Jakarta -
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat agar tidak terlalu cemas mengenai kemunculan Hantavirus jenis Andes Virus yang sempat dilaporkan merebak di MV Hondius.
Pasalnya, hingga saat ini Andes Virus yang diketahui dapat menular antarmanusia belum ditemukan di Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengungkapkan adanya 23 kasus Hantavirus yang tercatat di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.
Meski demikian, kasus yang ditemukan didominasi oleh jenis Seoul Virus, bukan Andes Virus. Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof Dr. dr. Dominicus Husada, SpA, SubspIPT, menilai masyarakat tidak perlu panik terhadap masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, situasi di Indonesia tetap berbeda lantaran jenis virus yang ditemukan bukan Andes Virus. Ia mengatakan bahwa penyakit seperti balang dan difteri dinilai tetap jadi persoalan yang memerlukan perhatian khusus, Bunda.
IDAI ingatkan difteri dan balang tetap jadi masalah di Indonesia
Dokter Dominicus mengaku prihatin lantaran kasus jangkitan di Indonesia tetap cukup tinggi, Bunda. Menurutnya, tenaga dan sumber daya kesehatan sebaiknya difokuskan untuk menangani masalah yang lebih mendesak.
"Karena yang membikin saya prihatin, saat ini rumah kita ini sedang terbakar, kasus-kasus jangkitan di Indonesia ini begitu banyaknya dan kita tidak mempunyai sumber daya yang cukup untuk mengatasinya," ungkap dr. Dominicus, dikutip dari laman detikcom, Senin (11/05/2026).
Ia menjelaskan bahwa hingga sekarang penyakit seperti balang dan difteri yang berakibat besar hingga sekarang tetap belum tertangani dengan maksimal, meski sudah berjalan selama bertahun-tahun.
Karena itu, masyarakat maupun pemerintah tidak perlu terlalu cemas terhadap Hantavirus. Ia mengatakan akibat penyebaran penyakit tersebut dapat ditekan selama masyarakat tetap menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.
"Saya sebagai orang jangkitan bakal mengatakan bahwa kita tidak perlu takut juga dan kita tidak perlu mengeluarkan begitu banyak sumber daya terhadap sesuatu yang risikonya bagi kita itu sebetulnya tidak sangat besar," ujar dr. Dominicus.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·