Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil Di Balik Kasus Taylor Parker Yang Diangkat Di Netflix

Jun 28, 2026 04:20 PM - 2 jam yang lalu 87

Jakarta -

Film dokumenter Netflix berjudul Maternal Instinct tengah mencuri perhatian publik. Film yang rilis pada 12 Juni 2026 ini mengangkat kisah wanita berjulukan Taylor Parker yang dengan sengaja memalsukan kehamilannya, Bunda.

Tak hanya berpura-pura hamil, Taylor juga nekat menghilangkan nyawa seorang ibu untuk mencuri bayinya. Ia menggunakan bayi itu untuk memulai ketidakejujuran yang baru.

Awal mula Taylor Parker berpura-pura hamil

Dilansir People, kisah ketidakejujuran Taylor dimulai pada tahun 2019 saat dia berkencan dengan laki-laki berjulukan Wade Griffin. Hanya beberapa minggu setelah berpacaran, Taylor mengaku pada Wade bahwa dia mengandung anak kembar. Namun, lantaran sebuah kecelakaan yang 'aneh', Taylor kehilangan bayi-bayinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Suatu ketika, Taylor merasa hubungannya dengan Wade mulai menjauh. Pada awal tahun 2020, Taylor tiba-tiba memberi tahu Wade tentang buletin kehamilannya. Tak sampai di situ, Taylor apalagi mengaku bakal melahirkan di bulan September.

Wade percaya dengan buletin kehamilan ini. Pasalnya, dia sering memandang Taylor mengalami morning sickness hingga menghabiskan waktu berjam-jam di bilik mandi.

Seiring berjalannya waktu, 'kehamilan' Taylor mulai terlihat dengan perutnya yang semakin membesar. Taylor juga meyakinkan kehamilannya dengan memamerkan hasil USG, yang rupanya dipesannya secara online.

"Dia sangat mudah dipercaya. Apa pun yang saya tanyakan, dia selalu punya jawaban. Dia selalu punya jawaban untuk segalanya, serta punya argumen dan langkah untuk mempercayai persis apa yang dia katakan kepada saya. Dia juga punya arsip pendukung untuk semuanya," kata Wade, melansir dari laman The Tab.

Selama 'kehamilan', Wade tidak bisa menemani Taylor untuk konsultasi ke master lantaran pembatasan COVID-19. Semakin dekat dengan tanggal persalinan, Wade mulai membeli banyak perlengkapan bayi dan telah memilih nama Clancy Gayle untuk bayinya yang diakui berjenis kelamin perempuan.

Taylor juga sempat mengadakan kegiatan gender reveal sebelum 'melahirkan'. Di kegiatan ini, mantan kawan Taylor, ialah McKenzie Bright, mengungkap keraguannya pada kehamilan wanita 27 tahun itu. Pasalnya, Taylor pernah mengaku tidak bisa mengandung lagi lantaran menjalani histerektomi setelah melahirkan kedua anaknya.

Menghilangkan nyawa kawan yang sedang hamil

Untuk memuluskan 'kehamilannya', Taylor melakukan tindakan nekat. Ia menghilangkan nyawa temannya Reagan Simmons-Hancock, yang saat itu sedang hamil.

Melansir dari laman Netflix, Taylor pertama kali berjumpa Reagan pada September 2019, ketika dia memotret pernikahan Reagan sebagai bagian dari upaya sampingan. Setelah pernikahan, keduanya sering bertemu, dan Reagan menyambut kehadiran Taylor dengan tangan terbuka. Menurut kawan dan family yang diwawancarai dalam movie dokumenter, Reagan apalagi menunjukkan simpati ketika orang-orang mempertanyakan kehamilan Taylor.

Pada awal Oktober 2020, Reagan yang tengah mengandung 35 minggu, menghabiskan waktu berbareng dengan Taylor. Di hari itu, Taylor melancarkan aksinya untuk menghabisi nyawa Reagan dengan sadis.

Menurut laporan, Parker menggunakan pisau bedah untuk mengeluarkan bayi di dalam kandungan Reagan. Parker mengangkat bayi itu ke arah Reagan dan berbisik, "Ucapkan selamat tinggal pada ibumu."

Tak lama setelah melakukan kejahatan, Taylor pergi dari tempat kejadian dan menelepon jasa 911. Saat itu, bayi Reagan sudah dalam kondisi lemah dan pucat di dalam mobil Taylor.

Saat kejadian, petugas berkuasa menghentikan mobil Taylor yang ngebut dan dianggap mengemudi secara ugal-ugalan. Namun, Taylor mengaku pada petugas jika dia baru saja melahirkan.

Bayi yang sudah di tangan Taylor lampau dilarikan ke rumah sakit setempat. Sayangnya, nyawa bayi itu tidak dapat diselamatkan, Bunda.

Taylor sendiri ikut dilarikan ke rumah sakit setelah mengaku baru melahirkan. Namun, master tidak menemukan bukti bahwa Taylor telah melahirkan seorang bayi.

Dalam interogasi dengan polisi dan dokter, Taylor terus-menerus mengatakan perihal yang asing seperti, "Saya tidak membunuh siapa pun." Tak hanya itu, Taylor juga terus mengaku bahwa bayi yang meninggal itu adalah anaknya.

Taylor dijatuhi balasan mati

Taylor akhirnya dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan Reagan. Sebulan kemudian, dia dijatuhi balasan mati. Menurut laporan, Reagan dibunuh secara sadis oleh Taylor dengan bukti 15 luka tusukan dan 98 luka sayatan.

Pada tahun 2025, Pengadilan Banding Pidana Texas menguatkan vonis dan balasan pembunuhan berencana terhadap Taylor Parker. Bunda dua anak ini terus melanjutkan upaya bandingnya yang tersisa.

Saat ini, dia diketahui adalah wanita termuda yang berada di daftar terpidana meninggal di Texas, dan belum ada tanggal yang ditetapkan untuk eksekusinya.

Taylor rupanya pernah melakukan ketidakejujuran yang sama

Taylor rupanya pernah melakukan ketidakejujuran yang sama soal kehamilan. Hal itu diungkap dalam arsip pengadilan yang disampaikan jaksa penuntut.

"Terdakwa telah memalsukan beberapa kehamilan sebelumnya, termasuk kehamilan tiruan dengan Hunter Parker (mantan suaminya), dua kehamilan tiruan antara Hunter Parker dan Wade Griffin, dan kehamilan tiruan dengan anak kembar ketika dia pertama kali berjumpa Wade Griffin," demikian isi dokumen.

Wade sendiri memberikan rincian saat Taylor pertama kali mendusta kepadanya tentang kehamilan. Ia bersaksi bahwa Taylor pernah mengatakan jika wanita itu 'hampir hamil' dan bahwa mereka bakal mempunyai anak kembar.

Dalam pembuktian di pengadilan, siasat Taylor dalam mendusta juga dibongkar. Bukti pengadilan mengungkapkan isi pencarian online Taylor, ialah 'pesan perut silikon kehamilan murah', 'adopsi bayi baru lahir', 'cara menemukan ibu kandung' dan 'video operasi caesar'.

Demikian kisah kebenaran mengejutkan di kembali kasus Taylor Parker yang diangkat di Netflix.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya