Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki

Intisari Islam Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 511x dilihat
Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki

Kincai Media,  Ilmu bukan sekadar pengetahuan yang memenuhi pikiran, tetapi sinar yang Allah SWT letakkan di dalam hati seorang hamba. Karena itu, ketika hati dipenuhi maksiat, sinar pengetahuan dapat padam, sementara ketakwaan justru menjadi jalan datangnya kemudahan, rezeki, dan keberkahan dalam kehidupan.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da' wa ad-Dawa menerangkan bahwa pengetahuan adalah sinar yang diletakkan Allah di dalam hati. Sebaliknya, maksiat memadamkan sinar itu.

Suatu ketika, Imam Syafi'i duduk di depan Imam Malik. Dia membacakan sesuatu yang membikin Imam Malik kagum. Imam Malik sangat mengagumi kecepatannya dalam menangkap pelajaran, juga kecerdasannya dan pemahamannya yang sempurna.

Imam Malik berbicara kepada Imam Syafi'i, "Aku memandang Allah telah meletakkan sinar dalam hatimu. Jangan padamkan sinar itu dengan kegelapan maksiat."

Imam Syafi'i menjawab, "Aku mengeluhkan hapalanku yang jelek kepada Waki. Ia menasihatiku untuk meninggalkan maksiat. Waki berkata, 'Ketahuilah, pengetahuan itu hidayah dan hidayah Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat'."

Dalam Musnad dikatakan, "Seorang hamba tidak mendapatkan rezeki karena dosa yang dia kerjakan."

Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa takwa kepada Allah dapat mendatangkan rezeki. Sebaliknya, meninggalkan takwa bakal mendatangkan kefakiran dan kemiskinan.

Kemaksiatan menjadikan seseorang menjumpai banyak kesulitan. Ia tidak punya solusi, selain dengan jalan yang serba sulit. Orang yang bertakwa kepada Allah mendapatkan keringanan. Sedangkan orang yang tidak bertakwa mendapatkan kesukaran dari Allah dalam setiap urusannya.

Sangat mengherankan, jika seorang hamba ketika dia mendapatkan pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup, namun dia tidak mengetahui asal-muasalnya.

Artikel Lainnya Intisari Islam

Bagikan Postingan