Kisah Bunda Dihujat lantaran Ceritakan Perjalanan Tandem Nursing, Alasannya...

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 503x dilihat
Kisah Bunda Dihujat lantaran Ceritakan Perjalanan Tandem Nursing, Alasannya...

Bagikan Postingan

Jakarta -

Alih-alih mendapat dukungan, seorang Bunda asal Australia justru mendapat hujatan setelah membagikan perjalanan menyusui dua anaknya sekaligus. Ia dianggap 'terlalu lama' menyusui anak yang sudah berumur 2 tahun.

Padahal, praktik yang dikenal sebagai tandem nursing tersebut bukanlah sesuatu yang otomatis berbahaya. Bahkan, sejumlah organisasi kesehatan bumi mendukung pemberian ASI hingga anak berumur 2 tahun alias lebih, selama ibu dan anak tetap menginginkannya.

Kisah ini dialami Winona Wyborn, seorang content creator Australia sekaligus ibu tiga anak. Ia membagikan pengalaman tandem nursing melalui media sosial sekitar World Breastfeeding Week pada awal Agustus 2026.


Dalam unggahannya, Winona memperlihatkan momen ketika dirinya menyusui anak bungsu sekaligus anak keduanya yang saat itu sudah berumur 2 tahun. Ia mengaku sebenarnya tidak pernah merencanakan untuk melakukan tandem nursing. Kehamilannya terjadi ketika anak keduanya baru berumur sekitar 7 bulan.

Namun, setelah melahirkan anak ketiga, Winona memilih tetap menyusui putranya yang lebih besar. Winona mengatakan bahwa menyusui dua anak sekaligus membantunya menjaga ikatan jiwa dengan sang anak selama masa transisi tersebut.

"Menyusui dua anak sekaligus membantu saya tetap mempunyai ikatan yang kuat dengan anak saya yang berumur dua tahun saat dia beranjak peran dari si 'bayi' menjadi anak tengah," katanya dikutip dari AOL.

Menurutnya, menyusui sang anak yang sekarang berstatus kakak membikin mereka tetap mempunyai waktu untuk dekat di tengah perubahan besar dalam keluarga. Senada dengan perihal itu, master laktasi tersebut mengatakan bahwa terus menyusui anak yang lebih besar dapat membantu mempererat ikatan dan berpotensi mencegah rasa berprasangka saat ada bayi baru di tengah keluarga.

Bunda ini malah dihujat lantaran menyusui anak 2 tahun

Keputusan Winona rupanya tidak diterima semua orang. Setelah membagikan pengalamannya, dia mendapat komentar negatif dari sejumlah netizen. Ada yang menyebut praktik tersebut 'menjijikkan' dan menganggap anak berumur 2 tahun sudah terlalu besar untuk menyusu.

Winona mengaku tidak menyangka bakal mendapatkan reaksi sekeras itu. Baginya, menyusui anak yang lebih besar bukan sesuatu yang memalukan. Justru, tandem nursing menjadi salah satu langkah untuk mempertahankan kedekatan dengan anaknya ketika dia kudu berbagi perhatian dengan bayi yang baru lahir.

Di sisi lain, seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional alias International Board Certified Lactation Consultant (IBCLC), Leigh Anne O'Connor, menjelaskan bahwa usia 2 tahun tidak otomatis membikin seorang anak terlalu tua untuk menyusu.

Secara medis, keputusan untuk melanjutkan menyusui memang tidak hanya ditentukan oleh usia anak.

Sebenarnya apa itu tandem nursing?

Tandem nursing adalah kondisi ketika seorang ibu menyusui bayi baru lahir dan anak yang lebih besar dalam periode yang sama. Anak yang lebih besar biasanya tetap menyusu ketika ibunya kembali mengandung dan kemudian melanjutkan menyusu setelah adiknya lahir. Jadi, tandem nursing bukan berfaedah bayi dan kakak kudu selalu menyusu secara bersamaan. Ibu dapat mengatur waktu menyusui sesuai kebutuhan masing-masing anak.

American Academy of Pediatrics (AAP) sendiri mendukung pemberian ASI secara berkepanjangan berbareng makanan pendamping hingga usia 2 tahun alias lebih, selama ibu dan anak sama-sama menginginkannya.

Hal serupa juga direkomendasikan World Health Organization (WHO). WHO menganjurkan bayi mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan berbareng makanan pendamping hingga usia 2 tahun alias lebih. Artinya, menyusui toddler bukan berfaedah secara otomatis salah alias tidak normal secara medis.

Apakah ASI tetap cukup untuk bayi jika menyusui dua anak?

Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah apakah tandem nursing bakal membikin bayi kekurangan ASI lantaran kudu berbagi dengan kakaknya.

O'Connor menjelaskan bahwa tubuh ibu dapat menyesuaikan produksi ASI berasas kebutuhan dan gelombang menyusu. Kondisi ini mirip dengan ibu yang menyusui bayi kembar.

AAP juga menjelaskan bahwa setelah melahirkan, tubuh ibu tetap menghasilkan kolostrum untuk bayi baru lahir meskipun ibu tetap menyusui anak yang lebih besar. Namun, ada satu perihal krusial yang perlu diperhatikan: bayi baru lahir tetap menjadi prioritas.

AAP menyarankan agar bayi mendapatkan kesempatan menyusu terlebih dulu lantaran pada masa awal kehidupannya, bayi sangat berjuntai pada ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sementara itu, anak yang lebih besar biasanya sudah mendapatkan nutrisi tambahan dari makanan dan minuman lainnya.

Karena itu, Bunda yang mau melakukan tandem nursing sebaiknya memantau kecukupan ASI, kenaikan berat badan bayi, gelombang menyusu, serta kondisi bayi secara keseluruhan.

Tandem nursing bisa membantu kakak beradaptasi dengan kehadiran adik

Bagi sebagian keluarga, tandem nursing bukan hanya soal nutrisi. Kehadiran bayi baru bisa menjadi perubahan besar bagi anak yang sebelumnya menjadi satu-satunya buah hati. Ia kudu berbagi perhatian, waktu, apalagi pelukan Bundanya dengan personil family baru. Dalam kondisi seperti ini, menyusui dapat menjadi salah satu corak kedekatan yang tetap bisa diberikan kepada kakak.

Hal tersebut juga dirasakan Winona. Ia mengatakan tandem feeding membantunya mempertahankan hubungan dekat dengan anak berumur 2 tahun tersebut ketika sang anak kudu beradaptasi dari posisi bayi menjadi anak tengah. Ia apalagi menikmati momen ketika kedua anaknya menyusu bersama, seperti saling memegang tangan, tertawa, dan tersenyum.

AAP juga mencatat bahwa melibatkan anak yang lebih besar dalam momen menyusui dapat menjadi kesempatan untuk mempertahankan kedekatan antara ibu dan kakak ketika bayi baru lahir datang dalam keluarga.

Tetap ada tantangan untuk Bunda yang melakukan tandem nursing

Meski bisa memberikan faedah emosional, tandem nursing bukan berfaedah selalu mudah. Winona sendiri mengaku salah satu tantangan terbesarnya adalah merasa terlalu terstimulasi dan kudu makan dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Menyusui dua anak tentu dapat membikin tubuh memerlukan lebih banyak energi. Bunda juga bisa merasa lebih lapar, haus, lelah, alias kewalahan.

O'Connor menyebut kondisi ketika ibu merasa kewalahan lantaran kedua anak berada di tubuhnya sekaligus dapat terjadi pada ibu yang melakukan tandem nursing. Karena itu, kebutuhan Bunda juga tidak boleh dilupakan. Makan bergizi, cukup minum, beristirahat dan meminta support orang sekitar dapat menjadi perihal krusial selama menjalani tandem nursing.

AAP juga mengingatkan bahwa menyusui memerlukan dukungan, terutama ketika ibu memilih melanjutkan pemberian ASI melewati usia satu tahun.

Apakah tandem nursing aman?

Pada ibu dan anak yang sehat, tandem nursing tidak otomatis rawan hanya lantaran anak yang lebih besar sudah berumur 2 tahun. WHO dan AAP sama-sama mendukung pemberian ASI hingga usia 2 tahun alias lebih selama ibu dan anak tetap menginginkannya.

Namun, setiap kondisi ibu dan anak tentu berbeda. Bunda yang mau melakukan tandem nursing sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan bayi baru lahir, pertumbuhan dan kenaikan berat badannya, kondisi kesehatan ibu, serta kecukupan nutrisi anak yang lebih besar.

Jika muncul kekhawatiran mengenai produksi ASI, berat badan bayi, kelelahan berlebihan, alias masalah menyusui, Bunda dapat berkonsultasi dengan master anak alias konsultan laktasi. Pada akhirnya, perjalanan menyusui setiap Bunda bisa berbeda.

Bagi Winona, tandem nursing bukan sekadar memberikan ASI kepada dua anak. Ini menjadi caranya mempertahankan kedekatan dengan sang kakak ketika family mereka bertambah satu personil baru. Dan mungkin, sebelum buru-buru menghakimi pilihan seorang ibu, ada baiknya kita ingat bahwa setiap family punya perjalanan menyusui yang berbeda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads