Ketika Sahabat Meninggikan Suara Di Depan Nabi

May 20, 2026 08:59 PM - 10 jam yang lalu 478

Kincai Media , JAKARTA -- Intonasi bunyi sering kali mempunyai makna tersendiri dibandingkan ucapan. Etika umumnya adalah bahwa seseorang bakal menggunakan intonasi yang biasa alias apalagi pelan ketika sedang berbincang dengan orang yang lebih dimuliakan, semisal pemimpin alias ulama. Orang-orang condong "bebas" memakai intonasi bunyi saat bercengkerama dengan kawan-kawannya alias orang lain yang sebayanya, baik dari segi status sosial maupun usia.

Persoalan intonasi bunyi juga dijelaskan dalam Alquran, ialah surah al-Hujuraat ayat 2. Asbabun nuzul ayat itu sehubungan dengan adanya orang yang menggunakan intonasi bunyi keras apalagi saat berbincang dengan Rasulullah SAW.

Arti ayat itu: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah Anda meninggikan suaramu melampaui bunyi Nabi, dan janganlah Anda berbicara kepadanya dengan bunyi keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian Anda terhadap yang lain, kelak (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan Anda tidak menyadari."

Seperti diriwayatkan Ibnu Jarir dari Qatadah, diceritakan sebagai berikut. Di antara para sahabat Nabi SAW, ada yang mengeraskan bunyi saat berbincang dengan Rasulullah SAW. Allah SWT lampau menurunkan ayat ini (QS al-Hujuraat ayat 2).

Suatu hari, Tsabit bin Qais tampak duduk di tengah jalan. Ia tampak lemah, apalagi terisak-isak dan menangis.

Tidak lama berselang, Ashim bin Uday bin Ajlan lewat di hadapannya. Ashim lampau bertanya, “Mengapa engkau menangis?"

Tsabit menjawab, "Karena ayat ini (al-Hujuraat ayat 2 -Red). Saya sangat takut jika ayat ini turun berkenaan dengan saya. Sebab, saya adalah orang yang bersuara keras saat berbicara."

Ashim lantas melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah SAW. Tak lama kemudian, beliau memanggil Tsabit.

"Wahai Tsabit, apakah engkau sudi hidup dalam kemuliaan dan nantinya meninggal dalam keadaan syahid?"

Segera saja Tsabit menjawab, “Ya, Rasulullah, saya senang dengan berita ceria yang saya terima dari Allah dan Rasul-Nya ini. Saya berjanji tidak bakal pernah lagi berbincang lebih keras dari bunyi engkau."

Maka turunlah wahyu dari Allah, ialah surah al-Hujuraat ayat 3.

اِنَّ الَّذِيۡنَ يَغُضُّوۡنَ اَصۡوَاتَهُمۡ عِنۡدَ رَسُوۡلِ اللّٰهِ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ امۡتَحَنَ اللّٰهُ قُلُوۡبَهُمۡ لِلتَّقۡوٰى‌ؕ لَهُمۡ مَّغۡفِرَةٌ وَّاَجۡرٌ عَظِيۡمٌ

Artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka bakal memperoleh pembebasan dan pahala yang besar."

Selengkapnya