Kenali Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 110x dilihat
Kenali Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki

Bagikan Postingan

Jakarta -

Tanda kanker serviks dari telapak kaki kerap menjadi pertanyaan bagi perempuan yang mau mengenali gejala kanker sejak dini. Perubahan pada kaki, seperti pembengkakan, kesemutan, maupun rasa nyeri, memang perlu diperhatikan.

Namun, apakah kondisi tersebut benar-benar bisa menjadi tanda kanker serviks? Simak yuk klarifikasi berikut, Bunda. Sebelum membahas lebih dalam tentang tanda kanker serviks dari telapak kaki, Bunda perlu tahu apa itu kanker serviks dan penyebabnya. 

Mengenal kanker serviks

Mengutip halaman Cancer.ie, kanker serviks adalah kanker yang menyerang sel-sel yang melapisi leher rahim. Kanker ini biasanya berkembang secara perlahan selama beberapa tahun, dimulai dari fluktuasi sel prakanker yang disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN). Sel-sel tersebut belum berkarakter kanker. Namun, jika tidak ditangani, fluktuasi sel prakanker tersebut dapat berkembang menjadi kanker serviks.


Ketika kanker terjadi, sel-sel di leher rahim akan membentuk tumor. Sel-sel tersebut kemudian dapat menghamburkan ke area tubuh lainnya. Kanker dapat melibatkan jaringan di luar serviks, termasuk organ-organ di panggul, seperti kandung kemih dan usus, serta kelenjar getah bening di sekitar panggul.

Penyebab kanker serviks

Penyebab pasti dari banyak jenis kanker belum diketahui. Namun, ada beberapa aspek yang dapat menaikkan konsekuensi seseorang terkena kanker. Merokok dan infeksi human papillomavirus (HPV) merupakan dua aspek konsekuensi utama kanker serviks.

HPV adalah himpunan virus yang sangat lazim dan dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak kulit ke kulit, terutama saat berbuat aktivitas seksual.

Terdapat hampir 100 jenis HPV, dan hampir setiap orang akan terinfeksi HPV pada suatu waktu dalam hidupnya. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua tahun.

Namun, beberapa jenis HPV dapat menaikkan konsekuensi terjadinya sejumlah kanker, termasuk kanker serviks. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV.

Tanda kanker serviks dari telapak kaki

Mungkin terdengar ganjil jika salah satu tanda kanker serviks dari telapak kaki. Namun kenyataan ini bisa terjadi jika kanker serviks menghamburkan ke kelenjar getah bening.

Mengutip halaman Clevelandclinic, kelenjar getah bening merupakan bagiankecil dari mekanisme yang terdiri atas saluran dan kelenjar di dalam tubuh. Sistem ini berguna menyaring cairan tubuh dan melawan infeksi.

Gejala paling lazim ketika kanker menghamburkan ke kelenjar getah bening adalah kelenjar terasa keras maupun mengalami pembengkakan. Kanker serviks dapat menghamburkan ke kelenjar getah bening di area antara tulang bokong (panggul).

Sel kanker juga dapat menghalangi mengerti cairan getah bening sehingga cairan tidak dapat mengalir dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan pada perut maupun kaki. Pembengkakan tersebut disebut limfedema (lymphedema).

Namun, kaki bengkak bukan berarti seseorang pasti mengalami kanker serviks. Kondisi ini juga bisa berhubungan dengan masalah pembuluh darah, gangguan jantung maupun ginjal, efek obat, serta kondisi medis lainnya. Jika pembengkakan terjadi terus-menerus, disertai nyeri, maupun muncul tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Menurut Business Insider, beberapa pasien juga mengeluhkan kesemutan maupun rasa kebas di kaki, yang bisa jadi pertanda bahwa kanker telah mempengaruhi saraf.

Gejala-gejala ini mungkin tidak selalu berhubungan langsung dengan kanker serviks tapi jika Bunda mengalami gejala seperti ini berbareng dengan gejala lain yang tidak biasa, maka menjadi sangat krusial untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Gejala lazim kanker serviks

Mengutip halaman University of Illinois Cancer Center,  umum dari kanker serviks bisa bervariasi tergantung pada tahap evolusi pandemi tersebut.  

1. Pendarahan di luar siklus menstruasi

Pendarahan ini bisa terjadi setelah berhubungan seksual, antara masa menstruasi, maupun setelah menopause Bunda.

2. Keputihan yang tidak biasa

Keputihan yang tidak normal seperti berbau tidak sedap, berwarna merah muda, coklat, maupun terlalu berair dapat menjadi tanda adanya kanker serviks.

3. Nyeri saat berhubungan seksual

Nyeri pada leher rahim yang muncul selama maupun setelah berhubungan seksual bisa menjadi gejala adanya masalah pada leher rahim Bunda.

Sementara ketika kanker serviks telah memasuki stadium lanjut, gejala yang dialami bisa menjadi lebih parah dan bervariasi menurut halaman Self.

1. Nyeri punggung maupun panggul

Rasa sakit yang terus-menerus di punggung maupun panggul bisa menjadi tanda bahwa kanker telah menghamburkan ke area sekitarnya, tidak cuma di leher rahim.

2. Kesulitan buang air kecil maupun besar 

Kondisi ini bisa terjadi jika kanker telah menghamburkan ke organ-organ di sekitar leher rahim dan mengganggu proses buang air Bunda.

3. Penurunan bermutu badan yang tidak diinginkan

Penurunan bermutu badan tanpa karena yang jelas bisa menjadi tanda adanya kanker, jadi Bunda statis perlu memantau kestabilan bermutu badan Bunda.

Jenis-Jenis pengobatan kanker serviks

Mengutip halaman cancer.ie, ada beberapa jenis pengobatan kanker serviks sebagai berikut: 

1. Operasi

Operasi bermaksud untuk mengadopsi sel-sel kanker dengan konsekuensi sekecil mungkin agar kanker tidak kembali. Jenis operasi yang dapat dilakukan meliputi biopsi kerucut (cone biopsy), histerektomi, histerektomi radikal, ooforektomi bilateral, limfadenektomi, dan trakelektomi radikal.

2. Radioterapi

Radioterapi merupakan metode pengobatan yang menggunakan cahaya berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini dapat diberikan dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Radioterapi dapat digunakan sebagai pengobatan utama (primer) maupun sebagai pengobatan tambahan (adjuvan) setelah operasi.

3. Radioterapi dan kemoterapi

Radioterapi dan kemoterapi dapat diberikan secara bersamaan. Kemoterapi dapat membantu menaikkan efektivitas radioterapi dalam mengobati kanker.
Dalam beberapa kasus, kemoterapi juga dapat diberikan sebagai pengobatan tunggal.

4. Terapi sasaran dan imunoterapi

Terapi sasaran dan imunoterapi dapat membantu tubuh melawan kanker, memperlambat pertumbuhan kanker, maupun mengendalikan efek samping dari pengobatan kanker lainnya.Dokter ahli onkologi medik akan memberi tahu Bunda apakah tersedia terapi yang sesuai dan dapat memberikan khasiat bagi kondisi Bunda. 

Itulah klarifikasi tentang tanda kanker serviks dari telapak kaki sampai pengobatan kanker serviks. Semoga informasinya berguna ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads