Kisah inspiratif Kendra Scott dari 500 USD jadi miliarder perhiasan/ Foto: Instagram/officialkendrascott
Memulai upaya bukan soal menunggu waktu yang sempurna, melainkan tentang kesiapan untuk bangkit saat rencana tidak melangkah mulus. Bayangkan Anda berada di titik terendah: kandas dalam upaya pertama, kudu berakhir kuliah, dan sedang berjuang sebagai calon ibu di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Itulah yang dialami oleh Kendra Scott, wanita inspiratif yang sekarang dikenal sebagai salah satu pengusaha perhiasan tersukses di dunia.
Tanpa latar belakang pendidikan upaya yang formal, dia membuktikan bahwa kegigihan seorang wanita bisa menjadi modal yang kuat. Berawal dari 500 USD (sekitar Rp8 juta), dia sukses mengembangkan upaya perhiasannya hingga berbobot miliaran dolar.
Melansir dari unggahan IG The Millionaire Women's Club dan perbincangannya di podcast Elevate berbareng Robert Glazer, yuk, kita lihat perjalanan Kendra Scott membangun bisnisnya!
Belajar dari Kegagalan Bisnis Pertamanya

Kendra Scott dan pembelajaran dari upaya pertamanya/ Foto: Instagram/officialkendrascott
Beauties, terkadang kegagalan adalah langkah hidup mengajari kita hal-hal yang tidak ada di kitab teks. Di usia 19 tahun, Kendra mengambil keputusan susah untuk berakhir kuliah demi merawat ayah tirinya yang berjuang melawan kanker. Dari empati itulah, dia kemudian mendirikan The Hat Box, toko topi yang nyaman untuk pasien kanker.
Namun, bumi upaya rupanya tidak semudah itu. Meskipun dimulai dengan niat yang tulus, upaya tersebut kudu tutup setelah 5 tahun berjalan. Kendra sempat merasa hancur lantaran tertinggal dari teman-temannya yang sudah mulai berkarir sukses dengan gelarnya. Tapi dia tidak menyerah dan menganggap kegagalan The Hat Box sebagai sekolah upaya yang nyata untuk memahami seluk-beluk bumi usaha.
Langkah Awal dari 500 USD

Kendra Scott memulai upaya perhiasan dengan modal 500 USD/ Foto: Instagram/officialkendrascott
Tahun 2002 menjadi titik kembali krusial bagi Kendra. Dalam kondisi mengandung anak pertama dan sisa tabungan 500 USD, dia memutuskan untuk mencoba peruntungan baru dengan merancang perhiasan di bilik tidurnya.
Ketika putranya baru berumur tiga bulan, Kendra menggendongnya dan melangkah dari satu toko ke toko lain di Austin untuk menawarkan karyanya. Menghadapi penolakan acapkali adalah perihal biasa baginya.
Dengan sisa semangat di dadanya, dia terus maju hingga akhirnya sebuah toko bersedia menjual koleksi perhiasannya. Luar biasanya, koleksi tersebut langsung lenyap terjual dalam hitungan jam. Momen inilah yang menjadi percikan awal bagi Kendra untuk terus membangun mimpinya.
Inovasi Konsep Retail Ramah Pelanggan

Konsep toko perhiasan Kendra Scott yang ramah pelanggan/ Foto: Instagram/yellowrosebykendrascott
Pada tahun 2009, saat ekonomi Amerika Serikat sedang krisis, Kendra justru mengambil langkah berani dengan membuka toko retail perhiasan pertamanya. Ia mau mengubah langkah wanita berbelanja perhiasan yang selama ini sering terasa kaku lantaran produk selalu dikunci di lemari kaca.
Kendra memperkenalkan konsep Touch it, Try it, Customize it. Pelanggan bebas menyentuh, mencoba dan mempersonalisasi perhiasan mereka sendiri. Strategi ini meledak, bisnisnya tumbuh pesat hingga mencapai 1 miliar USD pada tahun 2016.
Hingga kini, dia telah mempunyai lebih dari 150 toko dan menghasilkan ratusan juta dolar setiap tahunnya. Hebatnya lagi, semua ini dibangun tanpa support biaya dari luar selama 14 tahun pertama.
Komitmen pada Nilai Keluarga

Kendra Scott dan komitmennya pada nilai keluarga/ Foto: Instagram/officialkendrascott
Meski sekarang telah menjadi pengusaha sukses, Kendra tetap menjadikan family sebagai prioritas utama. Baginya, kesuksesan finansial tidak ada artinya jika dia kehilangan momen berbobot berbareng anak-anaknya.
Ia berkomitmen untuk selalu makan malam berbareng family dan menjemput anaknya dari sekolah. Filosofi ini juga dia terapkan di kantornya dengan menciptakan budaya kerja yang ramah bagi ibu pekerja. Ia mau membuktikan bahwa wanita bisa menjadi pemimpin yang dahsyat tanpa kudu mengorbankan peran mereka sebagai orang tua.
Seperti pesannya, "Use your unique fingerprint and don't try to be anyone else." Kisah Kendra Scott adalah pengingat bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Bisa jadi, itu adalah awal dari sesuatu yang lebih besar jika kita mempunyai keberanian untuk mencoba kembali.
Jadi, untuk Anda yang saat ini sedang berjuang, jangan pernah menyerah pada mimpimu, ya! Semangat Beauties!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)