Kebakaran Hutan, Pengingat Syariat Islam Larang Berbuat Kerusakan di Bumi  

Warga berada di atas perahu tradisional dengan latar belakang jembatan Ampera Palembang yang tertutup kabut asap di area 16 ilir Palembang, Sumatera Selatan, Ahad (23/8/2026). Berdasarkan gambaran satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada Ahad (23/8) pukul 10:00 WIB, terdeteksi terjadi sebaran asap di daerah Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selata, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Selatan akibat kebakaran rimba dan lahan yang terjadi di daerah tersebut, dan menyebabkan jarak pandang di Kota Palembang pada pagi hari kurang dari 50 meter sedangkan kualitas udara masuk dalam kategori Berbahaya pada malam dan pagi hari.

Kincai Media,  Kebakaran rimba yang kembali menakut-nakuti lingkungan di Kalimantan menjadi pengingat krusial tentang amanah manusia dalam menjaga bumi. Dalam pandangan Islam, lingkungan bukan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi tanpa batas, melainkan bagian dari buatan Allah SWT yang kudu dipelihara. Karena itu, segala corak perusakan lingkungan yang dilakukan manusia sejatinya merupakan tindakan yang menyimpang dari tujuan hukum Islam.

Syekh Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya Islam Agama Ramah Lingkungan menegaskan, menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga kepercayaan (hifzh ad-din). Setiap upaya memelihara bumi adalah corak ketaatan kepada Allah SWT, sedangkan perusakan lingkungan mencederai amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Di tengah krisis ekologis yang kian nyata dan dampaknya merenggut banyak nyawa manusia, Islam sudah mengingatkan bahwa merawat bumi bukan sekadar urusan etika sosial, tetapi bagian dari menjaga kepercayaan itu sendiri. Sebagaimana dijelaskan Syekh Yusuf Al-Qaradhawi, setiap tindakan yang memelihara lingkungan adalah bentuk ketaatan, sementara setiap kerusakan yang dilakukan manusia justru mencederai amanah kekhalifahan yang Allah SWT titipkan.

Ia menerangkan bahwa segala upaya pemeliharaan lingkungan sama halnya dengan upaya menjaga agama. Ajaran menjaga lingkungan termasuk dalam kategori yang sangat mendasar dalam agama. Karena perbuatan dosa yang dapat mencemari lingkungan bakal menodai substansi dari keberagamaan yang benar, dan secara tidak langsung meniadakan tujuan eksistensi manusia di permukaan bumi ini. Sekaligus juga menyimpang dari perintah Allah SWT dalam konteks hubungan baiknya dengan sesama.

Perbuatan sewenang-wenang merusak lingkungan sama saja dengan menafikan sikap setara dan ihsan, yang keduanya merupakan perintah Allah SWT yang kudu dilaksanakan umat manusia.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Innallāha ya'muru bil-‘adli wal-iḥsāni wa ītā'i żil-qurbā wa yanhā ‘anil-faḥsyā'i wal-munkari wal-bagyi ya‘iẓukum la‘allakum tażakkarūn(a).

Sesungguhnya Allah menyuruh bertindak adil, melakukan kebajikan, dan memberikan support kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar Anda selalu ingat. (QS An-Nahl Ayat 90)

Perbuatan merusak lingkungan juga menodai kegunaan kekhalifahan yang dibebankan pada manusia, lantaran bumi ini bukan milik mereka, tapi milik Allah SWT. Maka manusia sebagai khalifah di muka bumi dituntut menjalankan segala perintah Allah SWT sesuai dengan hukum-hukum ciptaan-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ  ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ  ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Qul yā ‘ibādil-lażīna āmanuttaqū rabbakum, lil-lażīna aḥsanū fī hāżihid-dun-yā ḥasanah(tun), wa arḍullāhi wāsi‘ah(tun), innamā yuwaffaṣ-ṣābirūna ajrahum bigairi ḥisāb(in).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang melakukan baik di bumi ini bakal memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan. (QS Az-Zumar Ayat 10)

Selengkapnya
Kebakaran Hutan, Pengingat Syariat Islam Larang Berbuat Kerusakan di Bumi  
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting