Kincai Media, Berdoa kepada Allah SWT bukan sekadar menyampaikan permohonan, tetapi juga menjadi corak penghambaan dan pengakuan atas keagungan-Nya. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da' wa ad-Dawa menjelaskan angan yang di dalamnya terdapat nama Allah yang agung. Rasulullah SAW apalagi menyebut, orang yang bermohon dengan nama-Nya tersebut bakal mendapatkan ijabah dan pemberian dari Allah SWT.
Di antara angan yang berisi nama Allah yang teragung tersebut adalah yang terdapat pada sabda yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Buraidah dari ayahnya.
Rasulullah SAW pernah mendengar seorang laki-laki berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu, lantaran saya menyaksikan bahwa Engkau adalah Allah, Yang Maha Tunggal, tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tiada seorang pun yang setara dengan-Nya."
Mendengar angan laki-laki tersebut, Rasulullah SAW bersabda, "Ia telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya. Jika seseorang memohon dengan memakai nama tersebut, Allah bakal memberi. Kalau dia berdoa, Allah pasti mengabulkan (memberi ijabah)."
Kemudian Rasulullah SAW mengatakan kepada laki-laki tersebut, "Engkau telah meminta kepada Allah dengan nama-Nya yang agung."
Dalam Sunan dan Shahih karya Ibnu Hibban, Anas bin Malik meriwayatkan, dia dan Rasulullah SAW sedang duduk. Rasulullah SAW memandang seorang laki-laki shalat kemudian bermohon sebagai berikut, "Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu, bahwa segala puji hanyalah bagi-Mu, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pemurah, Pencipta langit dan bumi. Ya Allah Pemilik keagungan dan kemuliaan, ya Allah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri."