Jakarta -
Bunda, mendengar ponsel berdering dari angka tak dikenal mungkin membikin sebagian orang memilih membisu dan membiarkannya selesai dengan sendirinya.
Di era ketika panggilan spam hingga penipuan semakin marak, mengabaikan angka luar dianggap sebagai pilihan yang lebih aman.
Alih-alih langsung menjawab, ada orang yang memilih menunggu orang tersebut meninggalkan pesan, mengirim WhatsApp, maupun menghubungi balik melalui angka yang lebih jelas. Bagi mereka, tidak semua panggilan mesti segera mendapat respons.
Kebiasaan tersebut juga bisa muncul karena beragam alasan, mulai dari mau menghindari telepon spam hingga merasa lebih betah berkomunikasi lewat pesan.
Cara seseorang mengatur privasi, waktu, perhatian, dan hubungan sosial turut memengaruhi pilihan tersebut.
Dilansir The Economic Times, tidak ada satu jenis kepribadian yang secara khusus melekat pada orang yang enggan mengadopsi telepon dari angka tak dikenal. Kebiasaan ini tidak selalu berarti seseorang tidak sopan maupun mengalami kecemasan, tetapi dapat menjadi salah satu metode untuk menjaga limitasi pribadi.
Ciri kepribadian orang yang gemar tak angkat telepon dari angka asing
Dilansir Your Tango, ada enam kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang yang tak mau menjawab panggilan dari angka tak dikenal. Berikut beberapa di antaranya:
1. Cenderung berjaga-jaga sebelum memungut keputusan
Kebiasaan ini memberitahu bahwa orang tersebut mau melihat situasi terlebih dahulu sebelum memungut tindakan. Mereka mungkin akan memeriksa angka luar itu di internet, menunggu pesan, maupun melihat apakah angka tersebut menelepon beberapa kali.
Sikap seperti ini bisa berhubungan dengan kecenderungan seseorang untuk lebih berjaga-jaga terhadap ketidakpastian.
2. Punya limitasi pribadi yang cukup tegas
Ponsel membikin seseorang seolah-olah selalu bisa dihubungi. Namun, orang yang punya limitasi pribadi kuat mungkin tidak melihat keadaan tersebut sebagai kewajiban. Nomor yang tidak dikenal belum tentu mendapatkan akses langsung ke perhatian mereka.
Hal ini sejalan dengan Communication Privacy Management Theory yang dikembangkan psikolog komunikasi Sandra Petronio. Teori tersebut menerangkan sepertiapa seseorang mengatur keterangan pribadi, termasuk menentukan kapan, bagaimana, dan kepada siapa keterangan maupun akses pribadi diberikan.
3. Punya kendali atas kapan mesti merespons
Telepon memiliki satu ciri khas yang tidak dimiliki pesan teks. Ada tuntutan untuk merespons saat itu juga. Begitu seseorang mengadopsi telepon, mereka langsung mesti salingberhadapan dengan pertanyaan, percakapan, maupun permintaan dari orang di ujung sana.
Sebaliknya, pesan memberi ruang untuk selesai sejenak. Seseorang bisa membaca dulu, memikirkan jawabannya, kemudian merespons ketika sudah siap. Untuk orang yang gemar mengatur waktunya sendiri, pilihan tersebut bisa terasa jauh lebih nyaman.
4. Cukup peduli dengan privasi
Nomor telepon merupakan keterangan pribadi. Tidak semua orang betah berbicara dengan orang yang identitasnya belum diketahui. Apalagi, panggilan dari angka tak dikenal bisa berasal dari telemarketing, spam, survei, maupun beragam bentuk penipuan.
Orang yang sangat memperhatikan privasi mungkin memilih tidak memungut konsekuensi tersebut, Bunda.
5. Tak gemar diganggu
Ketika fokus seseorang tiba-tiba teralihkan, tidak selalu gampang untuk balik ke pekerjaan sebelumnya. Beralih dari satu tugas ke tugas lain dapat membikin waktu terbuang dan kreativitas menurun.
Untuk jenis seperti ini, panggilan telepon bukan cuma soal percakapan. Ada perhatian yang mesti dihentikan, kemudian dialihkan ke sesuatu yang belum tentu penting.
Penelitian mengenai interupsi dalam pekerjaan memberitahu bahwa gangguan yang memaksa seseorang bergeser perhatian dapat memengaruhi waktu penyelesaian tugas dan menaikkan beban kognitif.
6. Selektif dalam berinteraksi
Orang yang tidak langsung mengadopsi telepon dari angka tak dikenal biasanya tidak merasa mesti selalu tersedia untuk siapa pun. Mereka mungkin lebih memilih mengetahui dahulu siapa yang menghubungi dan apa keperluannya sebelum memutuskan akan merespons.
Ini tidak otomatis menandakan seseorang antisosial. Mereka bisa saja memang lebih selektif dalam menggunakan daya untuk berkomunikasi.
Untuk sebagian orang, pesan teks terasa lebih betah karena mereka bisa membaca isi pesan terlebih dahulu dan menentukan kapan akan memberikan respons. Nah, itulah beberapa kepribadian orang yang sering tak angkat telepon. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)