Mengenal Apa Itu Aturan Parenting 5:1 Untuk Anak, Bangun Kedekatan Emosional

Jun 15, 2026 09:30 PM - 1 minggu yang lalu 14917

Jakarta -

Menghadapi tantangan saat mengasuh anak memang bukan perihal yang mudah. Ada kalanya, Bunda merasa bingung saat kudu menghadapi tantrum, pertengkaran antar kerabat kandung, alias masalah anak di sekolah.

Hingga kini, banyak orang tua yang berupaya mencari langkah untuk membangun hubungan yang lebih hangat dengan anak. Salah satu pendekatan yang cukup banyak dibahas oleh para mahir adalah patokan parenting 5:1.

Menurut psikolog klinis sekaligus Kepala Divisi Psikologi di Phoenix Children's, Carla C. Allan, patokan parenting 5:1 dapat menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Aturan parenting 5:1 adalah pedoman untuk membangun hubungan yang sehat," ungkap Allan dikutip dari laman Parents.

Allan juga menjelaskan bahwa penerapan patokan ini secara konsisten dapat memberikan banyak faedah bagi keluarga.

"Ketika orang tua menerapkan patokan parenting 5:1 secara konsisten, mereka memberikan contoh pengaturan emosi, mengurangi stres keluarga, serta membantu membangun kepercayaan dan ketahanan pada anak-anak mereka," kata Allan.

Lalu, sebenarnya apa itu patokan parenting 5:1 dan gimana langkah menerapkannya dalam keseharian? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Mengenal patokan parenting 5:1

Dikutip dari Parents, patokan parenting 5:1 ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog asal Amerika Serikat, John Gottman, PhD. Konsep ini berasal dari penelitiannya tentang hubungan pernikahan yang menunjukkan bahwa hubungan langgeng mempunyai lebih banyak hubungan positif dibandingkan hubungan negatif.

Dalam penelitiannya, Gottman menemukan bahwa hubungan yang sehat ditandai dengan sekitar lima hubungan positif untuk setiap satu hubungan negatif. Rasio tersebut kemudian dikenal sebagai patokan 5:1.

Meski awalnya diterapkan pada hubungan antara pasangan, patokan ini juga dinilai cocok diterapkan dalam pengasuhan anak. Sebab, anak condong tumbuh lebih baik saat menerima lebih banyak perhatian dan dukungan.

Menurut psikolog berlisensi sekaligus pendiri Practice San Francisco, Nina Kaiser, orang tua dapat membayangkan hubungan dengan anak seperti sebuah rekening bank, bahwa hubungan yang kuat perlu dibangun melalui hubungan yang dilakukan secara konsisten.

"Kita perlu memikirkan hubungan kita dengan anak-anak kita seperti rekening bank, di mana kita perlu melakukan setoran secara konsisten untuk menjaga hubungan yang kuat agar mempunyai ruang lebih saat kita perlu melakukan penarikan alias koreksi," ujar Kaiser.

Kaiser menjelaskan bahwa seseorang condong berkembang lebih baik saat merasa dihargai dan terhubung dengan orang di sekitarnya. Hal yang sama juga bertindak pada anak-anak, Bunda.

"Kita semua condong berkinerja terbaik ketika kita merasa terhubung dan dihargai oleh orang-orang yang bertanggung jawab. Ini bertindak untuk kita sebagai orang dewasa, dan juga bertindak untuk anak-anak kita," jelasnya.

Tips menerapkan patokan parenting 5:1

Menurut psikolog Kaiser, menerapkan patokan parenting 5:1 berfaedah kita berupaya menghadirkan lebih banyak hubungan positif dalam keseharian berbareng anak. Bisa berupa pujian, dukungan, maupun quality time yang membikin mereka merasa diperhatikan.

Kaiser menuturkan bahwa banyak orang tua lebih mudah memandang kesalahan anak dibandingkan hal-hal baik yang mereka lakukan. Maka itu, kita kudu lebih peka terhadap perilaku positif yang ditunjukkan anak setiap harinya.

"Sangat mudah bagi kita untuk memandang dan mengomentari hal-hal yang salah alias di mana hal-hal perlu diubah alias diperbaiki, dan jauh lebih susah untuk memperhatikan hal-hal yang melangkah dengan baik alias bahwa anak-anak kita melakukannya dengan baik," katanya.

Untuk menerapkan patokan ini, orang tua dapat membiasakan untuk memberi perhatian pada hal-hal yang dilakukan anak dengan baik. Tidak hanya saat anak berprestasi saja, tetapi juga ketika mereka menunjukkan sikap yang positif.

Sementara itu, Allan menegaskan bahwa orang tua tidak perlu menghitung alias mencatat setiap hubungan positif dan negatif yang terjadi. Nah, yang paling krusial adalah meningkatkan perhatian yang diberikan kepada anak.

"Orang tua tidak perlu mencatat secara detail," ungkap Allan.

"Sebaliknya, tujuannya adalah untuk lebih memperhatikan kualitas perhatian orang tua kepada anak-anak mereka. Karena secara alami otak manusia condong lebih sigap menyadari ancaman alias masalah daripada peristiwa positif. Karena secara alami otak manusia mudah menangkap hal-hal negatif alias masalah dibandingkan hal-hal positif, orang tua perlu melatih kesadaran diri agar hubungan positif tidak kalah oleh momen koreksi," lanjutnya.

Aturan parenting 5:1 meningkatkan hubungan orang tua dan anak

Ilustrasi KeluargaIlustrasi Keluarga/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Allan membeberkan bahwa hubungan yang penuh perhatian dapat membikin anak merasa lebih aman, sehingga mereka tidak perlu mencari perhatian dengan langkah yang negatif.

"Hubungan yang kuat dan penuh perhatian juga mengurangi kebutuhan anak-anak untuk bertindak garang demi mendapatkan perhatian. Ketika perhatian diberikan secara bebas dan konsisten, perilaku condong tidak bakal meningkat menjadi upaya untuk diperhatikan," katanya.

Menurut Allan, langkah orang tua berinteraksi sangat berpengaruh pada sikap anak dalam bekerja sama dan mengikuti arahan. Jika lebih sering diisi hubungan negatif, anak mungkin bakal berkelakuan bandel dan susah diarahkan.

Sementara itu, psikoterapis sekaligus pendiri Mommy Groove Therapy & Parent Coaching, Olivia Bergeron, LCSW, menuturkan bahwa hubungan menjadi perihal krusial dalam pengasuhan. Ia menjelaskan, hubungan yang baik antara orang tua dan anak membikin anak lebih mudah mengikuti pengarahan lantaran tumbuh rasa percaya.

"Hubungan kita adalah pengungkit terbaik kita dengan anak-anak," kata Bergeron.

"Jika orang tua dan anak-anak mempunyai hubungan yang kuat dan terhubung, anak-anak kita jauh lebih mungkin mengikuti pengarahan kita. Mereka belajar untuk mempercayai kita. Kita tidak berada di pihak yang berlawanan. Ini membikin pengasuhan jauh lebih mudah dengan membatasi perebutan kekuasaan dan konflik," tuturnya.

Seberapa efektif patokan parenting 5:1 untuk anak?

Bergeron menjelaskan bahwa prinsip utama dalam patokan parenting 5:1 dapat diterapkan di semua usia anak. Pada anak usia balita, mereka mulai mengerti bahwa kasih sayang orang tua tidak berubah meskipun perilaku mereka berbeda-beda.

Sementara itu, anak usia sekolah belajar bahwa nilai diri mereka tidak hanya berjuntai pada prestasi saja.

"Balita belajar bahwa kasih sayang orang tua mereka tidak berjuntai pada perilaku, melainkan konstan. Anak-anak usia sekolah belajar bahwa nilai mereka tidak berjuntai pada prestasi alias keahlian mereka, tetapi pada siapa mereka sebagai kawan dan personil keluarga," kata Bergeron.

"Selain itu, remaja belajar bahwa meskipun mereka bereksperimen dan pengaruh kawan sebaya semakin kuat, orang tua mereka berada di pihak mereka, sehingga dampaknya tetap kuat," sambungnya.

Ia menambahkan bahwa patokan parenting 5:1 bukan berfaedah membiarkan anak tanpa batas alias patokan ya, Bunda. Justru, pendekatan ini tetap disertai patokan yang jelas dalam pengasuhan.

Selain itu, psikolog Allan menjelaskan bahwa corak apresiasi yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. Ini krusial ya Bunda agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

"Anak-anak mini mungkin merespons dengan baik terhadap pujian yang antusias dan terang-terangan," kata Allan.

"Sementara remaja sering kali lebih menyukai pengakuan yang lembut dan tulus atas upaya alias kompetensi mereka. Prinsipnya tetap sama, tetapi langkah kita mengungkapkannya kudu berkembang agar sesuai dengan kebutuhan dan kemauan mereka," tambahnya.

Itulah pembahasan mengenai patokan parenting 5:1 dalam membangun hubungan emosional yang lebih dekat dengan anak. Semoga dapat menjadi inspirasi, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya