasi jantung menghadapi akibat tinggi, sering kali mereka mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah dan membuatnya sangat rentan.
Cara menjaga kesehatan jantung yang dimulai dari kesehatan gigi
Dreger menyarankan beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan gigi anak sejak kecil. Berikut tipsnya:
- Bunda dapat membiasakan anak untuk menyikat gigi secara rutin, minimal dua kali sehari
- Bunda dapat mengajarkan anak untuk menggunakan benang gigi dengan betul jika diperlukan
- Bunda dapat membatasi anak untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis
- Rutin membujuk anak memeriksakan gigi ke dokter
Demikian penjelasan mengenai kondisi gigi anak saat mini dengan kesehatan jantung, serta beragam risikonya andaikan tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·