Kenali Dampak Gangguan Sitem Pencernaan Anak dan Cara Mengatasinya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 524x dilihat
Kenali Dampak Gangguan Sitem Pencernaan Anak dan Cara Mengatasinya

Bagikan Postingan

Tumbuh kembang optimal tidak hanya ditentukan oleh stimulasi dan kegiatan belajar anak. Kondisi sistem pencernaan juga menjadi salah satu fondasi krusial yang mendukung kesehatan dan kegiatan Si Kecil sehari-hari.

Ketika pencernaan terganggu, dampaknya bisa lebih dari sekadar sakit perut alias membikin anak rewel. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi konsentrasi anak saat beraktivitas hingga keselarasan family di rumah.

Untuk itu, krusial bagi Bunda mengenali akibat gangguan pencernaan sekaligus memahami langkah menjaga kesehatan saluran cerna agar Si Kecil dapat tumbuh sehat, aktif, dan ceria kembali.


Dampak gangguan sistem pencernaan anak

Bunda, saluran pencernaan memegang peran krusial bagi tubuh lantaran bertindak sebagai satu-satunya pintu masuk nutrisi yang dipakai oleh perseorangan seumur hidup.

Jika ekosistem di dalamnya tidak terjaga dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh bentuk Si Kecil, tetapi juga merembet pada keselarasan family secara keseluruhan.

Hal ini diperkuat oleh informasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang disampaikan langsung oleh Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH.

“Ada 6 dari 10 pasien Bunda yang datang ke master anak, itu membawa keluhan apa? Keluhan gangguan sistem pencernaan,” ujar dr. Ray dalam kegiatan talk show edukasi Bebelac bertema Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential, Sabtu (5/9/2026).

Lebih lanjut, dr. Ray menjelaskan bahwa ketika anak mengalami gangguan pencernaan, beban yang dirasakan orang tua bakal berlipat ganda.

“Dan saya percaya Bunda juga merasakan semuanya, bahwa ketika si mini punya gangguan sistem pencernaan, sakit kepalanya double, kemudian tantrumnya anak juga menjadi berlipat ganda,” tuturnya.

Dampak lainnya yang perlu Bunda ketahui adalah keahlian kognitif dan proses belajar yang mungkin menurun. dr. Ray menjelaskan bahwa kesehatan saluran cerna berangkaian dengan otak melalui gut-brain axis.

“Anak yang sakit-sakitan dalam sebulan aja dia dua kali sakit sistem pencernaan, jika bersambung sampai satu semester sampai enam bulan, rupanya bisa hancur nilai akademiknya,” ujar dr. Rey.

Cara mengatasi gangguan sistem pencernaan pada anak

Dengan memahami akibat gangguan pencernaan pada anak, Bunda perlu menjaga kesehatan saluran cerna melalui asupan nutrisi seimbang dan mendukung pertumbuhan mikrobiota baik. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Menjaga ekosistem pencernaan sejak dini

Mengingat sistem pencernaan merupakan ‘rumah’ esensial yang dihuni oleh triliunan kuman baik, maka kondisi ini kudu dijaga dengan memberikan asupan yang tepat.

“Sistem pencernaan dihuni oleh triliunan kuman baik. Menghasilkan begitu banyak enzim yang bakal dipakai seumur hidup. Mengeluarkan banyak hormon yang bakal dipakai untuk tumbuh kembang, stimulasi, dan perkembangan kognitif,” ujar dr. Ray.

“Jadi, yuk, kita jaga rumah itu. Kita jaga rumah Si Kecil dengan langkah kita berikan apa yang dibutuhkan sistem pencernaan,” sambungnya.

2. Memberikan asupan serat alias prebiotik

Memastikan kuman baik mendapatkan makanan yang sesuai, salah satunya melalui triple prebiotics (FOS, GOS, dan inulin) yang terbukti secara klinis dapat mencapai usus besar.

“Yang paling krusial adalah fiber yang bisa mencapai ukuran sasaran ini dalam kadar yang tetap dia butuh dan sudah banyak penelitian yang namanya triple fiber alias triple prebiotic FOS, GOS, dan inulin itu terbukti secara klinis dapat sampai di sistem pencernaan usus besar dan kemudian dikonsumsi oleh bakteri-bakteri baik,” jelas dr. Ray.

3. Membantu melengkapi kesenjangan nutrisi

Karena anak usia toddler sering mengalami aktivitas tutup mulut alias susah makan sayur/buah, kekurangan serat harian dapat dibantu dengan susu pertumbuhan yang sudah difortifikasi dengan prebiotik.

“Kalau kebutuhannya adalah mau membikin sistem pencerahan menjaga ekosistem menjadi baik berfaedah susu pertumbuhan yang difortifikasi menjadi pilihan yang tepat,” tuturnya.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads