Pil kontrasepsi darurat dapat digunakan untuk mencegah kehamilan setelah berasosiasi intim. Di Indonesia, pil kontrasepsi alias KB darurat dijual bebas dan dapat dibeli tanpa resep dari dokter, Bunda.
Salah satu jenis pil KB darurat yang bisa didapatkan di Indonesia adalah Postpil. Jenis kontrasepsi ini mempunyai langkah kerja yang sama seperti pil KB biasa.
Efektivitas pil KB darurat Postpil
Melansir dari laman website dan YouTube Sahabat Andalan, Postpil mengandung levonorgestrel 0,75 miligram (mg) di setiap tabletnya. Pil KB darurat ini diminum sesegera mungkin setelah berasosiasi seksual tanpa pengaman.
Postpil efektif mencegah kehamilan hingga 90 persen, Bunda. Semakin sigap dikonsumsi, maka efektivitasnya bakal semakin tinggi.
Cara kerja Postpil dalam mencegah kehamilan
Kontrasepsi minum Postpil hanya dipakai dalam keadaan darurat saja ya, Bunda. Postpil dapat mencegah kehamilan dengan langkah menunda dan mengentalkan lendir serviks, sehingga menurunkan pergerakan sperma.
Perlu diketahui, Postpil bukanlah pil aborsi lantaran mempunyai kandungan yang sama dengan pil KB reguler, ialah levonorgestrel. Namun, dosisnya yang lebih tinggi dapat mencegah kehamilan pada kondisi darurat.
Bila sudah terlanjur mengonsumsi Postpil dan mendapatkan kehamilan, Bunda tidak perlu khawatir. Postpil tidak memengaruhi kehamilan yang sudah terjadi.
Cara penggunaan Postpil
Postpil dapat dikonsumsi pada 2 kondisi, yakni:
- Setelah berasosiasi intim tidak direncanakan: Bunda dapat minum 2 tablet sekaligus sesegera mungkin alias sebelum 72 jam setelah berasosiasi intim tanpa pengaman.
- Sebelum berasosiasi intim yang direncanakan: Bunda dapat minum 2 tablet sekaligus sesaat sebelum berasosiasi intim.
Apa itu kontrasepsi darurat?
Pil kontrasepsi darurat dikenal juga dengan istilah morning after pill. Pil ini sebenarnya sudah tersedia lebih dari 30 tahun dan menjadi salah satu metode pengendalian kelahiran yang kondusif dan efektif.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan penggunaan kontrasepsi darurat dalam lima hari setelah berasosiasi seksual. Namun, kontrasepsi ini lebih efektif jika diminum segera setelah berasosiasi intim.
Menurut NHK Inggris, penggunaan kontrasepsi darurat, seperti pil, dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 95 persen jika digunakan dengan tepat, ialah dalam waktu lima hari setelah berasosiasi seksual.
Sedangkan menurut WHO, dalam sebuah studi meta kajian dari dua penelitian menunjukkan bahwa kandungan dalam pil KB darurat mempunyai efektivitas yang berbeda dalam mencegah kehamilan.
Jenis pil kontrasepsi darurat
Ada dua jenis pil kontrasepsi darurat yang dapat mencegah kehamilan. Berikut penjelasannya seperti dijelaskan oleh WHO dan dikutip dari laman Planned Parenthood:
1. Pil mengandung ulipristal acetate (UPA)
Penggunaan pil mengandung ulipristal acetate (UPA) ini kudu dengan resep dari perawat alias dokter. Menurut studi, wanita yang menggunakan pil jenis UPA mempunyai kesempatan kehamilan sebesar 1,2 persen.
Pil kontrasepsi ini dapat dikonsumsi hingga 120 jam (5 hari) setelah berasosiasi seksual tanpa kondom. Pil bekerja dengan baik pada hari ke-5 seperti halnya pada hari ke-1. WHO menganjurkan UPA diminum dalam dosis tunggal ialah 30 mg.
2. Pil mengandung levonorgestrel (LNG)
Peluang mengandung pada penggunaan pil jenis levonorgestrel (LNG) sebesar 1,2 hingga 2,1 persen. Pil kontrasepsi yang mengandung levonorgestrel ini paling baik diminum dalam waktu 72 jam (3 hari) setelah berasosiasi intim tanpa kondom.
Meski lewat 3 hari alias misalnya sudah 5 hari, pil kontrasepsi tetap bisa diminum. Tetapi, semakin sigap meminumnya, maka semakin baik kerja dan efektivitasnya.
WHO menganjurkan pil ini diminum dalam dosis tunggal 1,5 mg. Sebagai alternatif, pil dapat dikonsumsi dalam 2 dosis, ialah 0,75 mg, dengan terpisah jarak 12 jam.
Demikian penjelasan mengenai pil KB darurat, termasuk Postpil. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·