Keutamaan Lain Sholat Shuha Selain Soal Rezeki

Jan 20, 2026 07:02 PM - 4 bulan yang lalu 130760

Kincai Media ,BOGOR  – Ketika beberapa saat setelah mentari terbit, tibalah waktu yang disebut sebagai waktu dhuha. Waktu dhuha ini sangat panjang lantaran berhujung hingga beberapa saat sebelum waktu sholat zhuhur tiba, dari sekian wasiat Nabi, beliau memasukkan poin pentingnya soal sholat dhuha.

Dalam buku Bolehkah Sholat Dhuha Berjamaah? Karya Muhammad Saiyid Mahadhir dijelaskan, Nabi Muhammad SAW sering mengerjakan sholat dhuha. Bahkan Nabi mewasiatkan kepada umat Muslim untuk mengerjakan sholat dhuha.

Dalam sebuah sabda diterangkan: “An Abi Hurairata qala: awshani khalili bi tsalatsin: shiyamu tsalatsati ayyamin min kulli syahrin wa rak’ataini ad-dhuha wa an utira qabla an arquda,”. Yang artinya: “Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW beramanat kepadaku untuk mengerjakan tiga hal; (yakni) puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur,”. Hadits ini merupakan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhari (muttafaqun alaihi).

Apa yang diwasiatkan kepada Abu Hurairah, sudah tentu juga bertindak sebagai wasiat kepada seluruh umat Islam. Umumnya umat Muslim mengenal bahwa sholat dhuha ini adalah sebagai jalan pembuka rezeki. Tidak ada yang salah dengan makna tersebut, namun dijelaskan sebaiknya angan umat Islam harus lebih jauh dari itu saja.

Yaitu jika seseorang memperbanyak shalat dhuha, maka diharapkan sholatnya itu dapat menjadi jalan baginya untuk masuk surga berbareng Rasulullah SAW. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ketika Nabi ditanya oleh Rabiah bin Ka’ab Al-Aslami mengenai gimana caranya dapat berbareng Nabi di surga nanti.

Lalu Nabi pun berkata: “Bantulah saya untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud (memperbanyak sholat sunnah),”.

sumber : Dok Republika

Selengkapnya