Masker untuk Tangkal Abu Vulkanik Anak Krakatau, Mana yang Efektif? Ini Cara Memilih Menurut Dokter

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 517x dilihat
Masker untuk Tangkal Abu Vulkanik Anak Krakatau, Mana yang Efektif? Ini Cara Memilih Menurut Dokter

Bagikan Postingan

Jakarta -

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi belum lama ini membikin abu vulkanik menyebar ke beragam wilayah. Dampak abu vulkanik gunung anak Krakatau ini dirasakan oleh banyak orang, mulai dari udara yang terasa berbeda hingga munculnya keluhan penglihatan dan pernapasan.

Pada masa paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ini, banyak orang yang mulai mencari masker untuk abu vulkanik yang tepat dan kondusif digunakan. Pasalnya, tidak semua jenis masker cocok dipakai untuk menangkal paparan abu vulkanik.

Lantas, masker seperti apa yang sebenarnya efektif menangkal abu vulkanik akibat erupsi Krakatau ini? Yuk simak penjelasan langkah memilih masker untuk abu vulkanik menurut master berikut ini.


Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Kesehatan

Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat berpengaruh pada kesehatan. Tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada hewan ternak.

Bagi manusia, paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat berisiko pada kesehatan kulit dan pernapasan. Abu vulkanik dapat menyebabkan batuk, iritasi hidung dan tenggorokan, penyakit menyerupai bronkitis, serta rasa tidak nyaman saat bernapas. Selain itu, abu vulkanik juga bisa menyebabkan iritasi pada penglihatan dan kulit.

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau akibat erupsi juga berakibat bagi hewan ternak. Dikutip dari laman detikinet, hewan yang mencari makan dengan merumput bisa kesulitan mendapat makanan jika sumber pakannya tertutup abu.

Sampai mana abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar?

Apabila Bunda bertanya-tanya tentang penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyampaikan bahwa abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke lima provinsi. Lima provinsi tersebut meliputi Provinsi Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

"Dan berasas campuran info erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, info VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) Darwin serta analisa gambaran satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ungkapnya, dilansir detikcom.

Selain itu, abu vulkanik dari erupsi gunung Krakatau juga dapat menyebar ke daerah lain tergantung arah mata angin dan kecepatan hujan abu.

Hal ini disampaikan oleh Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani. Ia menyampaikan ada kemungkinan abu vulkanik Gunung Krakatau berkemungkinan menyebar hingga daerah timur Pulau Jawa.

“Untuk kemungkinan abu vulkanik mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur, secara meteorologis perihal tersebut berjuntai pada perubahan arah angin di beragam lapisan atmosfer,” ujar Andri.

Cara cek sebaran abu vulkanik terdekat dari letak dengan HP

Untuk mengetahui titik-titik daerah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, terdapat situs yang dapat diakses tanpa kudu instalasi aplikasi tambahan.

Caranya adalah dengan mengakses situs abu.cikoytew.my.id yang merupakan situs buatan Tri Purnomo Aji. Situs ini telah disebarkan melalui akun Threads @triprnmaji. 

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengecek sebaran abu vulkanik:

  • Membuka situs abu.cikoytew.my.id menggunakan browser seperti Chrome, Safari, alias browser lain. Situs ini dapat diakses melalui HP, tablet, alias desktop.
  • Memilih gunung api yang mau dipantau.
  • Masukkan nama kota tempat tinggal alias gunakan fitur letak jika tersedia.
  • Situs bakal menampilkan info apakah letak tersebut berpotensi terkena sebaran abu.

Periksa pula arah pergerakan abu dan jarak letak dari daerah yang diperkirakan terdampak.

Arah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, terutama arah dan kecepatan angin. Prediksi yang terlihat saat ini belum tentu jeli untuk beberapa jam kemudian.

Selain mengakses situs tersebut, Bunda juga bisa tetap memantau info resmi dari pemerintah, melalui situs resmi seperti PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB maupun pemerintah daerah.

Pilihan masker yang efektif untuk tangkal abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

Dalam memilih jenis masker untuk abu vulkanik, sangat krusial untuk menyesuaikan dengan kondisi dan tidak asal pakai. Pasalnya, masker untuk abu vulkanik bisa berbeda dari masker yang biasa digunakan sehari-hari. Ini karena abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau beda dengan debu biasa.

Dikutip dari IG resmi Spesialis Pulmonologi dr. Ibrahim Dharmawan, SpP @dr.ibrahimparu, disampaikan perbedaan debu abu vulkanik dengan debu biasa.

Perbedaannya terdiri atas materi debu biasa yang terdiri atas campuran serbut tumbuhan, serat tekstil, polusi kendaraan, tanah, dan kulit mati. Sedangkan, abu vulkanik terdiri atas batuan, kaca vulkanik, dan mineral.

Perbedaan selanjutnya dilihat dari corak partikelnya. Debu biasa umumnya beragam dan sebagian relatif lunak. Sementara abu vulkanik mempunyai partikel yang condong keras, tajam, dan abrasif.

Perbedaan tersebutlah yang membikin kita kudu jeli dalam memilih jenis masker untuk abu vulkanik. Dr. Ibrahim menyarankan penggunaan masker yang bisa menyaring partikel dengan baik.

Karena, masker kain biasa umumnya tidak cukup efektif untuk partikel halus. Pilihan masker untuk abu vulkanik yang baik adalah masker N95 alias KN95. 

Perbedaan masker N95, KN95 dan KF94

Meskipun sama-sama bermaksud melindungi area mulut dan hidung dari paparan debu, tetapi setiap jenis masker mempunyai material dan kegunaan yang berbeda.

Misalnya, masker N95 yang direkomendasikan untuk abu vulkanik, ada juga masker KF94 dan KN95 sebagai masker yang disarankan. Ada pula masker kain yang penggunaannya lebih disarankan untuk sehari-hari dibanding untuk abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Jenis masker yang paling ideal untuk digunakan di lingkungan terdampak abu vulkanik adalah masker N95 alias KN95. Jenis masker ini dirancang unik untuk memfiltrasi partikel particulate matter berskala mikro secara optimal. 

Hal ini sejalan dengan pemaparan Profesor Paru RSUP Persahabatan, Prof. Dr. dr. Dwi Susanto, Sp.P(K) “Yang ideal ialah masker yang kita sebut respirator, yang bisa memfiltrasi partikel particulate matter seperti contohnya masker N95 alias KN95," tuturnya, dilansir dari detikhealth.

Selain itu, dikutip dari detik sumbagsel masker bersertifikasi industri seperti N95 menawarkan keahlian perlindungan paling optimal, terutama dalam paparan abu vulkanik. Ini berasas hasil penelitian ilmiah yang dirilis pada laman phys.org.

Jenis masker seperti N95 dan KN95 lebih efektif untuk abu vulkanik dibandingkan masker bedah biasa. Meski bahan penyaringnya cukup baik, masker bedah mempunyai rongga lenggang di bagian sisi luar yang tetap memungkinkan partikel lembut menyusup masuk ke saluran pernapasan.

Namun, nilai masker N95 relatif lebih tinggi dibanding masker bedah. Masker N95 juga tidak disarankan untuk anak-anak lantaran struktur filtrasinya yang rapat dapat rasa pengap dan kesulitan bernapas.

Sementara itu, dikutip dari detiknews, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan masker KF94 efektif menyeleksi kurang lebih 95 persen partikel ukuran 2,5 mikrometer alias PM 2,5. Sementara masker KN95 tetap bisa efektif menyeleksi PM 2,5 sebesar 80-95 persen.

Panduaan Penggunaan Masker yang Tepat untuk Tangkal Abu Vulkanik Anak Krakatau

Setelah mengetahui jenis  masker yang tepat untuk abu vulkanik seperti KN95 masker dan N95. Ada beberapa pedoman yang krusial untuk diikuti agar paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat diminimalkan.

Dikutip dari detikhealth, berikut ini pedoman penggunaan masker yang tepat untuk menangkal abu vulkanik Anak Krakatau.

Pertama, memilih masker yang mempunyai kawat fleksibel. Masker yang baik umumnya dilengkapi kawat elastis di area hidung dan tali yang dapat dikencangkan untuk menyesuaikan kontur wajah.

Kedua, pastikan tidak ada celah udara terbuka di sisi kanan, kiri, maupun bawah masker. Ini krusial agar partikel abu di udara tidak masuk ke dalam masker.

Ketiga, perhatikan penggunaan kacamata tidak mengganjal alias merusak kerapatan antara tepi masker dan kulit wajah.

Sebagai tambahan, perlindungan dapat ditingkatkan dengan langkah melapisi bagian luar masker menggunakan kain tambahan. Kekurangan dari langkah ini adalah dapat sedikit mengurangi kenyamanan bernapas.

Demikian penjelasan mengenai masker untuk abu vulkanik yang baik digunakan saat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau beserta pedoman penggunaannya yang tepat.

Meskipun setiap masker bermaksud untuk melindungi diri dari paparan polusi dan debu, namun ada masker yang direkomendasikan untuk paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau lantaran struktur dan filtrasinya yang lebih mumpuni.

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads