Jangan Disepelekan! 7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 515x dilihat
Jangan Disepelekan! 7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung

Bagikan Postingan

Kenali 7 kebiasaan yang bisa merusak jantung, mulai dari duduk terlalu lama, kurang tidur, pola makan tidak sehat, hingga stres yang tidak dikelola.

Kadang kita baru mulai serius memikirkan kesehatan jantung setelah mendengar berita seseorang yang tetap relatif muda tiba-tiba terkena serangan jantung. Padahal, menjaga jantung sebenarnya bukan sesuatu yang baru perlu dilakukan ketika usia sudah memasuki 40 alias 50 tahun.

Justru, kebiasaan yang kita lakukan sekarang—termasuk yang kelihatannya sepele—bisa ikut memengaruhi kesehatan jantung dalam jangka panjang. WHO menyebut pola makan tidak sehat, kurang kegiatan fisik, dan penggunaan tembakau sebagai beberapa aspek perilaku utama yang meningkatkan akibat penyakit kardiovaskular.

Beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat berakibat jelek pada kesehatan jantung antara lain terlalu lama duduk, pola makan yang kurang sehat, merokok, kurang tidur, stres yang tidak dikelola, kurang aktif secara fisik, serta jarang memeriksa aspek akibat seperti tekanan darah dan kolesterol.

Lalu, kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai Mommies perhatikan?

BACA JUGA: Tidur di Weekend Bisa Menyehatkan Jantung, Kata Penelitian

1. Terlalu lama duduk dan minim bergerak

Foto: Magnific

Seharian duduk di depan laptop, lanjut duduk di mobil, kemudian malamnya rebahan sembari scroll media sosial. Kalau rutinitas ini terasa familiar, mungkin sudah waktunya mulai lebih sering bergerak.

Perilaku sedentari alias terlalu banyak duduk berangkaian dengan akibat kesehatan yang lebih buruk. Kementerian Kesehatan RI juga memasukkan style hidup sedentari dan kurang kegiatan bentuk sebagai aspek yang dapat meningkatkan akibat penyakit jantung koroner.

Bahkan, olahraga beberapa kali seminggu tidak berfaedah Mommies kudu duduk tanpa bergerak sepanjang hari. Rekomendasi AHA juga menekankan untuk lebih sedikit duduk dan lebih banyak bergerak sepanjang hari, termasuk dengan kegiatan berintensitas ringan.

Tidak kudu langsung olahraga berat, kok, Mommies. Jalan kaki, naik-turun tangga, membereskan rumah, alias sekadar berdiri dan bergerak secara berkala di sela pekerjaan tetap lebih baik daripada terus-menerus duduk.

2. Sering makan makanan tinggi garam, gula, dan lemak

Gorengan sore hari, makanan instan saat sedang sibuk, minuman manis sebagai kawan kerja—sesekali tentu bukan berfaedah langsung membikin jantung bermasalah. Yang perlu diperhatikan adalah ketika pilihan tersebut menjadi pola makan sehari-hari.

Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, salah satu aspek akibat penyakit jantung. Sementara itu, pola makan yang tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan makanan ultra-proses juga dikaitkan dengan akibat kesehatan kardiometabolik yang kurang baik. AHA pada science advisory 2025 mencatat adanya hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses yang lebih tinggi dengan peningkatan akibat penyakit kardiovaskular, meski tidak semua makanan ultra-proses mempunyai kualitas gizi yang sama.

Jadi, bukan berfaedah Mommies kudu langsung menghapus semua makanan favorit. Mulai dari lebih sering memilih makanan utuh alias minim proses, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi makanan yang tinggi garam, gula tambahan, dan lemak jenuh sudah merupakan langkah yang lebih realistis.

3. Merokok alias terlalu sering terpapar asap rokok

Kalau bicara soal kebiasaan yang bisa merusak jantung, merokok tentu tidak boleh dilewatkan. Bukan hanya perokok aktif, paparan asap rokok pada orang lain juga dapat meningkatkan akibat penyakit jantung.

WHO memasukkan penggunaan tembakau sebagai salah satu aspek perilaku utama penyakit jantung dan stroke. AHA juga menjelaskan bahwa penggunaan tembakau dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah, sementara paparan asap rokok juga meningkatkan akibat penyakit jantung pada orang yang tidak merokok.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan pada 2025 menemukan bahwa merokok dalam jumlah rendah sekalipun tetap berangkaian dengan peningkatan akibat kesehatan yang serius. Jadi, mengurangi jumlah rokok bukan berfaedah risikonya otomatis hilang; berakhir sepenuhnya tetap menjadi pilihan yang paling baik untuk kesehatan.

BACA JUGA: 20 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Enak dan Gampang Diolah

4. Menganggap kurang tidur sebagai perihal biasa

“Cuma tidur lima jam, kelak juga bisa dibayar pas weekend.”

Ada yang sering berpikir seperti ini? Padahal, tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian mengurus pekerjaan dan keluarga.

AHA merekomendasikan sebagian besar orang dewasa menargetkan 7–9 jam tidur setiap malam sebagai bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan jantung. Tidur yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak juga dikaitkan dengan masalah kesehatan jantung.

Memang, buat Mommies yang tetap sering terbangun lantaran anak, tidur 7–9 jam tanpa jarak mungkin terdengar seperti kemewahan. Namun, sebisa mungkin tetap prioritaskan waktu dan kualitas tidur, misalnya dengan mengurangi kegiatan yang tidak terlalu krusial menjelang waktu istirahat.

5. Membiarkan stres menumpuk tanpa dikelola

Menjadi ibu, bekerja, mengurus rumah, memikirkan anak, pasangan, orang tua, sampai urusan finansial—stres dalam kehidupan sehari-hari memang tidak selalu bisa dihindari.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika stres berjalan terus-menerus dan tidak pernah diberi ruang untuk dikelola. AHA menjelaskan bahwa stres kronis dapat memengaruhi kesehatan dan dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, sekaligus mendorong kebiasaan yang kurang sehat seperti makan berlebihan, kurang bergerak, alias merokok. Hubungan langsung antara stres jangka panjang dan penyakit jantung sendiri tetap terus diteliti.

Artinya, menjaga kesehatan jantung juga bisa dimulai dari perihal yang sering dianggap bukan “urusan kesehatan”, seperti memberi diri sendiri waktu istirahat, tidur cukup, berolahraga, melakukan kegiatan yang menyenangkan, alias mencari support ketika beban terasa terlalu berat.

6. Jarang berolahraga lantaran merasa terlalu sibuk

“Besok saja olahraganya, hari ini betul-betul nggak sempat.”

Kalau kalimat tersebut sudah terlalu sering muncul, mungkin Mommies tidak perlu menunggu punya waktu senggang untuk mulai bergerak. Justru, kegiatan bentuk sebaiknya dibuat menjadi bagian dari rutinitas.

AHA merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit kegiatan aerobik intensitas sedang per minggu, alias 75 menit kegiatan intensitas berat, ditambah latihan penguatan otot setidaknya dua kali seminggu. Aktivitas tersebut bisa dibagi sepanjang minggu sesuai kondisi dan rutinitas masing-masing.

Jadi, tidak kudu langsung satu jam di gym. Jalan sigap 20–30 menit, beberapa kali seminggu, bisa menjadi awal yang lebih realistis. Yang penting, mulai bergerak dan tingkatkan lama alias intensitas secara berjenjang sesuai keahlian tubuh.

BACA JUGA: Tips Menjaga Kesehatan Jantung Untuk Usia 20-an, 30-an, dan 40-an

7. Jarang mengecek tekanan darah dan kolesterol

Ini salah satu kebiasaan yang paling mudah terlewat lantaran merasa, “Saya sehat-sehat saja.”

Masalahnya, beberapa aspek akibat penyakit jantung memang tidak selalu menimbulkan gejala. Hipertensi, misalnya, biasanya tidak bisa diketahui hanya dari apa yang dirasakan tubuh dan perlu diukur untuk mengetahuinya. AHA menyebut pemeriksaan tekanan darah sebagai salah satu pemeriksaan krusial untuk memantau kesehatan jantung.

Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan aspek akibat lainnya dapat membantu mengetahui kondisi yang mungkin tidak menimbulkan gejala. Frekuensi pemeriksaannya sebaiknya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, riwayat keluarga, dan aspek akibat masing-masing, bukan disamaratakan untuk semua orang.

Jadi, jangan menunggu tubuh memberikan “peringatan” baru kemudian memeriksakan diri.

Cara Mengurangi Kebiasaan yang Merusak Jantung

Foto: Magnific

Kesehatan jantung bukan hanya soal olahraga alias menghindari makanan berminyak. Pola makan, kegiatan fisik, tidur, stres, kebiasaan merokok, dan pemantauan aspek risiko semuanya merupakan bagian dari style hidup yang dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular.

Mommies juga tidak perlu mengubah seluruh style hidup dalam satu malam. Mulai saja dari satu kebiasaan yang paling mungkin diperbaiki—lebih sering jalan kaki, mengurangi makanan asin, tidur lebih awal, mengurangi paparan asap rokok, alias menjadwalkan pemeriksaan kesehatan.

Karena pada akhirnya, menjaga jantung bukan tentang hidup sempurna. Yang lebih krusial adalah membangun kebiasaan baik sedikit demi sedikit dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Suplemen Untuk Jantung Anda

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads