Jakarta -
Berpikir sebelum bertindak memang betul adanya. Dalam berkomunikasi, krusial untuk memilih ucapan dengan hati-hati lantaran tanpa disadari ada beberapa kalimat yang mungkin bikin Bunda tidak dihargai dan dihormati orang-orang sekitar.
Mendapatkan rasa hormat tidak hanya mengarah pada pengakuan yang lebih baik, tetapi juga menciptakan kesempatan yang lebih baik dalam hubungan yang lebih erat. Namun, mencapai titik ini bukan perihal mudah.
Orang-orang yang sangat dihormati kudu menjaga kendali atas kata-kata dan tindakan mereka agar dipandang sebagai sosok yang patut dikagumi, Bunda.
11 Kalimat yang kudu dihindari saat ngobrol
Untuk membantu Bunda, berikut beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari dari sebuah percakapan agar lebih dihargai musuh bicara:
1. “Itu bukan masalah saya”
Dilansir dari laman Your Tango, ungkapan ini tidak hanya sadis dan tidak membantu, tetapi juga menyebabkan orang lain tidak menghormati mereka, menganggap mereka tidak dapat diandalkan dan sangat tidak sopan.
Alih-alih mengatakan “Itu bukan masalah saya”, ketika Bunda tidak bisa membantu orang lain, lebih baik menetapkan batas yang baik.
2. “Saya tidak punya waktu untuk ini”
Satu kalimat yang tidak pernah diucapkan oleh orang-orang yang dihormati adalah “Saya tidak punya waktu untuk ini”.
Mereka memilih kata-kata dengan hati-hati lantaran dapat merusak citranya di mata orang lain. Dengan menghindari ungkapan ini, mereka memastikan orang lain merasa didengar dan tindak sendirian.
3. “Seharusnya Anda lebih berhati-hati”
Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, mulai dari kesalahan mini di tempat kerja hingga melupakan tanggal-tanggal penting. Namun, gimana orang belajar dari kesalahan tersebutlah yang menentukan keberhasilan alias kegagalan pertumbuhan mereka.
Orang-orang yang sangat dihormati tidak mengucapkan kalimat seperti ini lantaran mereka mendekati situasi dengan logika, bukan dengan menghakimi.
4. “Sudah kubilang kan”
Ketika seseorang tidak melakukan apa yang Bunda minta, dan akhirnya malah berakibat buruk, wajar jika mau mempermalukan mereka.
Namun, orang-orang yang dihargai mungkin bakal menghindari kalimat tersebut lantaran bisa merusak hubungan. Sebaliknya, mereka bakal memberikan support untuk membantu orang tersebut melewati masa-masa sulit.
5. “Ya begitulah langkah kami selalu melakukan sesuatu”
Bunda, orang yang dihargai lingkungan sekitarnya sering kali memiliki pikiran yang terbuka. Mereka mau mengetahui perspektif orang lain, penasaran dengan pendapatnya, dan mendorong perubahan.
6. “Kamu tidak bakal mengerti”
“Kamu tidak bakal mengerti” adalah ungkapan yang tidak pernah diucapkan orang-orang yang sangat dihormati dalam percakapan lantaran mereka memahami emosi orang lain.
Lantaran mereka mempunyai empati yang tinggi, orang-orang di sekitar condong semakin berjuntai padanya dan membantu mereka menemukan langkah untuk terhubung kembali.
7. “Aku tidak perlu menjelaskan diriku padamu”
Jika betul-betul mau dihargai, perihal pertama yang kudu dilakukan adalah memperlakukan orang lain dengan adil.
Mereka memahami bahwa orang yang mau selalu betul mungkin tidak bakal menangani situasi dengan benar. Sebaliknya, mereka memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjelaskan dan berambisi bahwa waktu untuk berpikir bakal menenangkan semuanya.
8. “Maaf, tapi…”
Kalimat ini termasuk yang dihindari orang yang dihargai. Sebab, mereka tahu itu adalah langkah tiruan untuk menyampaikan komentar yang menyakitkan.
Jika mau dihargai, lebih baik mengatakan sesuatu seperti, “Sejujurnya…” sebelum mengungkapkan emosi dengan sopan.
Orang-orang pandai menerima kejujuran, selama itu berasal dari ketulusan. Mereka mungkin jauh lebih menyukai kejujuran yang blak-blakan daripada kesopanan yang manis.
9. “Kamu terlalu sensitif”
Orang yang merasa tidak didengar bisa menjadi lebih emosional jika musuh bicara tidak bisa mengarahkan situasi dengan baik.
Menurut penulis Psychology Today, Sophia Dembling, ungkapan “Kamu terlalu sensitif” kerap dipakai untuk memihak diri setelah berbicara alias melakukan tidak menyenangkan, apalagi dapat menjadi corak gaslightling. Jika terus didengar, seseorang bisa mulai meragukan perasaannya sendiri.
10. “Karena saya bilang begitu”
Ungkapan ini sering digunakan oleh orang-orang yang berkuasa lantaran merasa kekuasaan mereka dipertanyakan.
Baik itu orang tua, guru, alias atasan, perihal ini meremehkan bunyi orang lain dan membungkam pendapat mereka, membikin mereka merasa tidak berharga. Selain itu, ungkapan ini juga tidak sopan.
11. “Itu bukan tugas saya”
Ungkapan ini mungkin berangkaian dengan mengerjakan tugas tambahan, tetapi bagaimanapun, menanggapi dengan langkah ini tidak menghasilkan apa pun dan malah memperburuk situasi.
Alih-alih menggunakan kalimat ini, orang-orang mungkin bakal lebih dihargai dengan menentukan batas mereka dan bertindak sesuai dengan batas tersebut.
Mungkin, Bunda bisa menjawab permintaan tersebut dengan mengatakan, “Saya biasanya tidak melakukan ini, tetapi saya bersedia membantu kali ini saja. Namun, lain kali, saya bakal menahan diri untuk tidak melakukannya lantaran secara teknis ini bukan bagian dari penjelasan pekerjaanku”.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari lantaran bisa bikin Bunda tidak dihargai. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·