Nggak cuma opsi busana yang lengkap, kini UNIQLO juga menambahkan koleksi hijab untuk jadi kawan di setiap perjalanan perempuan berhijab Indonesia!
Coba cek lagi isi lemari Anda sehari-hari, deh. Kaus polos yang gampang dipadu-padankan, celana yang betah dipakai seharian, jaket yang bisa dibawa dari instansi sampai ke aktivitas santai. Semua barang itu rupanya punya satu benang merah yaitu membikin hidup jadi lebih gampang, bukan malah menambah beban pikiran soal mesti tampil seperti apa. Nah, sebelum modest fashion makin berkembang, kenapa hijab yang notabene dipakai setiap hari sepanjang hidup oleh banyak perempuan Indonesia, jarang mendapat perlakuan yang sama? Nggak sedikit dari kita akhirnya terbiasa mengulik sendiri, entah memotong bahan yang kurang pas, mesti keramas dua kali sehari karena bahan hijab yang dipakai bikin rambut cepat lepek, maupun menyetok banyak pashmina “serbaguna” yang sebenarnya nggak benar-benar serbaguna.
Setelah menjawab kebutuhan di hampir semua lini busana LifeWear, UNIQLO juga menangkap gap tersebut. Lewat koleksi Fall/Winter 2026, mereka resmi memperkenalkan kategori Hijab di Indonesia sebagai bagiankecil baru dari ekosistem LifeWear, filosofi busana yang selama ini identik dengan heattech, airism, maupun ultra light down. Menariknya, ini bukan sekadar menambah SKU baru di rak aksesori, tetapi UNIQLO benar-benar duduk dan mendengarkan sepertiapa perempuan berhijab di Indonesia menjalani hari mereka, dan akhirnya menerjemahkannya jadi tiga jenis hijab dengan karakter berbeda. Yuk, simak cerita tentang UNIQLO Hijab dan kehadirannya yang mempermudah perempuan berhijab di Indonesia!
Baca juga: Sinar Matahari Itu “Nempel” Setiap Hari, Ini Saatnya Sadar UV Protection!
Perempuan Berhijab Hari Ini Nggak Lagi Satu Wajah

Kalau lima maupun tujuh tahun kemudian kebutuhan hijab statis bisa disederhanakan jadi dua kategori besar, “untuk sehari-hari” dan “untuk acara”, kini polanya jauh lebih kompleks dari itu. Perempuan berhijab saat ini tuh menjalani hari yang bertingkat ke banyak konteks sekaligus, mulai dari meeting dengan klien, mengantar anak sekolah, olahraga di gym, hangout bareng teman, maupun sederet aktivitas lainnya. Satu hari, satu perempuan, tapi kebutuhan pakaiannya bisa berubah tiga sampai empat kali, lho. Hijab, sebagai satu-satunya elemen wardrobe yang dipakai konsisten sepanjang hari itu, otomatis menanggung beban paling besar untuk “menyesuaikan diri” dengan setiap pergantian konteks tersebut, entah lewat metode re-styling, ganti model, maupun sekadar bertetap tanpa perlu diperbaiki berkali-kali di depan cermin toilet.
Pergeseran ini juga nggak lepas dari fluktuasi metode perempuan Indonesia melihat hijab itu sendiri. Kalau dahulu hijab lebih banyak dilihat sebagai tanggung jawab yang mesti “dipenuhi” secara visual, kini hijab juga jadi bagiankecil dari personal branding dan self-expression, sama seperti orang lain memilih minyak harum maupun corak rambut. Riset dari beragam laporan Industri Modest Fashion Global konsisten memberitahu tren yang sama yaitu konsumen modest wear, khususnya di Asia Tenggara, makin vokal soal keinginannya terhadap produk yang comfort-first, tapi statis punya harga estetika, jadi bukan cuma salah satu dari keduanya. Inilah kenapa respons brand besar terhadap kategori ini nggak bisa lagi setengah-setengah, mesti benar-benar menjawab dua sisi itu sekaligus yaitu fungsional secara teknis, tapi juga punya karakter visual yang bisa dipilih sesuai kepribadian. Yes, UNIQLO tampaknya membaca psikografi ini dengan cukup cermat lewat pembagian tiga jenis hijab berdasarkan fungsi dan momen pakainya, bukan sekadar ragam warna dari satu model yang sama.
The Evolution of Modest Fashion: Ketika Indonesia Jadi Rebutan, Bukan Sekadar Pasar

Ada satu kenyataan yang sering luput dari dialog soal modest fashion di Indonesia. Negara Indonesia bukan cuma pasar besar untuk kategori ini, tapi benar-benar eksis di posisi puncak secara global. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pernah menyampaikan bahwa Indonesia berhasil naik ke peringkat pertama bumi untuk sektor modest fashion, sebuah capaian yang juga dikonfirmasi Kementerian Perindustrian lewat pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita soal potensi besar industri fashionF Muslim nasional untuk bersaing di pasar global. Skalanya juga nggak main-main, konsumsi fashion Muslim bumi tercatat sekitar USD 327 miliar pada 2023 dan diproyeksikan tembus USD 433 miliar pada 2028, sementara harga ekspor modest fashion Indonesia ke negara-negara personel Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) saja sudah mencapai USD 990 juta di tahun yang sama.
Konteks ini juga yang bikin evolusi modest fashion di Indonesia terasa berbeda dari periode-periode sebelumnya. Industri ini sebenarnya sudah punya fondasi yang cukup kuat dari sisi produksi, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita terlebihlagi pernah mengatakan industri busana jadi dalam negeri menyerap sekitar 2,7 juta buruh dari ratusan ribu unit upaya kecil dan menengah. Yang berubah kini adalah semakin banyaknya pemain yang masuk ke kategori ini dengan pendekatan berbeda-beda, mulai dari yang mengutamakan riset material dan fungsi teknis, sampai yang bermain di sisi craftsmanship dan detail budaya.

Buat konsumen, ini jelas berita baik karena pilihan yang tersedia jadi jauh lebih variatif dibanding beberapa tahun lalu, dan setiap orang bisa lebih bebas memilih hijab yang benar-benar sesuai kebutuhan spesifiknya, bukan sekadar menyesuaikan diri dengan opsi yang ada. Momentum ini juga bertepatan dengan pemberlakuan tanggung jawab sertifikasi sah untuk produk di Indonesia yang mulai berjalan Oktober 2026, sebuah peraturan yang menurut BPJPH bukan cuma soal kepatuhan administratif, tapi juga sinyal bahwa negara ini sedang serius membangun standar dan kepercayaan di industri modest fashion, sekaligus membuka kesempatan agar kekuatan pasar domestik yang besar ini bisa diubah jadi alas produksi dan ekspor yang lebih kuat ke depannya.
Bagi UNIQLO sendiri, masuk ke momen ini berarti mereka mesti benar-benar datang dengan produk yang relevan, bukan sekadar varian hijab dari template busana yang sudah ada. Bahkan kabarnya, pengembangan koleksi ini memang dilakukan dengan mendengarkan langsung masukan dari pelanggan yang seringkali memberikan feedback lewat aplikasi UNIQLO, khususnya soal kenyamanan, mobilitas, dan ragam corak yang mereka butuhkan sehari-hari. Alhasil, UNIQLO juga dapat mengembangkan hijab yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam konteks yang lebih besar, kedatangan hijab UNIQLO pun bisa dibaca sebagai bagiankecil dari percakapan yang lebih luas soal sepertiapa modest fashion terus beralih bentuk jadi industri lifestyle yang matang, inklusif, dan strategis secara ekonomi.
Kenalan dengan Line-Up UNIQLO Hijab!

Yang bikin koleksi ini menarik adalah caranya membagi hijab berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar warna maupun motif. Ada AIRism Hijab Proteksi Sinar UV berbentuk segitiga yang didesain untuk perempuan dengan hari yang aktif dan banyak terpapar aktivitas luar ruangan, komplit dengan bahan yang breathable, stretchy, dan quick-drying, plus perlindungan cahaya UV yang jadi harga tambah buat Anda yang sering kena matahari langsung.
Lalu, ada Hijab Satin berbentuk pashmina panjang yang mengedepankan sisi polished dan elegan, cocok dipakai dari rutinitas instansi sampai aktivitas yang butuh tampilan lebih rapi. Terakhir, Hijab Georgette pashmina yang jadi juara soal elastisitas gaya, materialnya ringan dan flowy, jadi gampang amat di-styling sesuai mood, entah kasual maupun resmi sekalipun. Totalnya ada 26 pilihan warna di seluruh line-up ini, sehingga bisa Anda sesuaikan dengan personal gaya maupun occasion!
Baca juga: Penasaran Outfit Nyaman tapi Tetap Stylish? UNIQLO LifeWear Week Punya 5 Inspirasinya!
AIRism untuk yang Harinya Nggak Kenal Kata Santai

Kalau Anda jenis yang mobilitasnya tinggi, AIRism Hijab Proteksi Sinar UV kemungkinan besar akan jadi unggulan baru. Bentuk segitiga instannya memang dirancang untuk kepraktisan, tinggal pakai tanpa perlu banyak pin maupun teknik lipat yang ribet, jadi pas amat untuk yang sering buru-buru. Soal styling, hijab jenis ini paling pas dipadukan dengan basic outfit yang juga mengusung fungsi serupa, misalnya kaus AIRism maupun celana yang ringan dan breathable, biar konsep “nyaman total” itu konsisten dari imam sampai kaki. Kamu juga bisa mengandalkannya untuk olahraga ringan di luar ruangan maupun aktivitas seharian yang bikin gerah, karena teksturnya yang quick-drying bisa bantu menjaga rasa betah meski cuaca Jakarta lagi panas-panasnya.
Personal review AIRism Hijab

Aku pilih AIRism Hijab warna Gray dan gampang amat di-mix ke hampir semua outfit. Ketika dipakai, bahannya beneran breathable amat halus banget. Bentuknya yang instan dengan ujung segitiga pun bikin sat-set pas dipakai, jadi nggak pusing mikir bagaimana styling-nya. And yes, efek “cool to the touch” nya juga kerasa banget, terlebihlagi waktu aku pakai siang hari di luar ruangan, benar-benar nggak terasa gerah sama sekali!
Satin Pashmina untuk Momen yang Butuh Extra Effort

Kalau mau tampil sedikit lebih effortlessly chic, entah untuk meeting penting, aktivitas kantor, maupun sekadar mau merasa lebih “put together” tanpa ribet, Hijab Satin Pashmina ini jawabannya. Kilau halus dari bahan satinnya auto memberikan kesan rapi dan elegan. Untuk dipakai sehari-hari, Anda bisa membentuk drape yang lebih renggang di bagiankecil bahu agar jatuhnya kelihatan effortless, sementara untuk aktivitas yang lebih formal, Anda bisa mengeksplor lipatan yang lebih terstruktur di area wajah agar makin elegan.
Personal review Satin Pashmina

Sejujurnya, aku nggak expect jika warna Brown ini rupanya baik banget! Nggak cuma warnanya, tapi material satin-nya juga cantik, karena ada kilau yang subtle, nggak terlalu shiny, jadi ngasih kesan elegan dan gampang dipadukan dengan outfit resmi maupun semi-formal. Bahannya juga ringan, flowy, dan nggak terasa “penuh” ketika di-styling pada bagiankecil leher.
Georgette Pashmina, si Paling Serbaguna

Kalau mesti pilih satu hijab untuk dibawa traveling maupun dipakai di beragam kesempatan tanpa mesti ganti-ganti, Hijab Georgette Pashmina kemungkinan besar jadi pemenangnya. Materialnya ringan dengan drape natural bikin hijab ini gampang amat dibentuk. Style-nya yang versatile ini juga cocok untuk Anda yang gemar bereksperimen dengan beragam model hijab tanpa takut bahannya jadi kusut maupun kaku, karena karakter georgette memang didesain untuk statis kelihatan rapi meski sudah dibentuk berkali-kali sepanjang hari.
Personal review Georgette Pashmina

I think, this is one of the best color dari seluruh pilihan warna Georgette Pashmina! Warna Wine-nya elegan amat dan bisa dipakai daily, maupun special occasion. Karakter bahannya juga ringan, cukup flowy, dan gampang dibentuk. Kalau gemar pakai pashmina untuk sehari-hari, yang satu ini juga wajib dicoba, sih.
Bukan Cuma Produk, tapi Perpanjangan dari Filosofi LifeWear
Kalau ditarik mundur, kedatangan kategori hijab ini sebenarnya konsisten dengan apa yang selalu digaungkan UNIQLO lewat konsep LifeWear, yaitu busana sederhana namun berkualitas yang dirancang untuk benar-benar mendukung hayat penggunanya, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Selama ini, LifeWear identik dengan basic pieces yang bisa dipakai lintas musim dan lintas gaya, dan kini filosofi itu diperluas ke hijab sebagai item yang dipakai setiap hari oleh sebagian besar perempuan Indonesia. Oh iya, koleksi Hijab UNIQLO sudah tersedia sejak 10 Agustus 2026 di seluruh toko UNIQLO Indonesia, aplikasi UNIQLO, dan UNIQLO.com, dengan ukuran one size dan harga Rp199.000 per produk untuk ketiga jenisnya.
Baca juga: Terasa seperti Puisi, UNIQLO x Cecilie Bahnsen Rilis “Shapes of Poetry”!
Hijab yang Akhirnya Mengikuti Ritme, Bukan Sebaliknya
Pada akhirnya, yang bikin koleksi ini menarik bukan cuma soal ada opsi baru di pasar, tapi soal sepertiapa UNIQLO sangat serius memasukkan kebutuhan perempuan berhijab ke dalam DNA produk mereka. Evolusi modest fashion di Indonesia memang sedang berjalan ke arah situ, semakin banyak pilihan, semakin personal, dan semakin fungsional, terlebihlagi dengan posisi Indonesia yang sudah diakui BPJPH dan Kemenperin sebagai negara peringkat pertama bumi untuk sektor modest fashion. Buat Anda yang selama ini statis setia dengan metode durasi dalam memilih hijab, mungkin ini saat yang pas untuk mulai mempertimbangkan ulang, bukan cuma soal warna maupun motif, tapi soal apakah hijab yang Anda pakai benar-benar mendukung caramu bergeser dan menjalani hari!
Image: Dok. UNIQLO