Jakarta -
Mandy Moore dikabarkan bakal menggarap drama baru tentang perjalanan program mengandung melalui IVF. Aktris yang dikenal lewat serial This Is Us itu kabarnya bakal menjadi produser pelaksana untuk proyek tersebut. Bahkan, Mandy Moore juga berkesempatan menjadi pemeran utama.
Drama ini mengangkat kisah seputar program bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF). Dilansir dari Deadline, proyek tanpa titel ini ditulis Julia Brownell, yang sebelumnya bekerja berbareng Mandy Moore dalam serial This Is Us.
Brownell bakal bertindak sebagai penulis sekaligus showrunner. Sementara, Moore berasosiasi sebagai produser pelaksana berbareng Averie Huffine melalui perusahaan produksi Humble Sandwich Productions.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan tersebut, Moore belum menandatangani perjanjian sebagai pemain. Namun, sumber yang dekat dengan proyek menyebut bahwa dia diperkirakan bakal membintangi serial tersebut andaikan mendapat lampu hijau untuk diproduksi sebagai serial terbatas.
Drama angkat kisah kesalahan IVF yang mengubah hidup dua keluarga
Drama IVF ini bakal berfokus pada kisah dua family yang berasosiasi melawan rintangan luar biasa dan menemukan family besar baru yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Keduanya kudu menghadapi tantangan emosional yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Namun, mereka perlahan menemukan makna family dalam corak yang berbeda.
Tema IVF yang diangkat dalam serial ini cukup dekat dengan kehidupan banyak pasangan. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 1 dari 6 orang di bumi mengalami infertilitas pada suatu titik dalam kehidupannya.
Kondisi ini membikin sejumlah pasangan memilih teknologi IVF untuk memperoleh keturunan. Namun, proses tersebut tidak selalu mudah dan sering kali menghadirkan tantangan emosional maupun sosial.
Karena itu, rumor seputar program bayi tabung, tantangan reproduksi, hingga akibat emosional yang menyertainya menjadi topik yang semakin banyak mendapat perhatian publik.
Meski tetap dalam tahap pengembangan, serial ini sudah menarik perhatian lantaran mengangkat tema yang jarang dibahas dalam drama televisi arus utama.
IVF tidak hanya berangkaian dengan prosedur medis, tetapi juga menyangkut harapan, kegagalan, serta dinamika emosional yang dialami banyak pasangan dalam perjalanan mempunyai anak.
IVF bukan sekadar prosedur medis
IVF alias program bayi tabung merupakan teknologi reproduksi berbantu yang dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium sebelum embrio ditanamkan ke dalam rahim.
Menurut pedoman dari American Society for Reproductive Medicine, IVF menjadi salah satu terapi utama untuk pasangan yang mengalami infertilitas akibat beragam faktor. Misalnya gangguan ovulasi, kerusakan tuba falopi, endometriosis, hingga aspek infertilitas pria.
Meski tingkat keberhasilan IVF terus meningkat berkah perkembangan teknologi, proses ini sering kali menghadirkan tantangan emosional yang besar bagi calon orang tua.
Mandy Moore/ Foto: IG @mandymooremm
Dampak emosional & pentingnya support dalam program IVF
Keterlibatan Mandy Moore dalam drama IVF ini menarik perhatian publik lantaran tema yang diangkat tidak hanya dekat dengan perannya di layar, tetapi juga pernah menjadi bagian dari perjalanan pribadinya.
Moore pernah mengungkapkan tentang pengalamannya dalam program IVF sebelum kelahiran anak ketiganya dalam wawancara di podcast Not Skinny But Not Fat.
"Saya menjalani IVF dan itu tidak berhasil. Kami tidak mendapatkan sel telur yang layak dan tidak ada embrio," ujar Moore yang dikutip E! News.
Meski demikian, aktris berumur 42 tahun tersebut kemudian mengandung secara alami dan menyambut putri ketiganya, Louise, pada 2024.
Pengalaman tersebut membikin tema yang diangkat dalam drama IVF terbaru ini terasa cukup dekat dengan kehidupan pribadinya.
Program bayi tabung memang bisa menjadi proses yang menegangkan. Banyak aspek yang bisa memicu stres, mulai dari ketidakpastian hasil, proses pengobatan yang panjang, hingga biaya yang tidak sedikit.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa infertilitas dan proses pengobatan fertilitas dapat menjadi sumber tekanan emosional yang dialami banyak pasangan. Kecemasan, stres, hingga indikasi depresi dilaporkan cukup sering dialami selama perjalanan menjalani program bayi tabung (IVF).
Menurut dr. Ivan Sini Sp.OG, pasangan juga butuh pendampingan konseling ketika menjalani program.
"Biasanya yang gagal, bakal malas untuk memulainya lagi. Kita tak bisa paksakan itu, tapi di klinik biasanya ada program konseling," kata Ivan saat ditemui HaiBunda beberapa waktu lalu.
Karena itu, banyak pusat fertilitas modern sekarang tidak hanya menyediakan jasa medis, tetapi juga konseling psikologis untuk pasangan yang menjalani program bayi tabung.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·