Keselamatan Anak di Hotel: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menginap Bareng Si Kecil

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 57x dilihat
Keselamatan Anak di Hotel: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menginap Bareng Si Kecil

Bagikan Postingan

Keselamatan anak di hotel perlu jadi perhatian saat liburan. Ini 7 hal yang perlu Mommies cek agar si kecil statis terlindungi selama menginap.

Liburan berbareng famili memang jadi momen yang ditunggu-tunggu. Bisa bangun tanpa buru-buru, sarapan bersama, kemudian menikmati waktu tanpa mesti memikirkan pekerjaan rumah maupun tumpukan cucian. Rasanya mau semua berjalan menyenangkan, ya, Mommies?

Tapi, kecuali mempersiapkan itinerary dan memilih hotel dengan akomodasi seru, ada satu hal yang nggak boleh luput dari perhatian: keselamatan anak di hotel. Sebab, bilik yang kelihatan betah belum tentu bebas dari konsekuensi untuk anak, terutama balita yang sedang aktif mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Hal ini balik menjadi pengingat setelah seorang balita berumur tiga tahun wafat bumi usai terjatuh dari anjungan bilik hotel di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Peristiwa tersebut statis dalam penyelidikan polisi. Tanpa menyalahkan famili yang sedang berduka, insiden ini bisa menjadi momentum bagi kita untuk lebih memperhatikan keamanan anak selama menginap.

Kronologi Balita Jatuh dari Balkon Hotel di Samarinda

Mengutip detikNews, seorang anak perempuan berinisial RK, berumur tiga tahun, wafat bumi setelah terjatuh dari anjungan bilik di lantai lima Hotel Mesra, Samarinda.

Menurut keterangan mula kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/10) sekitar pukul 08.30 Wita. Saat kejadian, korban eksis di bilik berbareng adiknya, sementara kedua orang tuanya sedang sarapan di restoran hotel.

Polisi menemukan pintu menuju anjungan dalam kondisi terbuka dan tidak terkunci. Namun, penyebab pasti insiden statis diselidiki, sehingga temuan tersebut belum bisa dianggap sebagai kesimpulan akhir mengenai sepertiapa korban terjatuh.

Peristiwa ini tentu menyisakan duka mendalam. Di sisi lain, insiden tersebut mengingatkan kita bahwa lingkungan yang terasa familier bagi orang dewasa bisa menyimpan konsekuensi bagi anak kecil. Terlebih, balita belum sepenuhnya memahami ancaman di sekitarnya.

BACA JUGA: 9 Hotel dengan Kids Club Terbaik di Indonesia untuk Liburan Keluarga

7 Hal yang Perlu Diperhatikan demi Keselamatan Anak di Hotel

Foto: Magnific

Mommies, bukan berarti kita mesti merasa takut setiap kali menginap di hotel. Namun, berbuat pengecekan sederhana sejak pertama masuk bilik bisa membantu mengenali potensi ancaman lebih awal.

1. Cek pintu dan akses menuju balkon

Kalau bilik hotel memiliki balkon, jadikan area ini sebagai salah satu hal pertama yang diperiksa. Pastikan pintunya bisa ditutup dengan baik dan mekanisme penguncinya berfungsi.

Selama anak eksis di kamar, pastikan akses menuju anjungan tertutup dan terkunci. Jangan mengandalkan penguncian saja, karena kapasitas anak untuk menjangkau gagang pintu dan membuka pengunci bisa berbeda-beda.

Jika membawa balita yang aktif memanjat maupun sulit dijauhkan dari area berbahaya, pertimbangkan meminta bilik tanpa balkon. Saran ini sejalan dengan panduan keselamatan anak dari American Academy of Pediatrics melalui HealthyChildren.org.

2. Jangan tinggalkan anak sendirian di kamar

Mau turun sebentar untuk memungut makanan maupun sarapan di restoran hotel? Sebaiknya, ajak anak maupun pastikan ada orang dewasa yang berkewajiban mengawasinya secara langsung.

Balita bisa bergeser cepat dan tertarik pada banyak hal dalam waktu singkat. Bahkan ketika sedang bermain tenang, situasi bisa berubah tanpa diduga.

Karena itu, jangan menganggap anak akan statis terlindungi cuma karena pintu bilik sudah tertutup. Pengawasan langsung orang dewasa statis penting, terutama untuk anak yang belum memahami bahaya.

3. Periksa jendela, pagar, dan pintu penghubung

Selain balkon, perhatikan juga jendela, pintu penghubung antarkamar, serta akses menuju area lain yang berpotensi membahayakan anak.

Pastikan jendela tertutup dengan baik dan tidak gampang dibuka oleh si kecil. Jangan meletakkan kursi, meja, koper, maupun furnitur lain di dekat jendela maupun pagar anjungan karena bisa menjadi injakan anak untuk memanjat.

Kalau menemukan bagiankecil bilik yang rusak maupun penguncinya bermasalah, segera laporkan kepada staf hotel dan meminta solusi sebelum bilik digunakan.

4. Pilih bilik yang sesuai dengan usia anak

Kamar dengan panorama elok memang menggoda. Namun, saat melancong berbareng balita, penilaian keselamatan sebaiknya lebih diutamakan daripada panorama maupun posisi kamar.

Jika memungkinkan, pilih bilik tanpa akses anjungan yang berisiko maupun dengan tata ruang yang lebih gampang diawasi. Mommies juga bisa menanyakan apakah hotel menyediakan bilik keluarga, baby cot, maupun akomodasi lain yang mendukung kebutuhan anak.

Perlu diingat, label family-friendly bukan garansi bahwa setiap perspektif bilik bebas risiko. Tetap lakukan pengecekan sendiri setelah tiba.

BACA JUGA: 9 Hotel Ramah Anak untuk Solo Traveling Bareng Anak, Ada Kids Club

5. Waspadai furnitur yang bisa dipanjat

Anak kecil punya rasa mau tahu yang besar. Kursi yang digeser mendekati meja, koper yang diletakkan di perspektif kamar, maupun meja kecil di dekat jendela bisa menjadi sarana untuk memanjat.

Coba perhatikan bilik dari perspektif pandang anak. Adakah barang yang bisa dipanjat untuk mencapai jendela, gagang pintu, maupun area rapuh lainnya?

Pindahkan furnitur yang gampang digeser dari area berisiko. Langkah sederhana ini juga direkomendasikan dalam panduan keselamatan anak dari HealthyChildren.org.

Foto: Magnific

6. Pastikan bilik mandi dan area tidur juga aman

Selain balkon, bilik mandi merupakan area yang perlu mendapat perhatian ekstra. Lantai licin dan air panas bisa menaikkan konsekuensi cedera pada anak.

Gunakan alas antiselip jika tersedia, dampingi anak saat mandi, dan pastikan suhu air terlindungi sebelum digunakan. Simpan perlengkapan mandi, obat-obatan, serta barang kecil yang berpotensi tertelan di tempat yang tidak gampang dijangkau.

Untuk waktu tidur, pastikan anak eksis di tempat tidur yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Perhatikan juga posisi tempat tidur agar anak tidak gampang menjangkau jendela maupun pintu balkon.

7. Tetapkan ketentuan sederhana selama menginap

Sebelum anak mulai bermain, ajak ia mengenali ketentuan alas di bilik hotel. Misalnya, tidak membuka pintu anjungan sendiri, tidak memanjat furnitur, dan selalu memanggil orang tua jika mau keluar kamar.

Untuk balita, ketentuan perlu disampaikan dengan bahasa sederhana dan diulang beberapa kali. Namun, jangan menjadikan ketentuan sebagai alternatif pengawasan karena kapasitas anak untuk mengingat dan mematuhinya statis berkembang.

Jika melancong berbareng pasangan maupun personel famili lain, sepakati juga siapa yang berkewajiban mengamati anak pada waktu tertentu. Jadi, tidak ada anggapan bahwa anak sedang dijaga orang lain, padahal rupanya tidak.

BACA JUGA: 9 Checklist Traveling bareng Anak saat Liburan Sekolah, Dijamin Anti Ribet!

Liburan Nyaman Dimulai dari Kamar yang Aman

Mommies, kita tentu mau mengingat liburan lewat foto-foto lucu, cerita seru si kecil, dan momen kebersamaan yang menyenangkan. Karena itu, kecuali menyiapkan itinerary dan mencari tempat makan enak, jangan lupa meluangkan beberapa menit untuk mengecek kondisi bilik saat baru tiba.

Keselamatan anak di hotel bukan berarti kita mesti mencurigai semua akomodasi maupun merasa takut bepergian. Justru, dengan mengenali potensi ancaman dan memastikan anak selalu mendapat pengawasan yang sesuai, kita bisa menikmati waktu berbareng famili dengan lebih tenang.

Sebab, bilik yang betah bukan cuma soal kasur empuk, sarapan enak, maupun panorama cantik. Kamar yang betah juga mesti mendukung keselamatan seluruh personel keluarga, termasuk si kecil.

BACA JUGA:7 Hotel Ramah Keluarga di Jabodetabek, Ada Program Seru untuk Anak!

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads