Jakarta -
Kecerdasan seseorang tidak hanya terlihat dari Intelligence Quotient (IQ) saja, Bunda. Ada banyak perihal dalam keseharian yang rupanya menggambarkan langkah seseorang berpikir dan bertindak.
Menariknya, orang dengan IQ tinggi tidak hanya konsentrasi pada keahlian berpikir saja. Mereka condong lebih peka terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Dalam keseharian, ada kebiasaan tertentu yang secara tidak langsung menunjukkan langkah kerja pikiran mereka. Inilah sebabnya, mereka bisa dengan mudah memahami situasi dan mengambil keputusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, kepintaran juga berangkaian dengan langkah seseorang mengenali dirinya sendiri. Dari sini, ada kebiasaan yang membikin mereka terus berkembang.
Berkaitan dengan ini, ada beberapa kebiasaan orang dengan IQ tinggi berasas ilmu jiwa yang bisa kita pelajari bersama. Simak selengkapnya berikut ini.
Menilik dari laman Your Tango, ada beberapa kebiasaan orang dengan IQ tinggi menurut ilmu jiwa yang menarik untuk diketahui.
1. Menjaga sikap rendah hati dalam berpikir
Seseorang dengan IQ tinggi biasanya tetap mempunyai sikap rendah hati, Bunda. Mereka tidak merasa lebih unggul dari orang lain meskipun mempunyai banyak pengetahuan.
Alih-alih menunjukkan kelebihan, mereka lebih memilih menghargai orang lain apa adanya. Sikap ini membikin mereka tetap terbuka dan tidak mudah menutup diri.
Menurut seorang pembimbing pelaksana asal Jerman, Anna Katharina Schaffner, kerendahan hati muncul dari kesadaran bakal keterbatasan diri. Dari situ, seseorang terdorong untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
2. Menghadapi bentrok dengan langkah yang lebih tenang
Selanjutnya, orang dengan IQ tinggi kerap tidak menghindari konflik. Mereka condong berani menghadapi situasi yang tidak nyaman secara langsung.
Namun, langkah yang mereka lakukan bukan dengan sikap garang alias memicu pertengkaran. Mereka lebih menyampaikan kebutuhannya dengan jelas dan tetap menghargai orang lain.
Peneliti dari Harvard Business School, Katie Shonk, mengatakan bahwa ada beragam langkah dalam mengelola konflik. Namun, komunikasi yang jelas dan langsung dianggap sebagai pendekatan yang paling efektif.
3. Menerima bahwa mereka tidak tahu segalanya
Bunda perlu tahu, orang dengan IQ tinggi mempunyai kesadaran bahwa mereka tidak menguasai semua hal, Bunda. Mereka mengerti bahwa pengetahuan setiap orang selalu terbatas.
Sikap ini justru membikin mereka lebih terbuka untuk belajar perihal baru dari siapa saja. Mereka tidak mudah merasa paling tahu dalam setiap situasi.
Psikolog asal Amerika Serikat, David Dunning, menjelaskan adanya pengaruh Dunning-Kruger, ialah kondisi ketika seseorang tidak menyadari keterbatasan pengetahuannya sendiri.
"Anda tidak mau berpikir secara absolut. Anda mau berpikir dalam perihal buahpikiran alias taruhan dan bersedia mengubah arah. Ini betul-betul kejadian tentang refleksi diri," ujar Kruger.
"Kita semua memang hidup dengan pengaruh Dunning-Kruger," lanjutnya.
4. Mengajukan pertanyaan yang bijaksana
Dalam keseharian, seseorang dengan IQ tinggi terlihat punya langkah bertanya yang berbeda. Mereka tidak berakhir pada jawaban yang sederhana, tetapi mau tahu lebih jauh.
Mereka mencari argumen di kembali sebuah peristiwa, bukan sekadar mengetahui apa yang terjadi. Mereka mau memahami "mengapa" di kembali setiap "apa" yang terjadi.
5. Menemukan makna dalam hal-hal sederhana
Seseorang yang mempunyai IQ tinggi bisa menemukan makna dari hal-hal mini dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak selalu memerlukan sesuatu yang besar untuk merasa berarti.
Bahkan pada kegiatan sederhana sekalipun, mereka tetap bisa memandang sisi menarik di dalamnya. Misalnya, mereka memperhatikan ritme mencuci piring, baik itu aktivitas tangan mereka alias gimana rasanya air dari keran.
6. Mengandalkan hatikecil dalam mengambil keputusan
Dalam menjalani hari, orang dengan IQ tinggi lebih mengandalkan hatikecil mereka, Bunda. Selain berpikir logis, mereka juga memperhatikan apa yang dirasakan dalam hati saat kudu memutuskan sesuatu.
Menurut Profesor Administrasi Bisnis asal Amerika, Laura Huang, terlalu banyak info dan ketidakpastian kerap membikin seseorang ragu dalam mengambil keputusan.
"Dalam menghadapi kelebihan informasi, meningkatnya risiko, dan ketidakpastian, sering kali ada bukti yang melemahkan yang menunda pengambilan keputusan kita. Kita menunda pilihan, alih-alih memutuskan. Mempercayai hatikecil memungkinkan para pemimpin untuk bebas bergerak maju," jelas Huang.
7. Menghargai dan tidak mengabaikan emosi
Berikutnya, orang dengan IQ tinggi biasanya tidak mengabaikan emosi yang mereka rasakan. Mereka justru berupaya mengerti apa yang sedang terjadi dalam diri mereka.
Psikolog klinis asal Amerika Serikat, Kristalyn Salters-Pedneault, menghindari emosi negatif justru bisa berakibat kurang baik dalam jangka panjang. Ini apalagi dapat memicu langkah mengatasi masalah yang tidak sehat.
"Meskipun Anda mungkin tergoda untuk menghindari emosi emosi negatif, melakukan perihal itu condong memperburuk keadaan dalam jangka panjang. Hal itu juga dapat menyebabkan sistem penanggulangan yang tidak sehat yang dapat membahayakan kesehatan dan kesejahteraan Anda," kata Kristalyn.
"Ketika Anda belajar menerima emosi, Anda menghilangkan kekuatan emosi untuk menyakiti Anda. Membangun keahlian ini mungkin menantang, tetapi dapat menghasilkan pengaturan emosi yang lebih baik dari waktu ke waktu," sambungnya.
8. Terbuka kepada orang lain
Bunda perlu tahu, bahwa orang yang punya IQ tinggi selalu berupaya untuk tetap terbuka dalam hubungan dengan orang lain. Mereka mengerti bahwa membangun kedekatan butuh keberanian untuk bersikap jujur pada diri sendiri.
Bagi mereka, menjadi rentan memang terasa menakutkan, tetapi perihal itu tidak dihindari. Justru dengan menyadari rasa takut tersebut, mereka belajar untuk menghadapinya.
9. Tidak membandingkan diri dengan orang lain
Orang dengan IQ tinggi tidak terlalu konsentrasi membandingkan diri mereka dengan orang lain. Mereka memilih untuk memandang perkembangan diri sendiri dari waktu ke waktu.
Tidak hanya itu, mereka juga tidak mudah terbawa emosi ketika memandang pencapaian orang lain. Sebaliknya, mereka berupaya tenang dan tidak mengukur hidupnya dengan standar orang lain.
10. Memprioritaskan rehat dan relaksasi
Orang dengan IQ tinggi sangat memperhatikan waktu rehat mereka, Bunda. Mereka sadar bahwa tubuh dan pikiran juga butuh jarak agar bisa tetap seimbang.
Meski mempunyai banyak kesibukan, mereka tetap menyempatkan diri untuk berakhir sejenak. Di sela aktivitas, mereka bisa meluangkan waktu untuk sekadar merilekskan tubuh alias menikmati momen tenang.
11. Menemukan pelajaran di setiap kesulitan
Orang dengan IQ tinggi biasanya berupaya memandang pelajaran di kembali setiap kesulitan yang dialami. Mereka tidak langsung menolak rasa sakit itu, tetapi mencoba memahaminya dengan lebih tenang.
Bagi mereka, emosi saat menghadapi masalah dianggap sebagai tanda yang perlu diperhatikan. Mereka juga memahami bahwa setiap proses, termasuk kesedihan, tidak bakal berjalan selamanya.
Itulah ulasan mengenai beberapa kebiasaan orang dengan IQ tinggi menurut ilmu jiwa yang bisa ditiru. Semoga info ini bisa memberikan wawasan, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·