Keadilan Ekonomi dalam Ikrar Khalifah Umar: Kelebihan Harta Kaum Kaya Harus Kembali ke Fakir Miskin

Keadilan Ekonomi dalam Ikrar Khalifah Umar: Kelebihan Harta Kaum Kaya Harus Kembali ke Fakir Miskin

Kincai Media, Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu mewariskan keteladanan tentang gimana seorang pemimpin memandang kekayaan dan kemiskinan.

Di pengujung pemerintahannya, Umar berjanji bakal mengambil kelebihan kekayaan dari kaum kaya dan mengembalikannya kepada fakir miskin. Ikrar tersebut menjadi salah satu gambaran kuat tentang tekadnya menjaga keadilan sosial di tengah masyarakat.

Namun takdir berbicara lain, Khalifah Umar bin Khattab wafat sebagai syahid akibat tikaman pengkhianatan, sebelum sempat menunaikan janjinya itu.

Kabar duka itu mengguncang seluruh kaum Muslimin. Di antara yang pilu menangis adalah Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu. Sambil berdiri di hadapan jenazah sang khalifah, Ali berbicara lirih, “Sesudah Rasulullah, tak ada orang yang lebih kucintai daripada engkau, wahai Abu Hafs.

Sesungguhnya yang tidak menyukai ketegasan, keketatan, dan kezuhudan Khalifah Umar bin Khattab bukanlah rakyat, melainkan hanya sekelompok orang yang berambisi memperoleh kekayaan dengan langkah yang tidak sah. Ketika Khalifah Umar wafat, pada umumnya kaum Muslimin menangis. Di bawah pemerintahan Umar, mereka merasa terjamin keamanan dan keselamatannya. Mereka memandangnya sebagai seorang pemimpin sekaligus khalifah yang betul-betul menjunjung tinggi keadilan.

Dikutip dari kitab Imamul Muhtadin yang ditulis HMH Al-Hamid Al-Husaini, sebelum gugur sebagai korban pembunuhan, Khalifah Umar bi Khattab telah bersumpah, bahwa sekiranya dia tetap hidup hingga satu tahun lagi, dia bakal mengambil kelebihan kekayaan kaum kaya untuk dibagikan kepada kaum fakir miskin.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting