Ini Perbedaan Busana Ke Kantor Antara Gen Z, Millennial, Gen X, Dan Boomers

Jun 11, 2026 06:50 AM - 2 minggu yang lalu 19967

Jakarta -

Bunda, bumi kerja mengalami banyak perubahan sejak pandemi COVID-19. Bukan hanya langkah bekerja, tetapi juga kebiasaan berpakaian para tenaga kerja saat menjalankan kegiatan profesional.

Ketika patokan kembali masuk instansi mulai diterapkan, banyak pekerja dihadapkan pada pertanyaan yang sama, “Apakah kudu kembali mengenakan busana umum seperti sebelum pandemi?” Nyatanya, pandangan mengenai busana kerja sekarang semakin beragam.

Menariknya, setiap generasi mempunyai style dan preferensi yang berbeda saat memilih outfit ke kantor. Mulai dari Gen Z, Millennial, Gen X, hingga Baby Boomer, masing-masing menunjukkan langkah tersendiri dalam menyeimbangkan kenyamanan, profesionalisme, dan tren fashion.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Busana kerja generasi Baby Boomer

Seorang wanita berjulukan Kourtlynn Faith membagikan perspektifnya yang berorientasi pada mode, dengan menguraikan beragam outfit out the day (OOTD) berasas generasi.

“Jika Anda sedang bekerja di perusahaan, sangat kocak memandang gimana setiap generasi berpakaian untuk bekerja. Lucu juga memandang apa yang dianggap setiap generasi sebagai busana yang ‘pantas untuk bekerja’,” ujar Kourtlynn, dikutip dari laman Your Tango, Rabu (10/6/2026).

Ia mendeskripsikan generasi Baby Boomer sebagai ahli upaya yang sering mengenakan busana umum untuk pergi bekerja.

“Profesional bisnis. Pria Baby Boomer bakal mengenakan setelan jas dan dasi ke instansi setiap hari, alias mungkin menggantinya dengan rompi sweter, tetapi tetap saja setelan jas dan dasi,” tuturnya.

Generasi Baby Boomer, yang lahir antara 1946 dan 1964, tumbuh dewasa di era kesopanan sangat penting. Seorang laki-laki melepas topi saat berada di dalam ruangan, dan wanita mengenakan sarung tangan dan rok yang panjangnya di bawah lutut.

Banyak wanita generasi ini mendobrak batas yang menghalangi kemajuan dengan penampilan mereka, mengambil pekerjaan yang secara tradisional ditolak bagi mereka.

Tidak mengherankan jika wanita berumur 60-an dan 70-an berdandan untuk pergi bekerja. Mengenakan busana dan makeup konservatif adalah langkah untuk menegaskan bahwa mereka dianggap serius di bumi di mana mereka kudu mengukir tempatnya sendiri.

Saat generasi Baby Boomer mendekati usia yang semestinya sudah berakhir bekerja dan pensiun, generasi X dan Millennial mengambil alih jumlahnya, yang berfaedah perubahan yang tak terhindarkan dalam busana kerja.

Gaya berpakaian kerja ala Generasi Millennial dan Gen X

Kourtlynn menjelaskan bahwa generasi X dan Millenial lebih suka bermain aman. Mereka menyukai mengenakan blouse dengan flat shoes alias mungkin high heels di hari yang baik.

“Sebagai seorang Millennial senior, saya ingat betul pesan yang disampaikan oleh majalah-majalah wanita di akhir tahun 90-an, yang berpusat pada gimana pergi ke instansi ke klub tanpa perlu berganti pakaian,” tutur Kourtlynn.

Faith mengatakan beberapa wanita di usia 40-an berpakaian lebih santai, meski mereka punya duit untuk membeli busana kerja.

Generasi Z mempunyai pola pikir yang lebih praktis

Menurut Kourtlynn, generasi Z mungkin lebih memilih mengenakan busana yang ada untuk pergi bekerja.

“Pilihan saya hanya antara bayar busana kerja alias busana untuk pergi keluar,” ujarnya sebagai sebuah pernyataan yang mencerminkan perubahan sikap generasi Z terhadap pekerjaan secara umum.

Kourtlynn mengatakan generasi Z mempunyai pola pikir sederhana, ialah pekerjaan hanya sarana untuk mencapai tujuan, bukan segalanya yang memberi makna bagi hidup mereka.

“Generasi Z memang menyukai style casual bisnis, tetapi dengan sedikit sentuhan istimewa, sedikit tambahan. Generasi Z menyukai sepatu sneakers New Balance, misalnya dipadukan dengan rok maxi dan pemimpin polos,” ungkap Kourtlynn.

Nah, itulah perbedaan busana kerja setiap generasi mulai dari Baby Boomer, Gen X, Millennial, hingga Gen Z. Bagaimana menurut, Bunda?

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Selengkapnya