Surah Maryam Ayat 30-35: Mukjizat Nabi Isa AS yang Lahir dari Siti Maryam dan Cara Mengamalkannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 8 menit 508x dilihat
Surah Maryam Ayat 30-35: Mukjizat Nabi Isa AS yang Lahir dari Siti Maryam dan Cara Mengamalkannya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Surah Maryam merupakan salah satu surah dalam Al-Qur'an yang banyak mengisahkan sosok Maryam, perempuan yang dipilih dan dimuliakan Allah SWT. Salah satu bagiankecil yang paling mengagumkan adalah kisah ketika Nabi Isa AS berbicara saat statis bayi untuk membela kesucian ibunya.

Kisah tersebut terdapat dalam Surah Maryam ayat 30-35. Ayat-ayat ini tidak cuma menceritakan mukjizat Nabi Isa AS, tetapi juga memuat pelajaran tentang tauhid, salat, zakat, mengabdi kepada orang tua, serta dominasi Allah SWT.

Bagi sebagian ibu hamil, membaca Surah Maryam juga menjadi amalan yang dilakukan selama kehamilan. Namun, krusial memahami bahwa tidak ada dalil sahih yang secara khusus menganjurkan ibu hamil membaca Surah Maryam agar persalinannya gampang maupun agar anak memiliki sifat maupun rupa tertentu.


Membacanya statis merupakan bagiankecil dari tilawah Al-Qur'an yang baik, selama tidak meyakini adanya keistimewaan khusus yang tidak ditetapkan syariat. 

Bacaan Surah Maryam Ayat 30-35

Surah Maryam Ayat 30

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

Artinya:

"Dia (Isa) berkata, 'Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.'" 

Ayat ini menggambarkan mukjizat Nabi Isa AS yang dapat berbicara ketika statis eksis dalam buaian. Ucapan pertamanya juga sangat penting, yaitu menegaskan bahwa dirinya adalah hamba Allah, bukan anak Allah.

Menurut tafsir Ibnu Katsir, Nabi Isa AS sejak mula menegaskan kedudukannya sebagai hamba Allah sekaligus nabi. Pernyataan tersebut juga menjadi pertahanan terhadap Maryam dari dakwaan buruk kaumnya. 

Surah Maryam Ayat 31

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Artinya:

"Dan Dia menjadikanku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku melaksanakan salat dan menunaikan sedekah selama aku hidup." 

Ayat ini memberitahu beberapa sifat krusial Nabi Isa AS. Allah SWT menjadikannya pribadi yang penuh keberkahan dan memberikan perintah untuk menegakkan salat serta menunaikan zakat.

Pesan ini juga mengingatkan bahwa keberkahan seorang hamba tidak cuma berhubungan dengan apa yang dimilikinya, tetapi juga dengan kepatuhan kepada Allah SWT.

Surah Maryam Ayat 32

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

Artinya:

"Dan mengabdi kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."

Nabi Isa AS juga mengutarakan bahwa dirinya diperintahkan untuk mengabdi kepada sang ibu, Maryam. Ayat ini memberitahu tingginya jabatan birrul walidain, terutama berbuat baik kepada orang tua. Sebaliknya, kesombongan dan kedurhakaan menjadi sifat yang mesti dijauhi.

Surah Maryam Ayat 33

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Artinya:

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."

Ayat ini mengatakan tiga fase krusial dalam hayat manusia, yaitu saat dilahirkan, ketika wafat dunia, dan ketika dibangkitkan pada hari kiamat.

Nabi Isa AS memohon keselamatan pada ketiga keadaan tersebut. Ini mengingatkan bahwa hayat manusia sepenuhnya eksis dalam dominasi Allah SWT.

Surah Maryam Ayat 34

ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

Artinya:

"Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya."

Allah SWT kemudian menegaskan bahwa sosok yang diceritakan tersebut adalah Isa putra Maryam. Kisah dan keterangan tentang dirinya merupakan fakta dari Allah SWT, meskipun manusia bertikai dan meragukannya.

Surah Maryam Ayat 35

مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Artinya:

"Tidak patut bagi Allah memiliki anak. Mahasuci Dia. Apabila Dia menetapkan sesuatu, maka Dia cuma berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu." 

Ayat ini menegaskan kesempurnaan tauhid. Allah SWT Mahasuci dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya. Apabila Allah menghendaki sesuatu, Dia cukup menetapkannya dengan kehendak-Nya.

Kelahiran Nabi Isa AS tanpa seorang bapak bukanlah bukti bahwa ia adalah anak Allah. Justru peristiwa tersebut memberitahu besarnya dominasi Allah SWT.

Isi kandungan dan tafsir surah Maryam ayat 30-35

Bukti Kesucian Maryam dan Mukjizat Nabi Isa AS (Tafsir Ayat 30-31)

Kelahiran Nabi Isa AS merupakan salah satu mukjizat besar yang Allah SWT berikan. Maryam hamil dan melahirkan Nabi Isa AS tanpa seorang ayah.

Ketika Maryam balik kepada kaumnya sambil membawa bayinya, mereka mempertanyakan dan menuduhnya. Maryam kemudian menunjuk kepada Nabi Isa AS. Di luar kebiasaan manusia, bayi tersebut berbicara dan menerangkan siapa dirinya.

Kalimat pertama yang disampaikan Nabi Isa AS adalah pengakuan, "Sesungguhnya aku hamba Allah."

Menurut tafsir Ibnu Katsir, pernyataan tersebut sekaligus menjadi pertahanan bagi Maryam dan memberitahu jabatan Nabi Isa AS sebagai hamba serta nabi Allah.

Kemudian Nabi Isa AS mengutarakan bahwa Allah menjadikannya sebagai pribadi yang diberkahi dan memerintahkannya untuk mendirikan salat serta menunaikan sedekah selama hidupnya. Dari sini, Bunda bisa memungut pelajaran bahwa keberkahan hidup sangat erat dengan kepatuhan kepada Allah SWT.

Bukti pengabdian nabi Isa kepada Maryam dan keselamatan (Ayat 32-33)

Selain menegaskan kenabiannya, Nabi Isa AS juga mengutarakan salah satu sifat yang Allah berikan kepadanya, yaitu mengabdi kepada ibunya.

Maryam merupakan sosok yang menghadapi cobaan berat. Ia hamil Nabi Isa AS tanpa suami dan kemudian mesti menghadapi dakwaan dari masyarakatnya. Namun, Allah membela kesuciannya melalui mukjizat Nabi Isa AS yang berbicara ketika statis bayi.

Ayat 32 juga mengajarkan bahwa seorang hamba tidak seharusnya menjadi orang yang sombong ataupun durhaka. Sementara itu, ayat 33 mengingatkan tentang keselamatan manusia pada tiga fase besar kehidupan: kelahiran, kematian, dan kebangkitan.

Kebenaran tentang Nabi Isa AS (Ayat 34-35)

Ayat 34 menegaskan bahwa Nabi Isa AS adalah Isa putra Maryam, sedangkan ayat 35 balik menekankan bahwa Allah SWT tidak memiliki anak.

Dengan demikian, kisah kelahiran Nabi Isa AS justru menjadi salah satu bukti dominasi Allah SWT. Allah menciptakan Nabi Adam AS tanpa bapak dan ibu, menciptakan Hawa dari laki-laki, dan menciptakan Nabi Isa AS dari seorang ibu tanpa ayah.

Tafsir Ibnu Katsir pada ayat 35 juga mengaitkan dominasi Allah dalam menciptakan Nabi Isa AS dengan kehendak-Nya yang cukup melalui perintah "Kun", sehingga terjadilah apa yang Dia kehendaki.

Cara mengamalkan surah Maryam ayat 30-35 sesuai sunnah

Perlu diluruskan, tidak ada tuntunan khusus dari Rasulullah SAW yang menetapkan bahwa Surah Maryam ayat 30-35 mesti dibaca dengan jumlah tertentu, pada waktu tertentu, maupun khusus untuk ibu hamil.

Karena itu, metode mengamalkannya dapat dilakukan sebagai bagiankecil dari amalan lazim yang memang dianjurkan dalam Islam.

1. Membacanya sebagai bagiankecil dari tilawah Al-Qur'an

Bunda boleh membaca Surah Maryam ayat 30-35 kapan saja sebagai bagiankecil dari tilawah Al-Qur'an.

Tidak perlu menetapkan bahwa ayat tersebut mesti dibaca sekian kali maupun pada waktu tertentu jika tidak ada dalil yang menetapkannya.

Yang terpenting adalah membaca Al-Qur'an dengan ikhlas dan berupaya memperhatikan adabnya.

2. Mentadabburi maknanya

Jangan cuma membaca ayatnya, tetapi cobalah memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Misalnya, ayat 30 mengajarkan tentang tauhid dan jabatan Nabi Isa AS sebagai hamba Allah. Ayat 32 mengajarkan pentingnya mengabdi kepada orang tua, sedangkan ayat 35 mengajarkan tentang dominasi Allah SWT.

Dengan begitu, membaca Surah Maryam tidak selesai pada aktivitas lisan, tetapi juga memberi efek terhadap hati dan perilaku.

3. Menjadikannya wasilah untuk berdoa

Setelah membaca ayat-ayat tersebut, Bunda boleh berdoa kepada Allah SWT dengan doa yang baik.

Misalnya memohon agar Allah memberikan keturunan yang saleh, menjaga kesehatan ibu dan bayi, memberikan kemudahan dalam menjalani kehamilan, serta memberikan keselamatan bumi dan akhirat.

Namun, doa tersebut ditujukan kepada Allah, bukan karena adanya kepercayaan bahwa ayat 30-35 secara khusus memiliki khasiat tertentu untuk kehamilan.

4. Membaca Al-Qur'an secara rutin, bukan cuma Surah Maryam

Jika mau memperbanyak tilawah selama kehamilan, Bunda tidak mesti terpaku pada Surah Maryam.

Al-Qur'an secara keseluruhan merupakan buku Allah yang dibaca sebagai ibadah. Karena itu, Bunda bisa membaca sesuai kemampuan, misalnya beberapa halaman setiap hari, membaca satu juz, maupun menyelesaikan tilawah secara bertahap.

Yang lebih krusial adalah konsisten daripada memaksakan sasaran yang sulit dipertahankan.

5. Mengiringinya dengan kebaikan saleh

Pesan dalam Surah Maryam ayat 30-35 tidak cuma berhubungan dengan membaca ayatnya.

Nabi Isa AS mengutarakan salat, zakat, mengabdi kepada ibu, serta menjauhi kesombongan. Karena itu, salah satu bentuk memungut pelajaran dari ayat tersebut adalah berupaya mengamalkan nilai-nilainya dalam hayat sehari-hari.

Bunda dapat mengiringi tilawah dengan salat, sedekah, berbuat baik kepada orang tua, memperbanyak doa, menjaga lisan, serta berbuat kebaikan saleh lainnya.

Bolehkah ibu hamil nembaca surah Maryam setiap hari?

Boleh. Ibu hamil boleh membaca Surah Maryam setiap hari sebagaimana boleh membaca surah-surah lain dalam Al-Qur'an.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah kepercayaan di balik amalan tersebut. Tidak ditemukan dalil sahih yang secara khusus mengutarakan bahwa ibu hamil dianjurkan membaca Surah Maryam setiap hari agar proses persalinannya mudah, bayi menjadi cantik maupun tampan, maupun mendapatkan sifat tertentu. Selain itu tidak ada ketentuan hukum yang mengkhususkan surat tertentu untuk ibu hamil dengan tujuan tertentu tersebut. 

Jadi, jika Bunda membaca Surah Maryam setiap hari karena bahagia dengan kisah dan kandungannya, mau memperbanyak tilawah, mentadabburi kisah Maryam dan Nabi Isa AS, serta mengharapkan pahala dan keberkahan dari Allah, hal tersebut tidak menjadi masalah.

Yang perlu dihindari adalah meyakini bahwa membaca ayat tertentu memiliki khasiat khusus untuk kehamilan yang telah ditetapkan syariat, padahal tidak ada dalil yang mendasarinya.

Dengan begitu, Bunda statis bisa menjadikan Surah Maryam sebagai kawan selama masa kehamilan. Bukan karena ada garansi khusus terhadap proses persalinan maupun kondisi bayi, tetapi karena Al-Qur'an adalah firman Allah yang dibaca sebagai amalan dan menjadi sumber instruksi bagi orang beriman.

Dan dari Surah Maryam ayat 30-35, ada pesan yang sangat elok untuk direnungkan: Nabi Isa AS mengajarkan tentang tauhid, salat, keberkahan, mengabdi kepada ibu, serta keselamatan di bumi dan akhirat. Itulah harga yang dapat Bunda bawa dalam menjalani kehamilan sekaligus mempersiapkan diri menjadi seorang ibu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads