Kisah Ryu, Bayi Luar Rahim Yang Lahir Sehat Di Balik Kista Besar

Jan 08, 2026 10:50 AM - 3 bulan yang lalu 92247

Jakarta -

Bunda, kebayang enggak sih baru sadar lagi mengandung jelang detik-detik sebelum melahirkan? Itulah yang dialami oleh seorang ibu, Suze Lopez (41 tahun) dari Bakersfield, California, baru menyadari bahwa dia sedang mengandung hanya beberapa hari sebelum melahirkan dan bukan kehamilan biasa.

Kehamilannya rupanya merupakan kehamilan ektopik abdominal yang sangat langka, dengan bayi berkembang di luar rahim, tersembunyi di kembali kista ovarium besar yang selama ini dia pikir hanya tumor biasa.  

Mengira kista besar

Suze telah lama hidup dengan kista ovarium besar, yang telah diawasi oleh master sejak usia 20-an. Ketika perutnya semakin membesar tahun ini, dia mengira itu hanya kista yang tumbuh lebih besar lagi. Ia tidak mengalami indikasi kehamilan umum seperti mual, mual pagi, alias tendangan bayi sehingga hingga akhir masa kehamilan dia tidak menyadari dirinya hamil.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selama berbulan-bulan, dia dan suaminya, Andrew Lopez, menjalani kehidupan mereka seperti biasa dan berjalan ke luar negeri. Namun secara bertahap, rasa sakit dan tekanan di perutnya semakin memburuk, dan Suze merasa sudah saatnya untuk mengangkat kista seberat 22 pon (10 kilogram) tersebut. Ia memerlukan CT scan, yang memerlukan tes kehamilan terlebih dulu lantaran paparan radiasi. Yang mengejutkannya, hasil tesnya positif.

Pada suatu hari, Suze dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan CT scan untuk mengangkat kista tersebut. Karena argumen medis, dia kudu menjalani tes kehamilan terlebih dulu sebelum CT scan dan hasilnya positif!  

Suze menyampaikan berita tersebut kepada suaminya di pertandingan bisbol Dodgers pada bulan Agustus, memberinya sebuah paket berisi catatan dan baju bayi.

“Aku hanya memandang wajahnya dan dia tampak seperti mau menangis, tersenyum, dan menangis bersamaan,” kenang Andrew.

Temuan medis yang sangat langka

Tak lama setelah pertandingan, Lopez mulai merasa tidak lezat badan dan mencari pertolongan di Cedars-Sinai. Ternyata tekanan darahnya sangat tinggi, yang kemudian distabilkan oleh tim medis. Mereka juga melakukan pemeriksaan darah dan memberinya USG serta MRI. 

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa rahimnya kosong, tetapi janin yang nyaris cukup umur dalam kantung amnion berlindung di ruang mini di perutnya, dekat hatinya.

Dokter John Ozimek dari Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles menyatakan bahwa kasus seperti ini nyaris tak pernah terjadi, kehamilan di luar rahim yang berkembang nyaris sampai waktu lahir sangat langka, apalagi jauh kurang dari 1 dalam sejuta kasus.  

“Sepertinya janin tersebut tidak langsung menyerang organ mana pun,” kata Ozimek.

 “Sepertinya sebagian besar tertanam di tembok samping panggul, yang juga sangat rawan tetapi lebih mudah ditangani daripada tertanam di hati,” sambungnya.

Sebuah tulisan jurnal medis tahun 2023 oleh para master di Ethiopia menggambarkan kasus kehamilan abdominal lain di mana ibu dan bayinya selamat, menunjukkan bahwa nomor kematian janin bisa mencapai 90 persen dalam kasus seperti itu dan abnormal lahir terlihat pada sekitar 1 dari 5 bayi yang selamat.

Kelahiran Ryu: Ajaib dan rumit

Pada 18 Agustus, tim medis membantu persalinan bayi seberat 8 pon (3,6 kilogram) saat Suze dalam keadaan anestesi total, dan kista diangkat selama operasi yang sama. “Ia kehilangan nyaris seluruh darahnya,” kata Ozimek.

Tetapi tim sukses mengendalikan pendarahan dan memberinya transfusi. Para master terus memberi tahu suaminya tentang apa yang terjadi.

“Sepanjang waktu, saya mungkin tampak tenang di luar, tetapi di dalam hati saya hanya berdoa,” kata Andrew Lopez. 

“Itu adalah sesuatu yang membikin saya sangat takut, mengetahui bahwa kapan saja saya bisa kehilangan istri alias anak saya,” sambungnya.

Sejak saat itu, Ryu, yang dinamai berasas nama pemain bisbol dan karakter dalam serial video game Street Fighter, sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tuanya senang melihatnya berinteraksi dengan kakak perempuannya yang berumur 18 tahun, Kaila, dan mengatakan bahwa dia melengkapi family mereka.

Keluarga Suze menggambarkan Ryu sebagai 'hadiah terbaik' mereka. Suze dan suaminya merasa berterima kasih atas hasil yang luar biasa ini.  

Apa itu kehamilan ektopik? 

Dikutip dari Msdmanuals, Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana embrio yang dibuahi menempel di luar rongga utama rahim, biasanya di tuba fallopi (saluran telur). Kondisi ini tidak dapat berkembang menjadi bayi yang sehat dan dapat menakut-nakuti nyawa ibu jika tidak ditangani cepat.  

Selain itu, dikutip dari National Library of Medicine, studi ilmiah menyatakan bahwa sebagian besar kehamilan ektopik (sekitar 97 persen) terjadi di tuba fallopi, dan kondisi ini berangkaian erat dengan kelainan anatomi alias riwayat jangkitan pada tuba.  

Biasanya, kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi tertanam di luar rahim, seperti di tuba fallopi. Kehamilan ini sangat rawan dan sering kali tidak memperkuat lama lantaran organ di luar rahim tidak dirancang untuk mendukung pertumbuhan janin. Namun dalam kasus Suze, janin berkembang di rongga perut lingkungan yang sangat tidak biasa dan sukses sampai nyaris waktu lahir.  

Berdasarkan informasi dari BMJ Clinical Review dan MSD Manual, kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 1–2 persen dari seluruh kehamilan. Meski tergolong jarang, kehamilan ektopik menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu pada trimester pertama, terutama akibat perdarahan internal yang tidak segera ditangani.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya