Ayah Penyekap Perempuan Bandung Akui Manjakan Taufik Hidayat Karena Dianggap Lebih Ganteng Dari Saudaranya

Jun 27, 2026 09:00 AM - 1 hari yang lalu 1509

Jakarta -

Sosok laki-laki berjulukan Taufik Hidayat tengah menjadi sorotan publik selama beberapa minggu belakangan, Bunda. Taufik adalah laki-laki yang dituding melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya YTR, selama tiga tahun.

Setelah sempat buron, Taufik sukses diamankan pihak berkuasa di area Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/26) malam. Pria 30 tahun ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Jawa Barat.

Tak lama setelah diamankan, family Taufik akhirnya buka suara. Ayah Taufik, Tata, mengungkap kehidupan sang putra yang sebelumnya tak pernah dibagikan ke publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Taufik adalah anak kesayangan ayahnya

Taufik adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ibunda Taufik diketahui telah meninggal bumi diduga lantaran mengalami tekanan mental alias stres.

Taufik merupakan anak kesayangan dari ayahnya. Menurut sang ayah, Taufik disayang lantaran mempunyai paras yang tampan jika dibandingkan saudara-saudara kandungnya.

"Benar (paling) disayang," kata Tata kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Ganteng gitu lah, beda dari yang (saudara) lain," sambungnya, dikutip dari YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL. Tim Kincai Media telah meminta izin untuk mengutip konten ini.

Dalam podcast berbareng Dedi Mulyadi, Tata juga secara terbuka mengakui bahwa dirinya memanjakan anak ketiganya itu. Tata apalagi suka memihak Taufik saat berantem dengan orang lain.

"Di antara ketiga anak laki-laki, ini (Taufik) paling ganteng. Karena paling ganteng, sehingga oleh bapak selalu dibela. Waktu mini jika berantem sama orang, bapak belain ya?" tanya Dedi.

"Iya," jawab Tata singkat.

Saat tetap tinggal berbareng ayahnya, Taufik diketahui pernah melakukan kekerasan pada Tata. Saat itu, Taufik memukul sang ayah dengan kayu lantaran lapar.

"Pernah dipukul kepala pakai kayu. Waktu itu saya sedang bekerja di sawah. Dia lagi di rumah, nganggur. Mau makan, enggak ada ikan. Saat itu, ibunya sudah tidak ada," ungkap Tata.

"Dia datang ke sawah, langsung pukul. Untung saya ada kawan dua orang, jadi ditolong. Habis itu dia kabur mungkin selama satu minggu, lampau kembali dan minta maaf sembari nangis," sambungnya.

Mendengar pengakuan Tata, Dedi Mulyadi berceletuk tentang perilaku Taufik yang sering dimanja oleh ayahnya. Menurut Dedi, sikap sang ayah yang selalu mengampuni merupakan gambaran bahwa Taufik memang anak yang dimanja.

"Ya lantaran itu, jika sampai orang tua dipukul oleh anaknya pakai kayu dan orang tuanya memaafkan, itu cermin anak dimanja," kata Dedi.

Taufik ditangkap dan ungkap argumen lakukan penyekapan

Taufik saat ini sudah diamankan oleh pihak berwajib. Pria asal Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini telah mengakui bahwa seluruh perbuatannya dilakukan di bawah pengaruh alkohol.

"Semua yang dia lakukan dia mengakui dan dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal, lantaran ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu. Setiap hari ini konsumsi alkohol, selalu berdebat dan bercekcok dengan kekasihnya, dan terjadilah penganiayaan seperti itu," kata Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan, dikutip dari detikcom.

Setelah kejadian tersebut, Taufik sempat melarikan diri ke Tangerang. Namun, dia tidak memperkuat lama di kota itu dan memutuskan kembali ke Jawa Barat hingga akhirnya ditangkap.

Polisi sukses melacak keberadaan Taufik setelah memantau kegiatan transaksinya. Sebelum dibawa ke Mapolda Jabar, Taufik sempat diamankan di Polsek Majalaya untuk menjalani pemeriksaan awal dan tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan Taufik negatif mengonsumsi narkotika.

Menurut Rudi, Taufik mengaku merasa takut selama dalam pelarian dan terus dihantui oleh rasa berprasangka terhadap orang-orang di sekitarnya, Bunda.

"Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang berkepentingan sempat beranjak ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung, dan merasa tidak aman, dan kembali lagi ke Jawa Barat," ujar Rudi.

"Kami sempat menanyakan juga bahwa yang berkepentingan juga merasa takut, berprasangka sama semua orang, dan tidak tahu mau ke mana, dan akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap itu," lanjutnya.

Kondisi korban penyekapan dan penganiayaan

Korban YTR hingga sekarang tetap menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak family mengatakan bahwa YTR mulai menunjukkan semangat untuk pulih dan bisa diajak berkomunikasi. Meski begitu, family tetap menjaga kondisi psikis korban.

"Kondisi korban sudah bagus. Dia sudah semangat lagi. Komunikasi sudah lancar. Tapi untuk gimana-gimananya kita tetap jaga mental," kata tante YTR, Erni.

Dalam keterangannya, Erni meminta agar pelaku bisa dijatuhi balasan yang maksimal. Pasalnya, kondisi bentuk korban YTR sekarang mengalami akibat permanen akibat penganiayaan dan penyekapan.

"Kami mau pelaku di norma seberat-beratnya. Masa depan (korban) tetap panjang, dia baru 29 tahun. Keponakan saya sudah cacat. Kondisinya mengkhawatirkan," ungkap Erni.

(ank/fir)

Selengkapnya