Kapan Orang Tua Harus Khawatir Dengan Tahi Lalat Pada Kulit Anak?

May 11, 2026 12:40 PM - 3 hari yang lalu 3669

Tahi lalat alias nevus adalah pertumbuhan kulit normal yang berkembang ketika sel penghasil pigmen (melanosit) tumbuh berkelompok. Tahi lalat muncul sebagai tanda mini berwarna gelap, alias muncul dalam corak benjolan mini seperti daging pada kulit.

Tahi lalat dapat muncul dalam beragam warna, bentuk, dan ukuran. Misalnya, dikutip dari Cancer Council, salah satu jenis tahi lalat adalah nevus biru. Tahi lalat tampak biru lantaran golongan sel penghasil pigmen berada lebih rendah di kulit, daripada bintik-bintik dan tahi lalat cokelat. Meskipun terlihat tidak biasa, umumnya berkarakter jinak.

Sebagian besar anak mempunyai tahi lalat. Tahi lalat biasanya muncul pada masa kanak-kanak dan awal masa remaja. Dilansir NHS, adalah perihal yang normal jika:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  • Bayi lahir dengan tahi lalat.
  • Munculnya tahi lalat baru, terutama pada anak-anak dan remaja.
  • Tahi lalat memudar alias menghilang seiring bertambahnya usia.
  • Tahi lalat menjadi sedikit lebih gelap selama kehamilan.

Sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya, Bunda. Namun, beberapa jenis dapat berkembang menjadi kanker kulit. Paparan sinar mentari yang berlebihan, terutama di masa kanak-kanak, dapat meningkatkan jumlah tahi lalat, dan orang dengan banyak tahi lalat normal dapat mempunyai akibat lebih tinggi terkena melanoma.

Tahi lalat tidak beraturan (nevus displastik alias atipikal) adalah tanda bahwa seseorang mempunyai peningkatan akibat terkena melanoma dan risikonya meningkat seiring dengan jumlah tahi lalat yang dimiliki seorang anak.

Mengingat beberapa tahi lalat bisa berkembang menjadi kanker. Lalu, apa tanda orang tua perlu cemas dengan tahi lalat di kulit anak?

Tanda orang tua kudu cemas dengan tahi lalat di kulit anak

Melihat tanda-tanda tahi lalat yang mencurigakan dapat memungkinkan kita untuk melakukan intervensi dini. Penting untuk mengenal kulit dan memeriksanya secara teratur. Berikut tanda orang tua perlu cemas dengan tahi lalat di kulit anak.

1. Tahi lalat berubah dengan cepat

Jika tahi lalat tumbuh (atau berubah) dengan cepat, ini bisa mengkhawatirkan. Tahi lalat juga bisa mengkhawatirkan jika perubahan tersebut menyebabkan tahi lalat terlihat berbeda dari tahi lalat yang lain. Perubahan seperti itu bisa menjadi tanda melanoma.

2. Tahi lalat berbentuk kubah, mempunyai pemisah bergerigi, alias mengandung warna yang berbeda

Dilansir American Academy of Dermatology Association, jika Bunda memandang pertumbuhan bulat yang menonjol pada kulit anak yang berwarna merah muda, merah, cokelat muda, alias cokelat, kemungkinan itu adalah nevus Spitz. Ini adalah tahi lalat yang tidak rawan yang biasanya muncul antara usia 10 dan 20 tahun. Anak juga dapat lahir dengan jenis tahi lalat ini.

Meskipun nevus Spitz tidak berbahaya, penampilannya bisa sangat mirip dengan melanoma, jenis kanker kulit yang paling serius. Bedanya, melanoma dapat berdarah, pecah, alias berbentuk kubah. Baik nevus Spitz maupun melanoma dapat mempunyai lebih dari satu warna.

Tahi lalat seperti ini kudu diperiksa oleh master kulit. Dalam beberapa kasus, master kulit bakal mau menghilangkannya. Namun, jika bintik tersebut tidak berubah, master kulit mungkin memutuskan untuk memantaunya dengan cermat. Terkadang, tahi lalat ini akhirnya menghilang tanpa perawatan.

3. Tahi lalat berdarah

Tahi lalat yang menonjol dapat tersangkut sesuatu dan menjadi iritasi. Namun, jika tahi lalat berdarah tanpa sebab, kudu diperiksa. Tahi lalat yang terlihat seperti luka terbuka juga mengkhawatirkan. Perdarahan alias luka terbuka pada kulit bisa menjadi tanda melanoma.

4. Anak punya banyak tahi lalat

Wajar bagi anak alias remaja untuk mempunyai tahi lalat baru. Pada saat anak menjadi dewasa, biasanya mereka mempunyai 12 hingga 20 tahi lalat.

Namun, jika anak sudah mempunyai lebih dari 50 tahi lalat, anak kudu berada di bawah pengawasan master kulit. Beberapa anak yang mempunyai banyak tahi lalat terkena melanoma di usia muda. Sebuah studi di Australia menemukan bahwa lebih dari separuh pasien berumur 15 hingga 19 tahun dengan melanoma, mempunyai setidaknya 100 tahi lalat.

5. Tahi lalat besar

Kebanyakan tahi lalat berbentuk bulat (atau oval) dan lebih mini dari penghapus pensil. Beberapa anak mempunyai tahi lalat yang lebih besar. Anak-anak dengan jenis tahi lalat yang besar biasanya lahir dengan tahi lalat tersebut. Tahi lalat ini juga dapat muncul segera setelah lahir.

Memiliki tahi lalat besar alias raksasa meningkatkan akibat anak terkena melanoma dan masalah kesehatan lainnya. Risiko ini lebih besar ketika anak tetap muda. Lebih dari separuh dari melanoma yang berkembang di tahi lalat berukuran besar didiagnosis pada usia 10 tahun.

Intinya, anak yang mempunyai tahi lalat besar alias raksasa kudu berada di bawah pengawasan master kulit. Jika dideteksi sejak dini, melanoma sangat mudah diobati.

Semoga info mengenai tahi lalat pada anak ini dapat membantu mengetahui tanda-tanda ancaman pada kulitnya ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya