Jakarta -
Tidak semua kebiasaan jelek betul-betul berakibat negatif. Salah satunya kecenderungan memikirkan banyak perihal secara mendalam yang sering kali dicap sebagai sikap berlebihan alias terlalu rumit dalam menyikapi suatu keadaan.
Padahal, dalam beberapa situasi, kebiasaan itu justru dapat menunjukkan keahlian seseorang dalam memahami perasaan, membaca kondisi sosial, serta mempertimbangkan beragam perspektif pandang sebelum bertindak.
Kemampuan ini merupakan bagian dari kepintaran emosional yang membantu seseorang merespons keadaan dengan lebih bijaksana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, ada sejumlah perilaku yang sekilas terlihat seperti ‘kebiasaan buruk’, tetapi sebenarnya bisa menjadi tanda tingginya kepintaran emosional. Lantas, apa saja tandanya yang bisa Bunda kenali? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Cara mengenali orang dengan kepintaran emosional dari kebiasaan buruk
Dilansir Psychology Today, berikut beberapa kebiasaan jelek yang justru menunjukkan kepintaran emosional seseorang:
1. Sering mengingat dan memikirkan kembali percakapan
Banyak orang pernah mengulang kembali percakapan di dalam pikirannya setelah sebuah obrolan selesai. Mereka mencoba mengingat apa yang dikatakan musuh bicara, gimana nada suaranya, alias apakah respons yang diberikan sudah tepat.
Sekilas, mungkin kebiasaan ini terlihat seperti overthinking. Padahal, orang dengan kepintaran emosional tinggi sering melakukan perihal tersebut lantaran mau memahami emosi orang dengan lebih baik.
Mereka mencoba menangkap pesan yang mungkin terlewat, menilai apakah ucapannya menyinggung, alias memahami argumen di kembali respons musuh bicara.
Kebiasaan ini membantu mereka mengembangkan empati dan keahlian memandang suatu situasi dari perspektif pandang orang lain. Namun, ada perbedaan antara refleksi yang sehat dan terus-menerus menyalahkan diri sendiri.
Refleksi bermaksud untuk belajar dari pengalaman, sedangkan terlalu larut dalam penyesalan biasanya tidak menghasilkan solusi.
2. Terlihat terlalu banyak memikirkan keputusan
Bunda, sebagian orang mungkin lama berpikir sebelum akhirnya menentukan keputusan. Mereka mempertimbangkan beragam kemungkinan dan gimana pilihannya bakal memengaruhi orang lain.
Orang dengan kepintaran emosional tinggi sering melakukan perihal ini. Sebelum mengirim pesan sensitif, menyampaikan kritik, alias menyelesaikan konflik, mereka mencoba membayangkan beragam reaksi yang mungkin bakal muncul.
Mereka bukan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga dampaknya terhadap keluarga, teman, pasangan, alias rekan kerja.
Dari luar, sikap ini bisa terlihat seperti ragu-ragu alias kurang tegas. Namun sebenarnya, mereka sedang mempertimbangkan akibat emosional dari tindakan yang bakal diambil.
Mereka berhati-hati lantaran peduli terhadap emosi orang lain, bukan lantaran takut mengambil keputusan.
3. Sering menganalisis emosi sendiri
Kebiasaan jelek lainnya dari orang dengan kepintaran emosional yang tinggi adalah terlalu memikirkan reaksi emosional diri sendiri.
Misalnya, seseorang menyadari bahwa dia tiba-tiba merasa jengkel saat rapat alias merasa tidak nyaman setelah berjumpa seseorang. Alih-alih mengabaikan emosi tersebut, mereka bakal mencari penyebabnya.
Mereka bertanya pada diri sendiri, “Mengapa saya merasa seperti ini?”. Kemampuan mengenali dan memberi nama pada emosi membantu seseorang mengelola perasaannya dengan lebih baik.
Ketika memahami sumber emosionalnya, mereka condong merespons secara tenang dan bijak dibanding bereaksi secara impulsif.
Mereka tidak menekan emosi yang tidak nyaman, tetapi berupaya memahaminya agar bisa mengambil tindakan yang lebih di kemudian hari.
Nah, itulah beberapa kebiasaan jelek yang sering dilakukan orang dengan kepintaran emosional tinggi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·