Kebiasaan Sepele yang Bisa Menurunkan Kesuburan Pasangan, Berhenti Sekarang Bunda

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 16679x dilihat
Kebiasaan Sepele yang Bisa Menurunkan Kesuburan Pasangan, Berhenti Sekarang Bunda

Bagikan Postingan

Kesuburan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap remeh oleh banyak orang, Bunda.

Salah satu kebiasaan yang berisiko besar adalah merokok. Asap rokok mengandung ribuan zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan logam berat yang dapat merusak sel reproduksi pada pria maupun wanita.

Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat (CDC AS), merokok membuat proses pembuahan lebih sulit serta meningkatkan risiko komplikasi dan hasil buruk pada kehamilan.


"Merokok tidak hanya berdampak pada paru-paru dan jantung, tetapi juga menimbulkan konsekuensi serius pada kesehatan reproduksi pria maupun wanita," ujar spesialis kesuburan senior di Nova IVF Fertility, Dr. Vandana Bhatia.

Bhatia menambahkan bahwa banyak pasangan fokus pada pola makan dan olahraga ketika mempersiapkan kehamilan, namun sering mengabaikan efek merokok yang ternyata berdampak langsung pada kemampuan untuk hamil.

"Bertentangan dengan anggapan umum yang menganggap merokok hanya merusak paru-paru atau jantung, kenyataannya asap rokok dapat merusak kesuburan, memengaruhi kehamilan, dan berdampak pada perkembangan anak dalam jangka panjang. Oleh karena itu para tenaga medis sangat menganjurkan pasangan untuk berhenti bersama saat merencanakan kehamilan," kata Bhatia, dikutip The Times of India.

Merokok bisa merusak kualitas sel telur dan sperma

Merokok dapat mengganggu proses pembuahan dengan merusak kualitas sel telur dan sperma, sehingga menurunkan peluang keberhasilan hamil bahkan pada prosedur fertilisasi seperti bayi tabung.

Pada perempuan, merokok bisa menurunkan kualitas sel telur, mengganggu keseimbangan hormon, mengurangi cadangan ovarium, serta meningkatkan risiko keguguran, kehamilan ektopik, dan menopause dini.

Pada laki-laki, merokok berpotensi menurunkan jumlah sperma, mengurangi motilitas, memperburuk kualitas sperma, dan meningkatkan proporsi sperma abnormal — semua faktor yang menurunkan tingkat keberhasilan perawatan kesuburan.

Tidak hanya perokok aktif, paparan asap rokok secara pasif juga berdampak buruk. Zat berbahaya dari asap dapat terakumulasi di dalam tubuh dan ikut mengurangi kemampuan reproduksi.

"Perokok pasif pun dapat mengalami penurunan kesuburan dan hasil kehamilan yang kurang baik karena terpapar bahan kimia beracun dari asap rokok," kata Bhatia.

Kenapa krusial berakhir merokok saat program hamil?

Jika pasangan sedang merencanakan kehamilan, sangat disarankan agar keduanya menghentikan kebiasaan merokok. Berhenti bersama dapat meningkatkan motivasi dan dukungan emosional sehingga peluang sukses lebih besar.

"Berhenti merokok bersama pasangan menciptakan akuntabilitas dan dukungan, sedangkan jika hanya satu pihak yang berhenti, godaan untuk kembali merokok bisa lebih besar dan proses berhenti menjadi lebih sulit," jelas Bhatia.

Selain itu, tubuh mulai memperbaiki diri beberapa minggu setelah berhenti merokok, dan pasangan yang berhenti bersama kerap melihat peningkatan kesuburan secara keseluruhan.

Dampak merokok sebelum mengandung pada bayi

Meskipun seorang wanita masih mungkin hamil tanpa berhenti total dari merokok, risikonya tetap nyata. Kondisi sel telur dan sperma sebelum pembuahan turut menentukan kesehatan anak kelak.

Penelitian menghubungkan merokok dengan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta masalah pernapasan pada bayi. Merokok selama kehamilan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko asma dan gangguan perkembangan pada anak.

"Merokok selama kehamilan meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat lahir rendah, asma, serta masalah pernapasan dan perkembangan pada anak. Semua risiko ini dapat diminimalkan jika pasangan berhenti merokok sebelum memulai keluarga," tambah Bhatia.

Demikian penjelasan mengenai dampak merokok pada kesuburan pria dan wanita. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads