Mengapa Rasulullah Banyak Menangis Daripada Tertawa? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Rasulullah SAW. Ilustrasi

KINCAIMEDIA,JAKARTA--Menangis menunjukkan ekspresi seseorang tentang kondisi jiwa dan pikirannya. Kebanyakan dari mereka menangis karena emosi sedih seperti saat kehilangan family lantaran meninggal. Namun juga menangis lantaran terharu bahagia. 

Dan menangis susah dibendung oleh siapapun. Rasulullah Saw pun diketahui sering banyak menangisnya dibandingkan tertawa. Mengapa demikian?

Nasir bin Muhammad bin Ibrahim as-Samarqandi dan Usman bin Hasan asy-Syakir dalam bukunya "Tertawa Ala Nabi Muhammad" menjelaskan mengapa Rasulullah lebih banyak menangis daripada tertawa. Menurut kitab tersebut lantaran Rasulullah banyak tahu tentang hal-hal nan bakal terjadi di hari kiamat.

Oleh karena itu, pada suatu hari Rasulullah Saw bersabda, "Kalau Anda tahu apa nan saya tahu, maka bakal menangis sebanyak-banyaknya dan tertawa hanya sedikit sekali." Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah merupakan orang nan banyak menangis.

Rasulullah Saw bersabda, "Menangis adalah rahmat dari Allah dan berteriak-teriak adalah perbuatan setan." (Riwayat Ibnu Sa'ad dari Bakir bin Abdullah bin Asyaji). 

Berdasarkan sabda tersebut bahwa bagi siapa nan menangis disebabkan mengingat dosa-dosanya maka itu adalah rahmat Allah Swt. Oleh lantaran itu dianjurkan agar memperbanyak menangis agar tercatat menjadi orang nan dirahmati Allah SWT.

Hadis lainnya tentang menangis yaitu, Rasulullah Saw bersabda, "Menangis itu terwakili oleh perkataan." (Riwayat Ibnu Abiddunya dari al-Hasan).

Menangis, dalam kitab tersebut merupakan ungkapan nan tidak dapat dibaca oleh orang lain. Atau menangis merupakan ungkapan hati atas penyelesaiannya.

Ada juga sabda lainnya tentang menangis yakni, Rasulullah Saw bersabda, "Setiap mata bakal menangis di hari kiamat, selain mata nan memejam lantaran mengelak keharaman dari Allah, mata nan berhati-hati dalam perang Sabilillah dan mata nan keluar darinya seperti macam daging nan menyerupai lalat lantaran banyak menangis lantaran takut kepada Allah." (HR. Abu Na'im dari Abu Hurairah).

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam