Jakarta -
Masalah fertilitas dapat dialami suami dan istri hingga membikin pasangan tidak bisa mempunyai keturunan. Masalah mengenai fertilitas ini rupanya meningkat di Indonesia, Bunda.
Menurut ulasan di tahun 2023, 15 sampai 25 persen pasangan menikah di Indonesia mengalami fertilitas. Lalu, 4 hingga 6 juta pasangan memerlukan treatment fertilitas di Indonesia.
"Ada informasi tentang peningkatan infertilitas. Pada tahun 2020, kurang lebih 10 persen orang mempunyai masalah fertilitas. Saat ini, 1 dari 6 orang dewasa mempunyai masalah fertilitas," kata CEO & Co-Founder Ovy Health, Sastya Wardani, dalam kegiatan Diskusi Kesehatan Reproduksi Perempuan berbareng Ovy Health, di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Masalah fertilitas dapat muncul lantaran kesadaran wanita tetap cukup rendah dalam memahami kesehatan reproduksinya, Bunda. Data tahun 2024 dari Milieu menunjukkan bahwa 85 persen wanita di Asia Tenggara tetap menghadapi keterbatasan dalam memahami kondisi tubuh mereka sendiri, serta pilihan yang tersedia untuk merencanakan masa depan mereka.
"Banyak wanita baru mencari support ketika sudah menghadapi kondisi yang lebih kompleks. Empat dari lima kondisi hormonal wanita di Indonesia tidak terdiagnosis dengan baik, sehingga menjadi masalah fertilitas," ujar Sastya.
"Padahal, dengan info dan pendampingan yang tepat sejak awal, banyak perihal bisa dipersiapkan dengan lebih baik," sambungnya.
Selain tidak mengenali indikasi hormonal, tetap banyak wanita kurang mendapatkan edukasi tentang siklus menstruasi dan tanda kesuburan. Tak hanya itu, halangan nyata juga berasal dari stigma sosial yang sering kali menghalang obrolan terbuka.
Masalah fertilitas sebenarnya dapat ditangani jika dilaporkan lebih awal. Semakin sigap masalah terdiagnosis, maka semakin sigap penanganannya.
"Masalah fertilitas yang terjadi tetap bisa diperbaiki dan ada solusi selama penanganannya tepat. Ketika sudah berubah menjadi infertilitas, di situ akan jauh lebih sulit," ungkap Sastya.
Masalah fertilitas pada wanita dapat disebabkan lantaran banyak hal. Beberapa di antaranya adalah PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), endometriosis, alias kondisi yang menyebabkan kadar anti mullerian hormone (AMH) menjadi rendah.
Menurut data, 12 hingga 20 persen wanita Indonesia di usia subur terdiagnosis PCOS. Sementara menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2023, 70 persen kasus PCOS ini tidak terdeteksi alias terdiagnosis, Bunda.
Perawatan kesuburan bisa jadi pilihan untuk program hamil
Bagi pasangan suami istri yang mau mempunyai anak dan mempunyai masalah fertilitas, pilihan untuk mendapatkan keturunan bisa dibantu dengan program bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF). Menurut studi International Journal of Gynecology & Obstetrics (IJGO) tahun 2024, tingkat kehamilan dari siklus IVF di Indonesia mencapai 24,6 hingga 37,3 persen.
Menurut Sastya, saat ini sudah tersedia sekitar 50 klinik IVF di Indonesia yang bisa dijadikan opsi tempat untuk memulai program hamil. Namun faktanya, belum banyak pasangan yang memilih program ini untuk mendapatkan momongan.
"Siklus IVF di Indonesia itu 22.000 per tahun. Kalau di Amerika Serikat yang populasinya sedikit lebih banyak dari kita, itu 500.000 siklusnya per tahun. Sementara di negara India sudah mencapai lebih dari 125.000 per tahun," kata Sastya.
Demikian penjelasan mengenai temuan kasus mengenai masalah fertilitas di Indonesia. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·