Kenali Suleten Pada Bayi, Luka Merah Lepuh Di Kulit Yang Menular

May 07, 2026 03:20 PM - 2 jam yang lalu 57

Jakarta -

Suleten pada bayi menjadi salah satu jangkitan kulit yang perlu diwaspadai orang tua. Hal ini lantaran jangkitan tersebut mudah menular dari satu anak ke anak lainnya.

Kondisi suleten alias impetigo pada bayi juga umum terjadi pada usia dini. Siapa pun bisa terkena, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak dan bayi. 

Suleten termasuk jangkitan kulit yang perlu penanganan tepat agar tidak menyebar. Dengan pengobatan, impetigo biasanya membaik dalam beberapa hari. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meski begitu, suleten pada bayi tetap tak boleh disepelekan lantaran bisa sigap menyebar dan membikin Si Kecil merasa tidak nyaman.

Mengenal apa itu suleten alias impetigo

Dikutip dari laman Cedars Sinai, suleten alias impetigo adalah jangkitan kulit. Dalam perihal ini, impetigo pada bayi dapat muncul sebagai luka ringan hingga jangkitan yang lebih serius.

Impetigo juga dapat menyerang bagian kulit lebih dalam, yang disebut sebagai ektima (ecthyma).

Kondisi ini dapat terjadi pada kulit sehat, alias bisa juga terjadi pada kulit yang mengalami luka akibat sayatan, lecet, alias gigitan serangga. Hal ini pun menjadi beberapa penyebab suleten pada bayi yang sering kali tidak disadari orang tua.

Impetigo paling sering terjadi pada anak usia 2 hingga 5 tahun dan mudah menular. Artinya, penyakit ini dapat dengan mudah beranjak dari satu anak ke anak lain, terutama pada mereka yang berada dalam satu lingkungan dekat.

Anak-anak dapat menularkan kepada personil family lain, tapi juga bisa terinfeksi kembali.

Gejala suleten pada bayi

Gejala dapat muncul sedikit berbeda pada setiap anak. Tanda-tanda yang muncul juga bisa bervariasi, berjuntai pada kuman penyebabnya. Beberapa indikasi suleten pada bayi dapat meliputi:

  • Muncul benjolan merah
  • Ada luka yang berisi cairan, mengeluarkan cairan, alias berkerak
  • Area kulit yang terinfeksi tampak kemerahan, bengkak, dan bisa terasa gatal
  • Ada pembengkakan kelenjar getah cerah di sekitarnya

Benjolan alias luka tersebut bisa terasa nyeri dan dapat muncul di bagian tubuh mana saja. Namun yang paling sering muncul di area wajah, lengan, dan kaki.

Kadang tanda dan indikasi impetigo pada bayi dapat terabaikan lantaran mirip seperti masalah kulit lain. Oleh karena itu, jangan tunda periksa ke master untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

Dikutip dari Mayo Clinic, ada kondisi lain dari suleten yang disebut impetigo bulosa. Gejalanya ialah ada lepuhan yang lebih besar pada bagian tubuh bayi dan anak-anak seperti di lengan dan kaki.

Kondisi impetigo yang lebih serius disebut ektima, di mana infeksinya menembus lebih dalam ke dalam kulit dan menyebabkan luka berisi cairan alias nanah yang nyeri.

Penyebab Suleten alias Impetigo pada Bayi

Impetigo disebabkan oleh bakteri, termasuk di antaranya meliputi:

  • Group A beta-hemolytic Streptococcus
  • Staphylococcus aureus

Si Kecil dapat terpapar kuman penyebab suleten pada bayi ketika bergesekan dengan luka seseorang yang terinfeksi. 

Bisa juga lantaran menyentuh barang yang telah disentuh sebelumnya oleh anak lain dengan impetigo, seperti pada pakaian, seprai, handuk, apalagi mainan. Faktor-faktor yang meningkatkan akibat penyebab suleten pada bayi meliputi:

Usia

Impetigo paling sering terjadi pada anak usia 2 hingga 5 tahun.

Kontak dekat

Impetigo mudah menyebar dalam keluarga, serta di lingkungan yang ramai seperti sekolah dan tempat penitipan anak, serta melalui kegiatan olahraga yang melibatkan kontak kulit langsung.

Cuaca hangat dan lembap

Infeksi impetigo lebih sering terjadi pada cuaca hangat dan lembap.

Kulit yang terluka

Bakteri penyebab impetigo biasanya masuk ke dalam kulit melalui luka kecil, gigitan serangga, alias ruam.

Kondisi kesehatan lain

Anak dengan kondisi kulit lain, seperti dermatitis atopik (eksim), lebih berisiko mengalami impetigo. 

Cara mengobati suleten pada bayi

Untuk mendiagnosis dan mengobati suleten pada bayi, master awalnya bakal menanyakan indikasi dan riwayat kesehatan anak. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik.

Jika perlu, dalam beberapa kasus tertentu sampel nanah dari luka dapat dikirim ke laboratorium (yang disebut sebagai 'kultur').

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui jenis kuman penyebab infeksi. Hasilnya dapat membantu master menentukan obat suleten pada bayi yang paling tepat.

Pengobatan juga bakal berjuntai pada gejala, usia, dan kondisi kesehatan umum anak. Tingkat keparahan jangkitan juga bakal menjadi pertimbangan. 

Beberapa contoh terapi untuk mengobati suleten pada bayi meliputi:

  • Krim alias salep untuk suleten pada bayi dengan antibiotik resep, yang biasanya paling sering digunakan untuk kasus impetigo ringan.
  • Antibiotik dalam corak tablet alias cairan sebagai obat suleten pada bayi, terutama jika infeksinya lebih luas.
  • Pembersihan dan penutupan luka secara rutin untuk mencegah penyebaran makin banyak. 

Pastikan Bunda mencuci tangan setidaknya selama 20 detik sebelum dan sesudah merawat luka impetigo pada anak. Buang perban jejak dalam kantong tertutup sebelum dibuang.

Segera lakukan konsultasi ke master jika anak mengalami jangkitan kulit setelah kontak dengan seseorang yang mempunyai impetigo. 

Cara mencegah suleten pada bayi

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah suleten pada bayi dan penyebarannya:

  • Pastikan untuk selalu membersihkan tangan anak dengan menggunakan sabun dan air
  • Biasakan semua personil family juga rutin mencuci tangan dengan betul (gunakan sabun dan air, lampau menggosok tangan setidaknya selama 20 detik)
  • Jangan berbagi peralatan pribadi seperti handuk alias saputangan
  • Pastikan setiap personil family menggunakan handuk masing-masing untuk mengeringkan tangan dan setelah mandi
  • Jaga kuku anak tetap pendek, lantaran ini dapat membantu mencegah anak menggaruk dan menyebarkan infeksi
  • Hindari sementara kegiatan bermain di tempat umum saat terinfeksi

Langkah ini krusial untuk menekan akibat penyebab suleten pada bayi sekaligus mencegah jangkitan berulang.

Penularan suleten pada bayi

Dikutip dari laman National Health Services (NHS) UK, impetigo pada bayi dapat dengan mudah menyebar ke bagian tubuh lain alias ke orang lain melalui kontak langsung antar kulit. Si Kecil juga bisa tertular dengan menyentuh barang yang terkontaminasi, seperti handuk dan seprai.

Suleten berakhir menular kira-kira 48 jam setelah pengobatan dengan antibiotik alias resep salep untuk suleten pada bayi dilakukan. 

Penularan suleten bisa menjadi lebih minim ketika bercak luka mengering dan membentuk kerak.

Kurangi penularan suleten dengan tips krusial lainnya termasuk giat mencuci tangan Si Kecil, cuci barang-barang anak (seperti kain kecil, handuk, seprai, dan sarung bantal) dengan suhu tinggi.

Pastikan juga untuk selalu mencuci mainan dengan deterjen dan air hangat, jika anak mengalami impetigo.

Itulah penjelasan tentang suleten pada bayi. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala, penyebab suleten pada bayi, serta memberikan obat suleten pada bayi yang tepat sesuai rekomendasi dokter.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya