Ilustrasi dua kerabat perempuan yang tumbuh berbareng dan berbagi bilik sejak kecil / Foto: Magnific/lookstudio
Beauties yang punya kakak maupun adik mungkin pernah merasakan serunya berbagi bilik saat kecil. Mulai dari mengobrol sebelum tidur sampai mesti bergantian memakai barang, ada banyak hal yang jadi bagiankecil dari keseharian saat tinggal sekamar.
Tanpa disadari, pengalaman tersebut bisa meninggalkan kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. Cara kita bergaul, memahami orang lain, hingga menyelesaikan perbedaan bisa jadi ikut dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil.
Melansir laman Your Tango, ada lima kebiasaan yang bisa terbentuk dari pengalaman berbagi bilik dengan saudara. Apa saja, Beauties? Simak selengkapnya!
1. Mudah Membangun Kedekatan dengan Orang Lain

Ilustrasi dua perempuan berkerabat sedang bersantai di atas kasur sambil tertawa bersama/Foto: Magnific/magnific
Berbagi bilik dengan kerabat membikin seseorang terbiasa punya kawan dalam kesehariannya. Mereka bisa mengobrol, bercanda, maupun sekadar bercerita tentang hal-hal kecil sebelum tidur.
Kebiasaan berhubungan seperti ini bisa membikin mereka lebih betah saat berkenalan dengan orang baru. Mereka juga mungkin lebih gampang memulai diskusi karena sudah terbiasa berbagi cerita sejak kecil.
Saat dewasa, mereka cenderung menyukai hubungan yang terasa dekat dan nyaman. Mereka bahagia punya kawan untuk berbagi cerita tanpa mesti berpura-pura menjadi orang lain.
2. Selalu Berusaha Menjaga Hubungan

Ilustrasi pasangan yang sedang berbincang santai di sofa/Foto: Magnific/magnific
Orang yang tumbuh sekamar dengan saudara, biasanya terbiasa menghadapi gemar duka dalam hubungan. Mereka mungkin sering bertengkar, tetapi juga belajar untuk meminta ampun dan berbaikan.
Pengalaman ini membikin mereka mengenal pentingnya upaya dalam menjaga hubungan. Mereka memahami bahwa perbedaan gagasan bisa diselesaikan tanpa mesti saling menjauh.
Saat dewasa, mereka bisa menerapkan hal serupa dalam hubungan dengan pasangan maupun orang terdekat. Mereka cenderung menghargai kejujuran, menjaga kepercayaan, dan berupaya menyelesaikan masalah bersama.
3. Terbiasa Menetapkan Batasan

Ilustrasi dua kerabat perempuan yang sedang berbuat aktivitas masing-masing di dalam kamar/Foto: Magnific/magnific
Saat berbagi bilik dengan saudara, tidak semua hal bisa dilakukan sesuka hati. Kita perlu menyesuaikan diri, mulai dari berbagi tempat hingga menghargai kebiasaan satu sama lain.
Dari pengalaman ini, kita bisa belajar bahwa setiap orang punya kebutuhan yang berbeda, Beauties. Karena itu, krusial untuk membicarakan limitasi agar semua orang statis merasa nyaman.
Kebiasaan ini bisa terbawa hingga dewasa. Seseorang mungkin jadi lebih terbuka untuk menyampaikan saat membutuhkan waktu sendiri maupun merasa kurang betah dengan sesuatu.
4. Mau Berkompromi

Ilustrasi dua kerabat perempuan yang sedang menyelesaikan masalah/Foto: Magnific/tirachardz
Berbagi bilik dengan kerabat membikin seseorang belajar untuk saling berbagi. Mereka perlu bergantian memakai barang dan menyesuaikan diri agar bisa berbagi ruang tanpa terus berselisih.
Dari situ, mereka juga belajar untuk bernegosiasi ketika keinginan mereka berbeda dengan saudara. Hal ini sejalan dengan klarifikasi Child Mind Institute tentang metode mengajarkan anak menghadapi konflik, bahwa menyelesaikan perselisihan merupakan keahlian yang bisa dipelajari sejak kecil.
Kebiasaan seperti ini bisa terbawa hingga dewasa, Beauties. Ketika berbeda gagasan dengan orang lain, mereka cenderung berupaya menemukan jalan tengah daripada memperpanjang masalah.
5. Lebih Peka terhadap Perasaan Orang Lain

Ilustrasi perempuan yang memberitahu empati pada orang lain/Foto: Magnific/magnific
Tinggal sekamar dengan kerabat bukan cuma soal tidur di ruang yang sama, tetapi juga belajar hidup berdampingan dengan kebiasaan yang berbeda. Misalnya, mereka perlu menjaga bunyi saat kerabat sedang tidur maupun memberi ruang ketika saudaranya mau sendiri.
Hal-hal kecil seperti ini membikin anak terbiasa mempertimbangkan kenyamanan orang lain. Saat dewasa, pengalaman tersebut bisa membantu mereka lebih memahami emosi dan kebutuhan orang di sekitarnya.
Berbagi bilik dengan kerabat rupanya bisa membentuk kebiasaan yang terbawa hingga dewasa, mulai dari membangun kedekatan hingga memahami emosi orang lain. Kalau mengingat masa kecil dulu, kebiasaan apa yang statis Beauties rasakan sampai sekarang?
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)