11 Ucapan Orang Tua Yang Membantu Anak Tumbuh Lebih Cerdas

Jun 28, 2026 04:40 PM - 2 jam yang lalu 94

Jakarta -

Membesarkan anak yang pandai secara emosional bisa dimulai dari contoh yang diberikan orang tua. Sikap seperti menunjukkan empati kepada orang lain dapat menjadi pelajaran yang baik bagi anak.

Hal yang sama juga bertindak dalam membesarkan anak-anak dengan IQ tinggi. Orang tua yang senang belajar, mempunyai rasa mau tahu, dan terbuka terhadap hal-hal baru turut menjadi contoh kebiasaan belajar pada anak.

Sebab itu, anak yang tumbuh dengan keahlian berpikir yang baik sering mendengar kalimat-kalimat tertentu sejak kecil. Dengan ini, mereka belajar menyelesaikan masalah, mencari jawaban, dan memandang sesuatu dari beragam perspektif pandang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Anak pun diajak untuk berpikir lebih jauh dan tidak hanya memilih jalan yang paling mudah. Melalui ucapan yang disampaikan secara konsisten, orang tua membantu anak mengembangkan langkah berpikir yang lebih luas.

Inilah mengapa, beberapa kalimat tertentu dianggap bisa mendukung anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih cerdas. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Ucapan orang tua yang membantu anak tumbuh lebih cerdas

Orang-orang yang mempunyai keahlian berpikir yang baik rupanya kerap mendengar beberapa kalimat sejak mereka tetap kecil. Simak penjelasan selengkapnya yang dikutip dari laman Your Tango:

Orang tua yang membantu anak tumbuh pandai membiasakan anak untuk bertanya dan mencari tahu lebih jauh tentang banyak hal. Saat membahas sesuatu, Bunda dapat membujuk Si Kecil mencari tahu argumen alias makna di baliknya.

Karena terbiasa berpikir sejak kecil, banyak orang yang pandai tidak langsung menjawab pertanyaan. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah studi tentang kecerdasan, anak memilih untuk meluangkan waktu sejenak, seperti yang dulu diajarkan orang tua mereka.

2. "Mari kita lakukan bersama-sama"

Belajar bekerja sama dengan orang lain merupakan salah satu keahlian yang dimiliki orang-orang cerdas. Selain bisa menyelesaikan masalah sendiri, anak juga terbiasa berbincang dengan orang di sekitarnya.

Dengan membujuk anak mengerjakan sesuatu bersama, Bunda dapat mengajarkan mereka untuk menghargai pendapat orang lain. Menurut pembimbing kehidupan asal Amerika Serikat, Kathryn Brown Ramsperger, anak yang suka belajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kitab dan sekolah saja, tetapi juga dari orang-orang di sekitarnya.

3. "Coba dipikirkan terlebih dahulu"

Daripada langsung membantu menyelesaikan masalah anak, orang tua biasanya membujuk mereka menggunakan pikirannya sendiri. Bunda bisa memberi anak waktu untuk berpikir agar keahlian berpikir mereka terlatih sejak dini.

Dengan melakukan ini, anak pun tidak mudah percaya pada semua info yang mereka dengar alias baca. Mereka condong mencari tahu lebih jauh dan membikin pendapat sendiri saat menemukan perihal yang belum diketahui.

4. "Yuk, kita baca buku!"

Berdasarkan sebuah studi dari Developmental Science, anak yang terbiasa membaca kitab berbareng orang tuanya mempunyai kosakata dan keahlian memahami referensi yang lebih baik.

Meski kerap dianggap sepele, kebiasaan ini rupanya memberi faedah jangka panjang bagi anak. Banyak orang yang tumbuh pandai mengaku sejak mini sering diajak orang tuanya untuk membaca buku.

5. "Tidak apa-apa jika melakukan kesalahan"

Orang yang mempunyai rasa mau tahu tinggi biasanya tidak takut mencoba perihal baru alias menghadapi situasi yang belum pernah dialami. Dalam perihal ini, Bunda bisa mengajarkan anak bahwa membikin kesalahan itu boleh saja dalam proses belajar.

Sejak kecil, anak diajarkan bahwa kesalahan bukan sebagai tanda kelemahan, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang, Bunda.

6. "Bicarakanlah"

Saat anak diminta mengucapkan alias membahas sesuatu, mereka mungkin kurang nyaman pada awalnya. Padahal, kebiasaan berbincang alias menjelaskan sesuatu berangkaian dengan keahlian berpikir yang lebih baik.

7. "Pelan-pelan saja"

Bunda perlu tahu bahwa orang yang pandai tidak terburu-buru saat mengambil keputusan alias memberikan jawaban. Sejak kecil, mereka terbiasa diberi waktu untuk berpikir tanpa segera menjelaskan alias membuktikan.

Maka dari itu, Bunda bisa membujuk anak untuk berakhir sejenak dan memikirkan sesuatu sebelum bereaksi.

8. "Tidak selalu ada satu jawaban yang benar"

Alih-alih mengajarkan bahwa semua perihal hanya mempunyai satu jawaban yang pasti, orang tua dari anak-anak pandai justru menerapkan langkah yang berbeda. Bunda bisa membujuk anak untuk mempunyai pendapat sendiri sekaligus mengajaknya berdiskusi.

Anak bakal belajar jika pendapat dapat berubah seiring bertambahnya pemahaman. Rasa mau tahu dan keberanian untuk berbincang dengan orang yang mempunyai pandangan berbeda pun jadi salah satu tanda kecerdasan.

9. "Ajukan pertanyaan yang baik"

Meski membujuk anak mencoba perihal baru dan keluar dari area nyamannya, orang tua yang membesarkan anak pandai juga mengajarkan pentingnya mengusulkan pertanyaan yang baik.

Sejak kecil, anak dibiasakan untuk mencari tahu akar dari suatu masalah dengan mengusulkan pertanyaan. Mereka juga terbiasa membahas beragam topik berbareng orang tua, termasuk hal-hal yang cukup rumit.

10. "Kita bisa membicarakannya"

Baik tentang masalah yang terjadi di sekitar maupun cerita yang anak alami di sekolah, orang tua dari anak-anak pandai memberi ruang untuk membahas hal-hal yang susah di rumah.

Menurut terapis family dari California, Mary Kay Cocharo, anak-anak dengan keahlian berpikir yang baik tumbuh di lingkungan yang terbiasa melakukan percakapan mengenai banyak hal.

Orang tua tidak membikin "pembatas" untuk sesuatu yang mereka anggap terlalu "sulit" alias "serius" untuk dibahas, tetapi membiarkan anak-anak menemukan jalan mereka sendiri.

11. "Izinkan Bunda membantu kamu"

Alih-alih langsung menyelesaikan semua masalah anak, orang tua yang membesarkan anak pandai memilih untuk mendampingi mereka. Daripada mengambil alih, Bunda dapat berbicara bahwa Bunda siap membantu agar anak merasa support dari orang tuanya.

Saat dewasa, mereka tidak hanya lebih percaya diri dalam berpikir dan mengambil keputusan, tetapi juga bisa bekerja sama dan berasosiasi dengan orang lain dengan baik ketika menghadapi situasi yang sulit.

Itulah penjelasan mengenai beberapa ucapan orang tua yang dapat membantu anak tumbuh lebih cerdas. Semoga dapat memberi manfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya